Rabu, 10 Februari 2021

Bergeraklah Untuk Mendapat Keberkahan

 



Ada sebuah motivasi dalam bahasa arab  yang artinya apabila bergerak maka akan barokah. Sejenak kita merenung dan bertafakur hubungan antara bergerak dan barokah. Bergerak dari kata dasar gerak. Orang yang bergerak otomatis ia tidak diam. 


Bila kita seorang mahasiswa di perguruan tinggi Islam maka akan menemui sebuah organisasi pergerakan. Tak lain organisasi itu disebut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang akrab dengan PMII. Kemudian penulis sampai saat ini masih menjadi anggota gerakan guru menulis. Dimana gerakan ini bertujuan membangkitkan semangat literasi bagi guru. 


Tentang barokah bila kita di dunia pesantren tentu tidak asing. Karena seorang santri pasti mengharap barokah  dari sang kyai. Barokah dalam bahasa kitab pesantren adalah ziyadul khoir yang artinya bertambahnya kebaikan. Kebaikan yang berkahi sebab niat tulus dari pelaku kebaikan tersebut. 


Setelah kita fahami definisi gerak dan barokah tersebut dapat ditarik kesimpulan dari ungkapan tersebut di awal. Bahwa orang yang mau bergerak dipastikan akan mendapat keberkahan. Tetapi bergerak yang akan dapat barokah bila pergerakannya itu positif atau baik menurut masyarakat. Misalnya mencari ilmu, bekerja yang halal, organisasi yang manfaat bagi dirinya dan kebaikan lainnya. 


Ungkapan bergerak membawa berkah tidak berlaku bagi pelaku maksiat. Oleh karena itu mari kita berusaha bergerak dalam kebaikan. Bergerak untuk membangkitkan literasi dalam diri kita. Bergerak mengukir prestasi diri kita. Bergerak mengisi sisa - sisa umur di dunia ini dengan hal - hal yang bermanfaat. Sehingga bila kita sudah tiada masih dikenang dan mendapat pahala yang mengalir. Aaamiin. 


Malang, 10 Februari 2021

Penyuluh Agama Islam Pakisaji Malang

Anggota Gerakan Guru Menulis UNIRA

Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 1 Wagir

Minggu, 07 Februari 2021

Doa Media Paling Jitu Dalam Bertaqorrub Pada Yang Maha Kuasa

 


  Permintaan dari tingkat bawah pada yang lebih tinggi termasuk disebut doa. Doa sebagaimana sabda Nabi Muhammad adalah inti ibadah. Ibadah umat Islam terutama sholat lima waktu dengan diawali takbirotul ihrom dan diakhiri salam. Seluruh rangkaian sholat tersebut adalah doa dan memuji Allah. 


 Doa secara tidak langsung kita sudah menyebut nama Allah. Sehingga ada satu keuntungan bila kita menyertakan doa dalam aktivitas kita. Yakni supaya syaitan tidak ikut campur dalam aktivitas kita. Contoh saat makan, bila sebelum makan kita membaca doa dipastikan makanan yang kita makan menjadi barokah. 


 Doa itu penting sebagai ritual percaya kepada Tuhan. Melalui berdoa kita sudah percaya adanya Tuhan Yang Maha Kuasa yakni Allah subhanahu wata'ala. Serumit apapun masalah namun bila kita masih mau berdoa dipastikan Allah akan memberi solusi atau jalan keluar. 


 Adanya permasalahan kemudian belum bisa memecahkan akhirnya berkeluh kesah dalam bahasa jawa dikenal dengan sambat. Keluh kesah dengan bahasa akrab curhat sudah melekat di masyarakat. Keluh kesah atau curhat yang terbaik adalah kepada Allah bukan pada sesama manusia. Tetapi keluh kesah kepada Allah tidak boleh berlebihan. Berlebihan dalam curhat kepada Allah diartikan sebagai sampai merasa cukup doa yang dipanjatkan. Karena sudah merasa cukup sampai putus asa. 


 Tidak boleh menyerah dalam berdoa. Karena Allah punya cara mengijabah sendiri. Tidak harus apa yang kita minta harus seketika dikabulkan. Sehingga dalam Al Quran Allah mengingatkan kepada kita yang artinya kemungkinan apa yang kita anggap bagus tetapi buruk bagi kita. Dan kemungkinan apa yang kita anggap jelek ternyata baik bagi kita. 


  Sebenarnya permintaan kita kepada Allah adalah subjektif pengijabahannya.  Hal ini dikarenakan belum murni dari hati tulus kita. Dalam diri masih tercampur maksiat dan dosa. Oleh karena itu salah satu adab berdoa diawali dengan istighfar dan syahadat. 


 Melalui istighfar kita minta dosa kita diampuni. Kemudian dengan syahadat iman kita secara tidak langsung bertambah yaqin dan kuat.


 Mari kita berdoa sebagai sarana bertaqorrub kepada Allah. Bertaqorrub dengan artian mendekatkan diri kepada Allah. Bila kita sudah berusaha mendekat in sya Allah segala permasalahan akan ada solusi. Semoga bermanfaat. 




Malang, 7 Februari 2021

Santri PPAI Nurul Hikmah 

Anggota GGM Nusantara Unira

Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji


Sabtu, 06 Februari 2021

Menjaga Kesehatan Di Akhir Zaman

 




Saat masa seperti ini sepatutnya untuk merenung sejenak agar tidak sampai sakit. Sakit yang sangat tidak diharapkan oleh semua orang. Setiap orang pasti pernah mendengar ungkapan menjaga lebih baik daripada mengobati. Andaikata uang kita banyak sekalipun lebih baik digunakan untuk bersedekah daripada dibelikan obat. 


Termasuk faktor yang paling penting dalam menjaga kesehatan adalah dari diri pribadi kita sendiri. Keyaqinan diri dalam menjaga iman serta pemikiran positiflah yang akan membangun mindset yang baik muncul kesehatan yang baik pula. Menjaga atau dalam bahasa lain dikatakan hati - hati seyogyanya tidak terlalu berlebihan. 



Dalam agama ada dua hal yang perlu kita cermati yakni musibah atau ujian. Bila kita sudah berhati - hati dalam menjaga kesehatan namun tetap sakit bisa dikatakan ujian. Ujian yang menimpa, kita wajib untuk bersabar dan menguatkan iman kita. Namun bila tidak mau menjaga kesehatan lalu tertimpa sakit inilah yang disebut musibah. Kita harus bisa membedakan mana musibah dan mana ujian. 



Malang, 6 Februari 2021 

Kamis, 04 Februari 2021

Kuterima Buku Sang Motivator Literasi

 




Tatkala terik matahari mulai menyengat kulit. Ada jasa pengantar buku datang ke rumah. Setelah pengantar menyerahkan paket buku kepada saya dengan rasa penasaran kubuka isi paket itu tadi. Perasaan gembira mulai datang setelah tahu dan ingat bahwa dahulu pernah memesan buku karya Dr. Ngainun Naim. Dan buku ini merupakan buku ketiga yang saya terima. 


Melalui judul menulis itu mudah, maka penulis membangkitkan pembaca untuk  mulai memahami proses menulis tidak sulit seperti dibayangkan. Dr. Ngainun Naim merumuskan ada 40 jurus jitu untuk mewujudkan karya. Ya,  dengan berkarya maka seorang manusia akan senantiasa mendayagunakan akal fikirannya untuk kedepan lebih maju dan bermanfaat. Bermanfaat bagi penulis dan pembaca. 


Setelah halaman cover dari buku yang saya terima, ada hal yang luar biasa. Disana termaktub tanggal pengiriman beserta tanda tangan beliau dan ada ungkapan motivasi. Beliau memberi spirit kepada saya dengan ungkapan, selamat membaca dan mari menulis. Ungkapan motivasi ini menggambarkan adanya hubungan membaca dan menulis. Karena dengan membaca akan muncul ide - ide yang baru untuk menulis. 


Semoga dengan buku ketiga yang saya terima lebih manfaat ilmu beliau. Kemudian untuk Dr. Ngainun Naim senantiasa diberikan sehat wal afiat istiqomah memberi spirit literasi. Karena dengan keistiqomahan beliau memberi motivasi literasi melalui karya - karyanya  in sya Allah akan menjadi amal jariyah. Amal jariyah ini akan terus mengalir sampai hari kiamat. Aaamiiin. 




Malang, 4 Februari 2021

Anggota GGM Nusantara UNIRA

Mahasiswa Pasca sarjana UNIRA

Penyuluh Agama Islam Pakisaji

Rabu, 03 Februari 2021

Tumbuhkan Semangat Baca Quran Di Masa Pandemi



Tatkala adzan saat sholat Ashar telah berkumandang. Namun rintikan hujan mulai turun dari langit dengan mendung memadati langit. Anak - anak santri  dengan bersemangat tetap berangkat menuju TPQ tempat mereka mengaji. Ya mengaji untuk bekal masa depan yang lebih baik lagi. 


