Sabtu, 31 Oktober 2020

Barokah Sinergitas Dalam Peringatan Hari Santri 2020

 



   Sebuah kegiatan apabila dikerjakan sendiri berbeda dengan bekerja sama dengan orang lain. Begitu pula dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional pada tahun ini Penyuluh Agama Islam kecamatan Pakisaji bersinergi dengan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kepanjen. Adapun kegiatan yang dikemas adalah Festival sholawat Al Banjari antar kecamatan . 


    Dalam persiapan yang lumayan singkat dengan tekad yang kuat kegiatan pun dapat berjalan dengan lancar. Meskipun masih ada kekurangan merupakan hal yang wajar. Karena sudah terlaksana saja sudah baik. Festival ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 31 Oktober 2020 bertempat di Pondok Pesantren PPAI Al Karomah Curungrejo Kepanjen. 


  Kebersamaan dalam suatu kegiatan adalah hal yang sangat diharapkan oleh semua orang. Kesalahan dan tidak imbangnya tenaga yang dimiliki setiap orang pastilah ada. Langkah yang sangat kita perhatikan adalah berhati - hati dan berusaha menjadi penyemangat dalam setiap kegiatan apapun. Kemudian ada hal yang tak boleh tertinggal adalah memaklumi memahami persoalan hambatan yang ditemui pastilah berbeda. Oleh karena itu kita senantiasa waspada agar hasil yang dicapai bisa memuaskan. 

Jumat, 30 Oktober 2020

Pejuang keberkahan

 



Seorang pejuang harus melewati berbagai tantangan dan ujian. Berkah adalah menjadi satu tujuan yang membuat para pejuang semangat. 

Kamis, 29 Oktober 2020

Barokah Maulid Nabi Muhammad SAW

 

    Bulan Robiul awal merupakan bulan yang dinantikan umat Islam. Dalam bulan ini dilahirkan seorang manusia yang tidak sama seperti manusia lainnya. Beliau adalah Sayidina Muhammadin SAW Nabi dan Rosul terakhir. Meskipun beliau dilahirkan pada urutan terakhir diantara Nabi dan Rosul lainnya tetapi beliaulah yang ditunjuk oleh Allah menjadi pemimpin dari para Nabi dan Rosul. Beliaupun yang akan masuk surga pertama kali kelak di hari akherat. 


    Setiap daerah, wilayah mulai dari tingkat  kampung sampai nasional bahkan penjuru dunia akan merayakan hari kelahiran beliau. Hal ini disebabkan alasan yang paling mudah untuk diterima adalah Nabi Muhammad dahulu akan meninggal dunia memanggil kita dengan umati, umati yang artinya umatku, umatku. Selain itu hanya beliaulah yang dapat memberi syafaat kelak di hari kiamat. Nabi dan Rosul selain Nabi Muhammad doanya sudah diberikan kepada umatnya untuk menyelamatkan dari Azab Allah. 


  Adapun sebagian kecil yang enggan merayakan kelahiran Nabi Muhammad karena mereka berangapan nabi sendiri tidak melaksanakan dan kurangnya pemahaman ilmu agamanya. Padahal Nabi Muhammad setiap hari senin berpuasa untuk merayakan hari lahirnya. Dalam merayakan banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan dengan catatan masih mengikuti syariat dan sopan santun. Bila membaca sholawat diperbolehkan asalkan tidak sambil berjoget karena akan mengurangi etika kepada Rosulullah. 


   Saat pembacaan sholawat Nabi hanya satu niat yang harus kita ingat yakni mengharap syafaat beliau. Berdoa pun bila disertai nama Nabi Muhammad dan dengan syafaat beliau in sya Allah akan diijabahi doa kita. Begitu mulianya Nabi Muhammad sampai nama beliau berdampingan dengan lafadz Allah. Sejarah mengatakan ketika Nabi Adam meminta ampunan kepada Allah setelah diturunkan dari surga. Sampai beratus - ratus tahun belum juga diampuni. Hingga Nabi Adam ingat bahwa di atas pintu surga  ada nama seseorang yang berdampingan dengan lafadz Allah. Namanya itu tak lain adalah Nabi Muhmmad. Seketika langsung beliau berdoa Ya Allah dengan hak Nabi Muhammad ampunilah dosaku. Kemudian Allah mengampuni dosa Nabi Adam saat itu juga. 


