Rabu, 27 Januari 2021

Perjalanan Bukan Pelarian Dalam Hidup

 



Pernah kita jumpai ungkapan tentang kehidupan adalah sebuah perjalanan. Ya perjalanan hidup bukan pelarian hidup. Ungkapan ini bila direnungkan sejenak mempunyai makna yang dalam. Sangat beda antara perjalanan dan pelarian. Oleh karenanya kita mungkin sudah faham antara beda keduanya tetapi tidak ada salahnya bila kita renungkan sejenak agar menjadi hikmah. 

Perjalanan merupakan aktivitas seseorang yang hampir dilakukan setiap hari. Baik perjalanan yang tujuannya ibadah, bekerja, belanja dan lain sebagainya. Dan orang yang melakukan perjalanan pastilah menyiapkan segala sesuatunya. Ada yang membuat bekal makan atau cukup membawa uang untuk membeli makanan saat perjalanan. 

Adapun pelarian, Hanya orang yang dalam keadaan terdesak akan melakukan pelarian. Salah satu contohnya orang yang mempunyai masalah dalam kehidupannya ia akan berlari menuju orang yang akan membantunya. Baik orang itu yang disebut orang tua, sahabat, teman maupun kyai sekalipun. Karena dengan mencurahkan masalah kepada orang lain ada yang beranggapan ada yang membantunya. Minimal masalah bila disampaikan ada yang membantu memikirkan jalan keluar. 

Pelarian dari suatu masalah yang tepat kita menuju kepada yang menciptakan masalah. Dalam kehidupan kita menjalani bukan berlarian sehingga harus mempunyai persiapan yang matang. Sebuah perjalanan bila kita nikmati akan terasa nyaman dan tenang. Namun apabila tergesa – gesa sampai berlarian maka ada hal yang akan menimpa kita secara tidak sengaja. 


Malang, 28 Januari 2021

Penyuluh Agama Islam 

Kecamatan Pakisaji

6 komentar:

  1. Dalam menentukan sebuah keputusan.. Ada sebuah prinsip kuat yg mungkin dimiliki tiap orang.. Prinsip itu bisa jadi dibentuk karena pengalaman, bisa jadi diambil dari kesimpulan sesuai dg apapun yang diperoleh dalam perjalanan.. sehingga menjadi sebuah prinsip.. Atau bisa jadi karena ada yang merasakan kenal dirinya.. 'yang mungkin agak pengkuh..dan mencari seseorang dimana dia bisa manut totalitas bisa manut.. totalitas menyerahkan segala kehidupan dunia akhiratnya.. Itu butuh sesuatu yang sangat perlu diputuskan dan di ambil tindakan..
    Harusnya memang diperlukan suatu materi yang sangat penting, yang seharusnya ada, untuk membantu seseorang mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam hidupnya...
    Itu kata hati saya lho pak Ustadz... 🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀🙏

    BalasHapus
  2. Dalam menentukan sebuah keputusan.. Ada sebuah prinsip kuat yg mungkin dimiliki tiap orang.. Prinsip itu bisa jadi dibentuk karena pengalaman, bisa jadi diambil dari kesimpulan sesuai dg apapun yang diperoleh dalam perjalanan.. sehingga menjadi sebuah prinsip.. Atau bisa jadi karena ada yang merasakan kenal dirinya.. 'yang mungkin agak pengkuh..dan mencari seseorang dimana dia bisa manut totalitas bisa manut.. totalitas menyerahkan segala kehidupan dunia akhiratnya.. Itu butuh sesuatu yang sangat perlu diputuskan dan di ambil tindakan..
    Harusnya memang diperlukan suatu materi yang sangat penting, yang seharusnya ada, untuk membantu seseorang mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam hidupnya...
    Itu kata hati saya lho pak Ustadz... 🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀🙏

    BalasHapus
  3. Dalam menentukan sebuah keputusan.. Ada sebuah prinsip kuat yg mungkin dimiliki tiap orang.. Prinsip itu bisa jadi dibentuk karena pengalaman, bisa jadi diambil dari kesimpulan sesuai dg apapun yang diperoleh dalam perjalanan.. sehingga menjadi sebuah prinsip.. Atau bisa jadi karena ada yang merasakan kenal dirinya.. 'yang mungkin agak pengkuh..dan mencari seseorang dimana dia bisa manut totalitas bisa manut.. totalitas menyerahkan segala kehidupan dunia akhiratnya.. Itu butuh sesuatu yang sangat perlu diputuskan dan di ambil tindakan..
    Harusnya memang diperlukan suatu materi yang sangat penting, yang seharusnya ada, untuk membantu seseorang mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam hidupnya...
    Itu kata hati saya lho pak Ustadz... 🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀🙏

    BalasHapus
  4. Dalam menentukan sebuah keputusan.. Ada sebuah prinsip kuat yg mungkin dimiliki tiap orang.. Prinsip itu bisa jadi dibentuk karena pengalaman, bisa jadi diambil dari kesimpulan sesuai dg apapun yang diperoleh dalam perjalanan.. sehingga menjadi sebuah prinsip.. Atau bisa jadi karena ada yang merasakan kenal dirinya.. 'yang mungkin agak pengkuh..dan mencari seseorang dimana dia bisa manut totalitas bisa manut.. totalitas menyerahkan segala kehidupan dunia akhiratnya.. Itu butuh sesuatu yang sangat perlu diputuskan dan di ambil tindakan..
    Harusnya memang diperlukan suatu materi yang sangat penting, yang seharusnya ada, untuk membantu seseorang mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam hidupnya...
    Itu kata hati saya lho pak Ustadz... 🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀🙏

    BalasHapus
  5. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan hidup

    BalasHapus

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...