Jumat, 19 November 2021

Jiwa Yang Tenang Dengan Banyak Melakukan Sujud

 



Manusia adalah makhluk hidup yang diberi perangkat lengkap oleh Allah SWT. Perangkat tersebut terdiri dari jiwa, akal, dan nafsu. Karena makhluk yang hanya memiliki nafsu adalah hewan. Sedangkan makhluk yang hanya memiliki akal adalah malaikat. Oleh karena itu manusia mempunyai perangkat yang lengkap dalam menjalani kehidupan di dunia ini.  

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pastilah yang dicari adalah ketenangan jiwa. Tenang dalam ungkapan lainnya yaitu tentram dan tidak bingung atas kondisi yang sedang dialaminya. Namun yang menjadi perenungan adalah bagaimana menciptakan ketenangan itu sendiri ? 

Tenang tidaklah kita cari dimana, tetapi bagaimana kita menciptakan. Hanya ada satu jawaban dari pertanyaan tersebut, yakni dengan kita memperbanyak sujud kepada Allah SWT. Dikembalikan kepada diri pribadi kita dalam sehari semalam berapa kali kita sujud kepada-Nya. Kemudian saat kondisi apa saja kita ingat pada Allah SWT. 

Ada salah satu nama tim sepak bola yang bisa dikaitkan dalam pembahasan tenang. Tim tersebut adalah AREMA. Nama Tim ini apabila dijabarkan menjadi Ati Rogo Eleng Marang Allah. Ati adalah hati, yang dimaksud rohani. Rogo yakni fisik atau jasmani. Eleng berarti ingat. Marang berarti kepada. Sehingga bila dirangkai menjadi Rohani dan Jasmani ingat kepada Allah. Menjadi kata kunci tenang adalah ingat pada Allah. 

Dalam kitab suci Al Qur'an surat Ar-ro'du telah dijelaskan yang artinya ingatlah dengan dzikir(ingat) kepada Allah hati kita menjadi tenang. Sejalan dengan firman Allah SWT tersebut dapat ditarik kesimpulan melalui ingat kepada Allah hati kita akan tenang. Selanjutnya muncul pertanyaan berapa kalikah kita sebagai umat Islam untuk ingat kepada Allah SWT ? 


Kita tenang karena ingat pada-Nya. Ingat Allah bersama kita. Ingat Allah yang memberi jalan kemudahan. Ingat Allah yang Maha Pengampun atas segala dosa. Ingat bahwa hanya Allahlah yang dapat memberi ketenangan kebahagiaan kita. 


Malang, 19 November 2021 

Senin, 25 Oktober 2021

Sehat Jiwa Raga Melalui Jalan Sehat Hari Santri Tahun 2021

 



Pada tahun 2021 hari santri bertemakan santri siaga jiwa raga. Seiring dengan tema, Pondok Pesantren PPAI Nurul Hikmah Desa Kebonagung bersinergitas dengan Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji dalam memeriahkan hari santri melalui kegiatan Jalan Sehat Bersama Santri. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 24 Oktober 2021 dengan peserta santri Pondok dan Madrasah Diniyah Nurul Hikmah.  

Kegiatan ini dimulai tepat pukul 06.10 dengan diawali dengan senam santri bersama. Senam adalah satu aktivitas untuk melemaskan otot – otot kaki dan tangan sebelum jalan sehat. Semua peserta mengikuti dengan khidmat senam santri ini yang dipandu oleh santri Madrasah Diniyah Nurul Hikmah.

Setelah senam seluruh peserta mengikuti acara pembukaan yang dilanjutkan dengan menyanyikan 3 lagu, yakni lagu kebangsaan Indonesia Raya, syubbanul wathon dan mars hari santri. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Pengasuh Pondok Pesantren PPAI Nurul Hikmah Kebonagung Kec. Pakisaji.

Dalam sambutannya KH. Muhammad Hanief selaku Pengasuh Pondok Pesantren PPAI Nurul Hikmah mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangatlah sesuai dengan tema yang diangkat pada hari santri tahun ini. Tidak hanya mengaji yang dilakukan santri tetapi melalui jalan sehat jiwa dan raga akan sehat. Ada salah satu ungkapan di dalam jasmani yang sehat ada akal yang sehat. Sambutan beliau diakhiri dengan pembacaan doa pemberangkatan jalan sehat.