  Semoga atas berkah bulan Maulid masa pandemi segera berakhir. Dengan barokah sholawat kepada Nabi Muhammad disertai mengikuti sunah - sunahnya kita kelak diakui sebagai umatnya. Semoga bermanfaat dan barokah.  Aamiiin yaa robbal alamiin. 


Malang, 29 Oktober 2020

Rabu, 28 Oktober 2020

Bersatu Dan Bangkit Wahai Pemuda



     Pada tahun ini ada yang berbeda dalam peringatan sumpah pemuda. Selain saat  ini masa pandemi covid 19 juga tanggal 28 Oktober masuk dalam bulan peringatan kelahiran Nabi Muhammad. Sebelum masa pandemi peringatan sejarah apapun pasti dengan upacara. Namun saat ini yang bisa dilakukan dengan online. Bisa dengan upacara tetapi tidak banyak orang dan tetap mematuhi protokol kesehatan. 


    Sebagaimana dalam pepatah arab mengatakan hari ini adalah pemuda esok menjadi pemimpin. Sehingga berangkat dari sinilah pemuda harus mempunyai segudang semangat. Di tangan pemuda harapan bangsa. Dan di tangan pemudalah organisasi berjalan baik atau buruk. Tetapi semua ini tak lepas dari bimbingan para pendahulu. 


   Sesuai tema sumpah pemuda tahun ini adalah bersatu dan bangkit. Suatu permasalahan dalam organisasi apabila dihadapi sendiri -sendiri tak akan selesai. Dengan jalan musyawarah menyatukan pendapat masalah akan terselesaikan. Karena di dalam musyawarah sudah terangkum dua hal yakni bersatu dan bangkit. Dalam musyawarah akan nampak suatu persatuan. Melalui musyawarah kita akan bangkit dari permasalahan yang dihadapi. 


Malang, 28 Oktober 2020


Selasa, 27 Oktober 2020

Perhatikan Komunitas Yang Sedang Ditekuni

 



  Salah satu obat hati yang sering dinyanyikan oleh orang jawa adalah berkumpullah dengan orang sholeh. Sebagaimana bila kita berkumpul dengan orang yang menjual minyak wangi kita akan ikut wangi. Dan bisa diibaratkan lagi bila kita ingin menjadi penulis maka berkumpullah dengan penulis. 


   Memang yang menjadi syarat utama segala perbuatan adalah niat. Tetapi bila  hanya niat tidak ada tindak lanjut hanyalah dapat pahala niat, bila niatnya baik. Namun bila niatnya jelek akan maksiat juga dapat dosa meskipun belum melakukan. Oleh karena itu sebelum melangkah pada pekerjaan yang akan kita lakukan paling tidak mempunyai referensi atau bahannya. Semisal bila kita sudah berniat menjadi guru maka berikutnya kita harus mempunyai perkumpulan guru supaya wawasan dan kinerja kita bisa lebih baik lagi. Karena dengan mengikuti satu perkumpulan pastilah ada interaksi melalui perkumpulan yang telah terbentuk. 


    Sebagaimana seorang penulis, bila ingin  menulis otomatis kita pasang niat terlebih dahulu. Kemudian kita masuk dalam perkumpulan para penulis agar tulisan kita bisa dibaca dan mendapat motivasi dari yang lebih berpengalaman. Apalagi di akhir zaman untuk membuat grup di media sosial sangatlah mudah, tetapi yang lebih sulit adalah mengisinya. Tak jarang orang semangat di awal mulai mengikuti seminar, workshop sampai terbentuk grup. Namun bila sudah menjad grup untuk merawatnya lebih sulit. 


    Ada yang mempunyai satu pedoman tetap jalani kebaikan meskipun orang lain tak menghiraukan. Hal ini ibaratkan matahari yang setiap hari menyinari bumi ini tapi banyak orang yang melupakan kebaikannya. Membuat dan merawat sebenarnya sama - sama sulit, tetapi yang lebih sulit adalah merawatnya. Ibarat orang yang berbondong - bondong membangun tempat ibadah, namun jika sudah selesai  tak banyak yang mau mengisinya. Begitupun dalam grup media sosial hanyalah orang - orang yang aktiflah akan tetap eksis. 


