Kita sebagai manusia yang berakal di anjurkan untuk belajar. Belajar dalam istilah lain mencari atau menuntut ilmu. Ilmu secara bahasa mempunyai arti pengetahuan.
Ilmu dalam sudut pandang agama ada dua macam, yakni ilmu yang bersifat fardhu ain dan fardhu kifayah. Ilmu yang bersifat fardhu ain mempunyai makna semua orang wajib mencari dan mempelajarinya. Contoh daripada ilmu yang bersifat fardhu ain adalah ilmu ibadah dan ilmu tentang ketuhanan.
Ilmu ibadah wajib semua orang mempelajari dikarenakan bila seseorang menjalankan ibadah tanpa ada ilmunya maka kurang sempurna. Pada hakikatnya proses ibadah itu dikerjakan difahami sah dan tidaknya dan berhati-hati agar ibadah kita bisa diterima oleh Yang Maha Kuasa.
Ilmu tentang Ketuhanan pastilah wajib semua orang yang beragama. Hal ini dikarenakan bila seseorang tidak mempelajari ilmu ini pastilah kurang sempurna imannya. Oleh karena itu ketika ada orang non muslim masuk Islam harus meyakini adanya Allah. Istilah ilmu yang mempelajari tentang ketuhanan biasanya disebut ilmu aqidah, ilmu tauhid dan ilmu kalam.
Selanjutnya ilmu yang bersifat kifayah yakni dalam mencarinya cukup beberapa orang namun bila satu wilayah tidak ada yang mencari ilmu tersebut hukumnya dosa. Contoh daripada ilmu ini adalah ilmu Bahasa Arab, Ilmu Hadits, Ilmu Sejarah dan lain sebagainya.
Ilmu sangatlah penting. Sebagai upaya mengasah otak dan meningkatkan wawasan serta menambah keimanan. Ada sebuah ibarat setan senang melihat orang meninggalkan ibadah tetapi setan lebih senang melihat orang yang enggan mencari ilmu. Dalam sebuah kitab ta'lim disebutkan setan lebih takut orang alim yang tidur daripada orang satu masjid beribadah tanpa mengerti ilmu sholat.
Oleh karena itu marilah kita senantiasa mengasah otak dan meningkatkan keimanan dengan mencari ilmu. Semoga bermanfaat.
Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji
Kabupaten Malang Jawa Timur
Malang, 5 Februari 2022 M
3 Rojab 1433 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar