Sebagai pelaksana suatu kegiatan, tentunya kita mempunyai suatu
rencana yang akan dikerjakan. Hal ini terkhusus untuk diri pribadi kita. Wujud kegiatan
itu baik atau buruk terkadang kita tidak memikirkannya, terpenting adalah
pelaksanaannya. Setelah pelaksanaan barulah muncul berbagai pelajaran yang
wajibnya kita jadikan evaluasi untuk kegiatan berikutnya.
Pelaksanaan suatu perbuatan itu bermula dari proses berfikir kita. Dalam
kaidah pembelajaran IPA pada jenjang sekolah, merupakan tanda kehidupan manusia
yakni dengan berfikir. Proses berfikir seseorang dipengaruhi oleh lingkungan
sekitarnya. Bisa jadi usia masih kecil karena di lingkungan keluarga yang
menuntutnya menjadi seorang pemimpin, ia bisa lebih dewasa. Begitu sebaliknya
usia dewasa, namun dalam lingungan anak – anak ia akan terlambat dalam pendewasaan.
Dalam dunia pesantren, santri mengenal para ulama’ yang ahli fikir
dan dzikir. Suksesnya seorang santri dalam belajar yakni melalui adanya
keseimbangan antara fikir dan dzikir. Tidak mudah kita bisa menyeimbangkan
antara berfikir dan berdzikir. Oleh karena itu, setiap akan berfikir ataupun
setelahnya wajib kita ingat pada yang membuat akal kita. Dengan mengingat akan
pencipta kemampuan berfikir secara tidak langsung termasuk dzikir.
Mulai sekarang, marilah kita seimbangkan antara berfikir dan
berdzikir. Berhati – hati dalam melakukan suatu kegiatan atau aktivitas di
dunia ini, karena semua akan diminta pertanggungjawabannya. Melalui adanya
fikir dan dzikir apapun yang kita kerjakan menjadi berkah dan terarah. Semoga bermanfaat
dan lebih berhati – hati dalam proses menjalani kehidupan ini dengan berfikir
dan berdzikir.
Malang, 25 Mei 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar