Kamis, 15 April 2021

Proses Bertapa Dengan Puasa

 


Tiga hari sudah dilalui untuk proses penyesuaian di bulan suci Romadhon. Semua umat muslim berharap bisa sampai akhir Romadhon dan bertemu Idul Fitri. Perjuangan terus dilakukan agar menggapai apa yang dicita – citakan dalam bulan yang penuh Rohmat ini. Cita – cita agar bertemu dengan Robb, yakni Allah SWT kelak di akherat.


Sebelum bertemu dengan Allah kita diwajibkan untuk berpuasa. Tujuan daripada puasa tak lain menjadi orang yang bertaqwa. Bertaqwa dengan sebenar – benarnya taqwa. Taqwa secara lahiriyah maupun bathiniyah. Takut kepada Allah dimanapun kita berada, taka da tempat bersembunyi dari pengawasan – Nya.


Ibarat ulat dengan fisik yang bisa kita gambarkan bila kita pegang merasa gatal, sampai kita bunuh ulat tersebut. Namun ulat tersebut setelah menjadi kupu – kupu pastilah semua orang menyenanginya. Sebelum menjadi kupu, ulat harus bertapa dahulu yang dikenal menjadi kepompong. Begitu pula dengan manusia, sebelum menjadi orang yang bertaqwa harus bertapa dengan berpuasa.


Puasa yang sungguh – sungguh. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa juga menahan dari keinginan nafsu kita. Dari proses menahan inilah yang kita sebut dengan bertapa seperti kepompong. Tidak mudah orang yang sudah terbiasa melakukan maksiat untuk kembali bertaubat, kecuali keinginannya sendiri dan pengendalian diri.


Semoga kita senantiasa mendapat petunjuk dan pertolongan dari Alllah SWT, sehingga kita bisa melakukan ibadah di bulan suci Romadhon ini dengan maksimal. Sedikit keterangan ini diharapkan bisa bermanfaat baik bagi penulis maupun pembaca. Aaamiin.

 

 

Malang, 03 Romadhon 1442 H

               16  April       2021 M

              



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...