Selasa, 25 Mei 2021

Perlu Adanya Keseimbangan Antara Berfikir dan Berdzikir

 



Sebagai pelaksana suatu kegiatan, tentunya kita mempunyai suatu rencana yang akan dikerjakan. Hal ini terkhusus untuk diri pribadi kita. Wujud kegiatan itu baik atau buruk terkadang kita tidak memikirkannya, terpenting adalah pelaksanaannya. Setelah pelaksanaan barulah muncul berbagai pelajaran yang wajibnya kita jadikan evaluasi untuk kegiatan berikutnya.


Pelaksanaan suatu perbuatan itu bermula dari proses berfikir kita. Dalam kaidah pembelajaran IPA pada jenjang sekolah, merupakan tanda kehidupan manusia yakni dengan berfikir. Proses berfikir seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Bisa jadi usia masih kecil karena di lingkungan keluarga yang menuntutnya menjadi seorang pemimpin, ia bisa lebih dewasa. Begitu sebaliknya usia dewasa, namun dalam lingungan anak – anak  ia akan terlambat dalam pendewasaan.


 Dalam dunia pesantren, santri mengenal para ulama’ yang ahli fikir dan dzikir. Suksesnya seorang santri dalam belajar yakni melalui adanya keseimbangan antara fikir dan dzikir. Tidak mudah kita bisa menyeimbangkan antara berfikir dan berdzikir. Oleh karena itu, setiap akan berfikir ataupun setelahnya wajib kita ingat pada yang membuat akal kita. Dengan mengingat akan pencipta kemampuan berfikir secara tidak langsung termasuk dzikir.

Mulai sekarang, marilah kita seimbangkan antara berfikir dan berdzikir. Berhati – hati dalam melakukan suatu kegiatan atau aktivitas di dunia ini, karena semua akan diminta pertanggungjawabannya. Melalui adanya fikir dan dzikir apapun yang kita kerjakan menjadi berkah dan terarah. Semoga bermanfaat dan lebih berhati – hati dalam proses menjalani kehidupan ini dengan berfikir dan berdzikir.

 

 

Malang, 25 Mei 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...