Suatu ungkapan syukur yang luar biasa apabila saat ini kita dipertemukan dengan bulan suci Romadhon. Bersyukur memerlukan suatu pembuktian yang nyata. Bila hari hari dalam bulan Romadhon hanya lewat begitu saja tanpa ada perbedaan dengan hari biasanya hanya yang dirasakan lapar dan dahaga, berarti kita belum membuktikan rasa syukur kita kepada Allah. Ya bersyukur karena sudah ditaqdirkan memasuki bulan suci Romadhon.
Kita sudah meminta kepada Allah agar dipertemukan dalam bulan suci ini jauh jauh hari. Mulai dari bulan Rojab sudah berdoa agar disampaikan usia kita sampai bulan Suci Romadhon. Setelah dikabulkan kita harus membuktikan dan memaksimalkan ibadah di bulan Romadhon. Tidak semua orang ditaqdirkan memasuki bulan suci ini. Termasuk orang orang pilihan sehingga bisa memasuki bulan suci Romadhon.
Dalam kaitannya dengan bulan suci Romadhon, penulis ingat akan nasehat seorang guru. Nasehat tersebut berbahasa jawa yaitu omah genteng saponono, abot enteng lakonono. Arti secara Istilah rumah atap disapu, berat ringan dikerjakan. Kemudian bila diartikan secara bahasa adalah bangunan rumah bagaimanapun bentuknya ya harus dibersihkan, berat atau ringan suatu aktivitas ya tetap dikerjakan.
Oleh karena kita sudah merindukan bulan suci Romadhon, ibadah baik yang terasa ringan maupun berat harus kita jalani. Memang berat tidak suatu perbuatan tergantung dari kita sendiri. Saat kita merasa berat, kita harus mengupayakan agar bisa mengerjakan. Kecuali ada udzur syar'i yang membolehkan kita tidak mengerjakan hal tersebut.
01 Romadhon 1442 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar