Rabu, 24 Maret 2021

Pribadi Yang Menjadi Figur Dan Menjaga Kesehatan

 



Saat matahari bersinar di pagi hari. Membuat semangatku untuk mengurangi lemak di pagi hari. Berjalan - jalan tanpa alas kaki untuk melemaskan otot kaki yang dua hari ini sudah fokus untuk rutinitas yang memerlukan pemikiran. Baik di sekolah, kantor ataupun di lembaga pendidikan diniyah. 


Di tengah berjalan - jalan mencari keringat pagi saya bertemu seorang ustadz. Ustadz yang disegani di masyarakat. Kami pun bertukar fikiran baik masalah kesehatan ataupun keagamaan. 


Masalah kesehatan yang saya alami saat ini adalah kegemukan. Waktu kegiatan di sekolah ada salah seorang guru yang bertegur sapa menanyakan berat badan. Setelah saya menjawab ternyata yang bertanya terkejut seketika berkata wah itu kegemukan pak. Berangkat dari percakapan itu saya merenung sejenak, memang benar saya bertambah berat badan. 


Beberapa orang ada yang mempermasalahkan berat badan. Ada juga yang tidak. Namun yang terpenting adalah sehat. Baik sehat jasmani maupun rohani. Paling tidak sehari semalam kita bisa rutin olahraga yang ringan. Ada yang menganjurkan berjalan setiap pagi tanpa alas kaki. Ada juga yang hampir setiap hari di sekolah olahraga bulu tangkis. 


Ada diantara kita yang bekerja dengan mengeluarkan keringat. Itu lebih baik dan aman. Seperti petani, pembuat mebeler, pemotong kayu dan lain sebagainya yang berkeringat saat bekerja. Tetapi bila profesi kita sebagai pendidik, orang kantoran dan yang berhubungan dengan berfikir maka kita perlu mencari rutinitas yang menghasilkan keringat agar lemak yang ada di tubuh bisa berkurang. 


Untuk masalah keagamaan yang kami perbincangkan. Ada hal yang sangat urgent terutama di akhir zaman seperti ini. Masalah yang kemungkinan hampir setiap desa atau wilayah manapun mempunyai kesamaan. Masalah itu adalah minimnya figur keteladanan. Kita pasti memahami beberapa waktu lalu hampir setiap hari para kyai meninggal dunia. Dengan meninggalnya seorang kyai berarti Allah telah mencabut ilmu di muka bumi ini. 


Generasi penerus yang wajib berhati - hati dan menjaga amanah dari para pendahulu. Merintis suatu kegiatan itu sulit tetapi melanjutkan itu lebih sulit. Figur keteladanan harus menjadi contoh bagi orang lain. Lebih utama lagi menjauhkan sifat sombong dan membanggakan diri. Point yang penting lagi adalah mau mengalah. Ya fenomena yang sering dihadapi di masyarakat adalah banyak orang pinter tetapi tidak mau mengalah. 


Dengan demikian mari kita menjaga diri pribadi kita. Apapun profesi kita. Siapapun diri kita. Melalui pengharapan kepada Yang Maha Kuasa agar kita selalu diberi pentunjuk dan pertolonganNya. Dengan hidayah-Nya kita diberi kesehatan dan berusaha menjadi teladan bagi diri kita sendiri. Semoga bermanfaat. 



Malang, 24 Maret 2021

6 komentar:

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...