Banyak sekali hikmah apabila kita mau merenung sejenak tentang dampak positif dalam berkumpul dalam satu komunitas atau perkumpulan. Yang pertama persudaraan kita bertambah. Yang kedua kita dapat motivasi dari orang lain melalui karya yang dishare di grup. Dan yang ketiga kita bisa lebih bijak dalam bermedia sosial dalam grup. 



Malang, 27 Oktober 2020

Senin, 26 Oktober 2020

Antisipasi Dengan Semangat Anda

 

   

 Menjaga semangat dalam kehidupan sehari - hari sangatlah penting. Saat orang itu tidak bersemangat otomatis hasil pekerjaannya tak memuaskan atau kurang maksimal. Ada orang yang turun semangatnya karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Ada pula yang turun semangat karena pengaruh orang lain sehingga hati kita bimbang. 


Selain menjaga semangat ada yang juga  penting yakni menjaga memperhatikan perbuatan kita disaat menurunnya semangat. Mungkin ada yang menyebut dengan pelampiasan apa yang akan kita kerjakan. Ada yang saat berturunnya semangat yang ia kerjakan makan, bermain game, bersih-bersih bahkan ada yang hanya bertiduran. Kita harus tetap menjaga meskipun disaat melemahnya semangat untuk melakukan rutinitas kebaikan jangan sampai melakukan hal yang berbahaya semisal narkoba, perjudian dan maksiat sebagainya. 


Adapun yang menyebabkan turunnya semangat dalam beraktivitas ada lima macam. 5 macam ini dikenal dengan istilah bakmi, yakni Bosan, Aras - arasan(enggan melakukan sesuatu), Kesel, Males dan Isinan. Bila kita terkena dari salah satu lima tersebut otomatis semangat kita akan turun. Hanya ada satu solusi untuk 5 penyakit tersebut. Solusi tersebut adalah memaksakan diri untuk bangkit serta ingat pada niat yang sudah dipersiapkan dari awal. 


Kemudian kedua perilaku antara kondisi naik turunnya semangat harus sama-sama dijaga. Tidak hanya saat semangat, hati gembira tetapi saat melemahnya semangat kita harus ingat pada yang menciptakan kita sehingga tumbuh optimis dalam hati kita. 


Semoga sedikit tulisan tentang menjaga naik turunnya semangat dapat bermanfaat. Semua orang pasti pernah merasakan hal - hal tersebut diatas tinggal bagaimana cara kita dalam menyikapinya. Terima kasih dan mohon maaf atas segala perhatiannya. 



Malang, 26 Oktober 2020


Minggu, 25 Oktober 2020

Ngaji dan Ngopi Adalah Kultur Kami Sebagai Santri



   Sejak tahun 2015 bapak Presiden Joko widodo telah meresmikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Melalui sejarah yang sangat panjang dalam kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan santri yang sangat berperan penting di dalamnya. Santri sangatlah dinantikan kehadirannya di masyarakat sebagai penerus ulama. Tahun berganti tahun hingga sekarang tahun 2020 merupakan peringatan hari santri yang ke 6. 


   Pada peringatan Hari Santri Nasional yang ke 6 santri PPAI Nurul Hikmah mengadakan satu kegiatan yang sangat menarik. Bila di tempat - tempat pendidikan agama lainnya memperingati hari santri dengan upacara, webinar dan lain sebagainya. Tetapi di Pondok Pesantren PPAI Nurul Hikmah mengadakan workshop pembuatan kopi. Adapun yang menjadi pemikiran awal daripada kegiatan ini adalah hubungan antara santri dan ngopi sangatlah erat. Sehingga tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah ngaji dan ngopi adalah kultur kami. 


   Workshop ini merupakan acara perdana bagi santri PPAI Nurul Hikmah yang dirangkai dengan peringatan hari santri. Adapun peserta yang mengikuti sebanyak 20 orang terdiri 12 santri dan 8 anggota karang taruna RW 03. Sebelum kegiatan panitia sudah meminta izin pada ketua RT dan RW di lingkungan sekitar pondok. Bapak Hartono selaku Ketua RW 03 beliau berpesan kegiatan ini silahkan boleh dilaksanakan tetapi tetap saling menjaga kesehatannya melalui mentaati protokol kesehatan. Panitia pun mengikuti instruksi dari Bapak Ketua RW 03 dengan melaksanakan protokol kesehatan sebagai bentuk antisipasi pencegahan penularan covid 19. 


