Tiga hari sudah dilalui untuk
proses penyesuaian di bulan suci Romadhon. Semua umat muslim berharap bisa
sampai akhir Romadhon dan bertemu Idul Fitri. Perjuangan terus dilakukan agar
menggapai apa yang dicita – citakan dalam bulan yang penuh Rohmat ini. Cita –
cita agar bertemu dengan Robb, yakni Allah SWT kelak di akherat.
Sebelum bertemu dengan Allah kita
diwajibkan untuk berpuasa. Tujuan daripada puasa tak lain menjadi orang yang
bertaqwa. Bertaqwa dengan sebenar – benarnya taqwa. Taqwa secara lahiriyah maupun
bathiniyah. Takut kepada Allah dimanapun kita berada, taka da tempat
bersembunyi dari pengawasan – Nya.
Ibarat ulat dengan fisik yang
bisa kita gambarkan bila kita pegang merasa gatal, sampai kita bunuh ulat
tersebut. Namun ulat tersebut setelah menjadi kupu – kupu pastilah semua orang
menyenanginya. Sebelum menjadi kupu, ulat harus bertapa dahulu yang dikenal
menjadi kepompong. Begitu pula dengan manusia, sebelum menjadi orang yang
bertaqwa harus bertapa dengan berpuasa.
Puasa yang sungguh – sungguh. Tidak
hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa juga menahan dari keinginan nafsu kita. Dari
proses menahan inilah yang kita sebut dengan bertapa seperti kepompong. Tidak mudah
orang yang sudah terbiasa melakukan maksiat untuk kembali bertaubat, kecuali
keinginannya sendiri dan pengendalian diri.
Semoga kita senantiasa mendapat
petunjuk dan pertolongan dari Alllah SWT, sehingga kita bisa melakukan ibadah
di bulan suci Romadhon ini dengan maksimal. Sedikit keterangan ini diharapkan
bisa bermanfaat baik bagi penulis maupun pembaca. Aaamiin.
Malang, 03 Romadhon 1442 H
16 April 2021 M

Tidak ada komentar:
Posting Komentar