Rute perjalanan tidak lebih dari 5 km karena masuk di jalan – jalan kecil desa Kebonagung. Di tengah perjalanan, dalam rangka ikut serta menyukseskan kegiatan jalan sehat Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji membagikan konsumsi kepada seluruh peserta jalan sehat. Ust. Saiful Bakri sebagai koordinator kecamatan mengungkapkan kegiatan ini sangatlah efektif dalam menyehatkan jasmani dan rohani. Oleh karenanya pada tahun depan dapat dilanjutkan kerja sama antara Penyuluh dan Pondok Pesantren Nurul Hikmah.

Akbar Wicaksono selaku Kepala Madrasah Diniyah Nurul Hikmah juga menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat ini sudah yang kedua kalinya. Pada tahun 2019 juga sudah dilaksanakan bertepatan pada hari santri yang saat itu didampingi langsung oleh almh. Ning Hj. Maria Ulfah. Kemudian tahun ini dilanjutkan oleh adik beliau yakni Ning Hj. Kholidah Masruroh sebagai dewan pembina Madrasah Diniyah Nurul Hikmah.



Di tengah perjalanan seluruh peserta jalan sehat dihibur game oleh panitia dari Pondok Pesantren Nurul Hikmah. Game atau outbond yang dipandu oleh Idham Fauzan sangatlah membuat peserta dapat menikmatinya dengan canda tawa dalam keseruan game yang diikuti.

Pondok Pesantren PPAI Nurul Hikmah Kebonagung merupakan start dan finish jalan sehat. Setelah peserta sampai lokasi finish langsung dijamu dengan makanan khas santri yakni soto ayam. Semoga kegiatan ini senantiasa memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan panitia sehingga di tahun berikutnya dapat dilaksanakan kembali. Melalui jalan sehat jiwa dan raga akan sehat. Aaamiin.  

 

Kebonagung, 24 Oktober 2021

 

  


Minggu, 26 September 2021

Berhati-hati Dari Dosa Yang Merusak Iman Seseorang

 



 Setiap manusia pastilah mempunyai keyakinan dalam hatinya. Baik yakin terhadap adanya Tuhan maupun ada sebagian manusia yang tidak meyakininya. Tetapi hal itu tidaklah ada masalah karena kembali kepada keyakinannya. Sedangkan keyakinan dalam bahasa agama kita fahami dengan istilah iman.


  Iman secara istilah mempunyai makna yakin atau percaya. Iman secara bahasa mempunyai arti meyakini dalam hati, membenarkan dengan lisan dan mewujudkan dengan perbuatan atas apa yang diyakininya. Namun penulis tidak akan membahas tentang Iman beserta lingkupnya rukun Iman yang berjumlah enam. Penulis akan membahas bagaimana menjaga dan merawat iman agar tetap berada didalam hati sampai akhir hayat.

  

  Imam Hanafi salah seorang ahli fiqih pernah ditanya para sahabatnya tentang dosa yang akan merusak iman. Kemudian Imam Hanafi dalam kitab daqoiqul akhbar menjelaskan ada tiga dosa yang akan merusak iman. Tiga dosa itu diantaranya yang pertama meninggalkan bersyukur atas iman, yang kedua meninggalkan kekhawatiran akan akhir hayat dan yang ketiga adalah dzolim terhadap sesama manusia.


  Dosa yang merusak iman  pertama adalah meninggalkan bersyukur atas iman. Pada ruang bersyukur, mungkin tidak asing bagi kita. Sering kita bersyukur atas rezki, sehat wal afiat dan banyak lagi syukur yang kita panjatkan. Dari berbagai syukur ada yang paling utama harus disyukuri, yakni mensyukuri iman. Bagaimana kita mensyukuri iman ? ya, dengan menjalankan ibadah kepada Allah SWT sebagai perwujudan syukur atas iman.


  Dosa yang merusak iman  kedua adalah meninggalkan kekhawatiran akan akhir hayat. Menyikapi kondisi saat akhir kehidupan kita, seyogyanya tidak terlalu meremehkan dan tidak terlalu berlebihan memikirkannya. Hal ini dikarenakan kematian adalah hal misteri yang tidak bisa ditebak semua orang. Oleh karena itu kita wajib menyiapkannya sewaktu – waktu, kapanpun kita harus siap. Sehingga kita sebagai muslim harus mempunyai angan-angan meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah. Untuk meraih husnul khotimah mari mulai sekarang untuk membiasakan diri melakukan ibadah dan meminimalkan maksiat.


