Aji mumpung merupakan suatu ungkapan jawa yang tak asing bagi kita. Kadang kita gunakan hal positif kadang juga negatif. Semisal hal positif, terbiasa karena melakukan kemalasan suatu ketika ingin mengerjakan sesuatu lalu ia kerjakan. Kemudian dalam hatinya bergumam mumpung mau mengerjakan. Hal seperti ini boleh saja dilakukan asalkan bisa lebih dikendalikan untuk mempertahankan hal positif.
Hati manusia memang sering berubah - rubah. Namun apabila kita bisa berdoa dan berikhtiyar agar bisa kita arahkan pada hal positif, kenapa tidak. Kekuatan terbesar manusia sebenarnya ada dalam keteguhan hati. Ya keteguhan hati, atau bisa dikatakan kemantapan hati. Bila hati sudah yaqin meskipun keadaan kurang mendukung, maka in sya Allah akan ada jalan yang terbaik.
Dikembalikan lagi pada hati, aji mumpung bila dibahasa Indonesiakan 'selagi'. Selagi masih muda, selagi sehat dan selagi yang lainnya bersifat positif mari kita jaga. Tidak selalu kalimat selagi dikonotasikan negatif. Semisal, selagi tidak ada orang saya maksiat, selagi tidak punya uang lalu mencuri dan lain sebagainya.
Mari selagi kita sehat, dapat beraktivitas yang bermanfaat. Terutama bermanfaat kepada orang lain. Namun apabila belum bisa bermanfaat kepada orang lain agar tidak merugikan.
Malang, 1 Februari 2021

Sepakat
BalasHapusMatur nuwun prof
BalasHapus