Tantangan pendidikan masa sekarang sangatlah sedang diuji. Apalagi dengan adanya masa pandemi terhitung sejak bulan maret lalu sampai sekarang. Pro kontra di masyarakat terkait pencegahan covid dengan mengurangi kerumunan bermunculan. Terutama kegiatan anak - anak mengaji. Sebagian orang tua santri berpendapat sekolah sudah daring tapi untuk mengaji diusulkan tetap masuk. 


Sebagai kepala madrasah dengan berbagai pertimbangan memutuskan untuk memasukan santri mengaji. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, santri memakai masker dan datang langsung mengaji dan terus pulang. Proses yang tidak seperti biasanya, diharapkan tidak terjadi kerumunan. 


Meski demikian semangat anak - anak santri tetap dan orang tua mendukung. Walau hujan dan masa pandemi, demi masa depan juga sebagai tabungan akhirat. Karena anak yang sholih dan sholihah yang menjadi harapan orang tua. Semoga kita termasuk birrul walidain yakni anak yang patuh kepada orang tua. Begitu pula semoga putra putri kita dijadikan generasi Qur'ani kelak akan mendoakan kita bila sudah di alam barzakh. Aaamiin. 



Malang, 3 Februari 2021 

Santri PPAI Nurul Hikmah Kebonagung 

Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji

Mahasiswa Pasca sarjana UNIRA

Selasa, 02 Februari 2021

Semangat Untuk Kebaikan

 




Semangat merupakan fondasi awal dalam suatu aktivitas. Dalam menuntut ilmu semangat merupakan resep kedua setelah murid menyadari atas kecerdasannya. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Syaikh Azzarnuji dalam maha karyanya "ta'lim muta'alim".  Beliau mengungkapkan bahwa resep mencari ilmu ada 6 yang salah satunya adalah semangat. 


Semangat yang mempunyai orientasi pada pekerjaannya agar segera selesai. Semangat dengan ketulusan hati tanpa dilandasi apapun akan memberikan kepuasan tersendiri. Semangat yang harus dijaga oleh semua orang. 


Andai seseorang tidak semangat dalam bekerja orang lain pun terkadang enggan untuk melihatnya. Banyak faktor yang mempengaruhi semangat seseorang. Pengaruh yang dapat menurunkan seseorang bisa dari orang lain, hasil yang tidak sesuai rencana atau bahkan dari diri kita sendiri. Bisa jadi diri kita terlalu lelah sehingga untuk melangkah pada aktivitas berikutnya sudah kurang bersemangat. 


Saat semangat sedang menurun maka yang harusnya kita lakukan adalah berusaha bangkit. Ya bangkit agar tidak terlalu lama dalam downnya semangat jangan sampai kemalasan datang. Berdoa kepada Yang Maha Kuasa karena atas petunjuk dan pertolongannya kita bisa menjaga semangat kita. Semoga kita senantiasa dapat istiqomah semangat untuk melakukan kebaikan. 





Malang, 2 Februari 2021

Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji

Mahasiswa Pasca sarjana UNIRA

Guru Agama SMPN 1 Wagir

Senin, 01 Februari 2021

Mendayagunakan Kalimat Mumpung

 




  Aji mumpung merupakan suatu ungkapan jawa yang tak asing bagi kita. Kadang kita gunakan hal positif kadang juga negatif. Semisal hal positif, terbiasa karena melakukan kemalasan suatu ketika ingin mengerjakan sesuatu lalu ia kerjakan. Kemudian dalam hatinya bergumam mumpung mau mengerjakan. Hal seperti ini boleh saja dilakukan asalkan bisa lebih dikendalikan untuk mempertahankan hal positif. 


  Hati manusia memang sering berubah - rubah. Namun apabila kita bisa berdoa dan berikhtiyar agar bisa kita arahkan pada hal positif, kenapa tidak. Kekuatan terbesar manusia sebenarnya ada dalam keteguhan hati. Ya keteguhan hati, atau bisa dikatakan kemantapan hati. Bila hati sudah yaqin meskipun keadaan kurang mendukung, maka in sya Allah akan ada jalan yang terbaik. 


  Dikembalikan lagi pada hati, aji mumpung bila dibahasa Indonesiakan 'selagi'. Selagi masih muda, selagi sehat dan selagi yang lainnya bersifat positif mari kita jaga. Tidak selalu kalimat selagi dikonotasikan negatif. Semisal, selagi tidak ada orang saya maksiat, selagi tidak punya uang lalu mencuri dan lain sebagainya. 


 Mari selagi kita sehat, dapat beraktivitas yang bermanfaat. Terutama bermanfaat kepada orang lain. Namun apabila belum bisa bermanfaat kepada orang lain agar tidak merugikan. 



Malang, 1 Februari 2021

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...