   Hari minggu tanggal 25 Oktober 2020 tepat pukul 09.00 acara akan segera dimulai. Satu persatu peserta baik dari santri dan anggota karang taruna RW 03 mulai mengisi daftar hadir. Sebelum dimulai panitia mengajak untuk gladi bersih menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hari Santri. Aldi Bayu selaku MC mulai memulai acara dengan mengucapkan salam peserta dan tamu undangan. Pembukaan menempati acara awal dengan bersama - sama membaca surat Al Fatihah. Dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hari Santri. Selanjutnya pembacaan ayat-ayat suci Al Quran yang disampaikan oleh Ust Mahmud dengan nada khas beliau. Berikutnya yakni acara sambutan-sambutan. 



   Sambutan yang pertama disampaikan oleh ketua panitia dalam hal ini adalah saudara Udin Sanjaya. Udin Sanjaya selaku ketua panitia bercerita bahwa dirinya sering membuatkan kopi teman - temannya. Meskipun setelah kopi itu jadi ada saja yang bergumam rasanya pahit dan lain - lain. Tetapi dengan sabar ia terima karena menurutnya yang terpenting kebersamaan. Dalam kebersamaan saat minum kopi diantara teman-temannya ada yang menyapu halaman, menyuci piring, membersihkan kotoran di kamar mandi dan kegiatan bersih - bersih lainnya. Menutup sambutan selaku ketua panitia beliau menyampaikan bahwa ngaji itu menuntut ilmu sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Sedangkan ngopi adalah hubungan dengan sesama manusia. 



   Sambutan yang kedua sekaligus membuka acara disampaikan oleh Pengasuh Pondok PPAI Nurul Hikmah yakni Bapak KH Muhammad Hanif. Menurut beliau bahwa kopi adalah minuman para sufi dengan istilah kata kopi dari khofi yang artinya takut kepada Allah. Zaman dahulu para sufi yaitu orang - orang ahli tasawuf meminum kopi dengan satu tujuan supaya saat mujahadah tidak mengantuk. Sehingga tema kegiatan ini sudah sesuai Ngaji Ngopi adalah kultur kami (santri). Dengan mengikuti kegiatan ini kita bisa mengerti filosofi membuat kopi yang baik. Dan bisa memberi semangat ngaji agar tidak tambah loyo karena ngantuk dan lelah. 


   Gus Hanif sapaan akrab beliau juga menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional santri adalah pelopor daripada aktor - aktor pahlawan bangsa.  Kita ambilkan contoh peristiwa sejarah yang membunuh jenderal Malaby adalah seorang santri. Kemudian yang merobek bendera merah putih biru juga santri dan masih banyak lainnya. Dengan memperingati hakikatnya kita mengingat tentang perjuangan santri pada negara ini. Oleh karena itu santri menjadi pelopor daripada suatu perjuangan. Akhirnya Gus hanif mengakhiri sambutannya dengan membaca basmalah sebagai dimulainya kegiatan workshop pembuatan kopi. 


 Setelah rangkaian pembukaan dilaksanakan sampailah pada acara inti yakni materi tentang kopi. Materi ini dipandu langsung oleh Tim dengan dipimpin oleh mbak kris. Mbak kris mulai memaparkan sejarah kopi, macam - macamnya, cara meracik sampai menuangkannnya. Para peserta dengan antusias mengikuti kegiatan ini sampai dengan akhir. Setelah demonstrasi penyeduhan kopi peserta dipersilahkan istirahat sholat dan makan. Kemudian menjadi giat akhir yang seru dinantikan yakni game atau outbond. Ada 3 game yang dimainkan yang pertama estafet biji kopi, yang kedua tebak rasa kopi dan ketiga cerdas cermat. 



   Tujuan daripada kegiatan ini, menurut Ning kholidah adalah sebagai bentuk refreshing santri. Karena refreshing tidak harus kegiatan di luar seperti rekreasi baik ke pantai atau ke gunung. Yang terpenting refreshing itu menyenangkan sehingga santri tidak hanya mengaji tetapi sekali waktu mengikuti outbond atau game. Harapan berikutnya menurut beliau dengan adanya worskhop pembuatan kopi ini kedepannya santri bisa membuat kopi lebih baik lagi sehingga ilmunya bermanfaat. Semoga kegiatan ini membawa kemaslahatan kebaikan dunia akhirat. Aamiin. 




Kebonagung, 25 Oktober 2020

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...