  Adapun yang dapat merusak iman ketiga adalah dzolim atau aniaya terhadap sesame manusia. Dosa seperti ini disebut dosa sesama manusia. Untuk mengatasi hal ini bisa dengan membacakan istighfar selesai sholat. Saat membaca istighfar seraya berniat dalam hati agar orang yang didzolimi mau memaafkan. Begitupun sebaliknya orang yang mendzolimi kita juga kita maafkan.


  Demikianlah tiga dosa yang akan merusak iman seseorang. Marilah bersama-sama menjaga agar iman kita tidak sampai rusak karena tiga hal tersebut. Semoga bermanfaat baik untuk penulis dan pembaca.

 



Malang, 26 September 2021

Materi ini telah disampaikan dalam majelis taklim dan khutbah jum’at.

Penulis adalah anggota Gerakan Guru Menulis Nusantara

Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji

Guru PAI SMP Negeri 1 Wagir


Selasa, 31 Agustus 2021

Asah Kecerdasan Dalam Menghadapi Ujian

 



Sebagai seorang mahasiswa mempunyai tuntutan yang lebih. Tidak hanya sekadar hanya menempuh bangku perkuliahan. Namun dapat berfikir lebih kritis dari apa yang sedang dialaminya. Baik itu di lingkup tempat belajar, di masyarakat bahkan di keluarga sekalipun wajib menggunakan pemikirannya.


Saat menggunakan pemikirannya perlu adanya tuntunan dan bimbingan. Tuntunan bisa dari teman yang mempunyai pengalaman sehingga dapat diambil pelajaran. Baik pelajaran yang baik dan buruknya. Baik dapat kita tiru dan buruknya bisa ditinggalkan juga berhati-hati agar jangan sampai meniru pengalaman buruknya.


Bimbingan atas pemikiran kita sangatlah penting. Terutama saat menjelang ujian. Apakah anda akan ujian skripsi atau tesis, jelas membutuhkan bimbingan dari seorang dosen pembimbing. Dosen pembimbing juga mempunyai cara dan karakter tersendiri dalam membimbing mahasiswanya. Ada yang mudah ditemui dan sabar dalam membimbing. Namun ada pula yang sulit ditemui tetapi juga sabar pada mahasiswa.


Setelah melakukan bimbingan dengan berbagai suasananya yang diharapkan dari seorang mahasiswa kepada dosen pembimbing adalah rekom atau persetujuan mengikuti ujian. Ujian pada akhir perkuliahan adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban mahasiswa atas karya tulis yang telah ia buat. Oleh karenanya di bagian akhir karya tulis terdapat surat pernyataan keaslian tulisan yang menunjukkan bahwa tulisan tersebut adalah tidak plagiasi.


Hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari ujian akhir di bangku perkuliahan diantaranya menguji tingkat literasi seorang mahasiswa. Bagaimana tingkat baca tulis mahasiswa dari tahun ke tahun apakah ada peningkatan atau tetap. Bila mahasiswa dapat menambah literasi setiap hari secara tidak langsung akan memperkaya wawasan pengetahuannya juga mengasah pemikirannya untuk lebih kritis dan inovatif.    


Catatan kecil setelah mengikuti ujian tesis 

Malang, 31 Agustus 2021


Jumat, 04 Juni 2021

Sejenak Tentang Hobi

 


Setiap orang pastilah mempunyai hobi. Hobi dengan berbagai pemahaman yang pada akhirnya kita merasa nyaman  terhadap apa yang kita lakukan. Kesenangan tanpa beban itulah pada hakikat daripada hobi. 


Saat kita melakukan suatu hobi, tentunya tidak mau diganggu oleh siapapun. Bila ada orang lain yang menganggu kita, maka kita secara tidak langsung menjawab saya sedang melakukan hal penting. Mungkin ada beberapa orang bisa melakukan hobinya meskipun ada orang lain yang menganggu. 


Pemilihan hobi sangatlah penting. Meskipun itu yang kita senangi, namun apakah tidak merugikan orang lain dan dapat berdampak positif bagi kita. Oleh karena itu, sebagai manusia kita dibekali  akal agar berfikir antara yang baik dan buruk. 


Kesenangan yang kita alami juga perhatikan jenjang usia kita. Kala masih anak - anak bermainlah menjadi hobinya. Saat beranjak dewasa mulai mengenal aktivitas apa yang mulai disenangi. Ada yang masih seperti anak - anak yakni bermain dan ada yang memiliki hobi memancing, bersepeda, berenang dan lainnya. 


Suatu aktivitas positif yang hampir semua orang bisa melakukan adalah menulis. Ya menulis. Memang kalau belum terbiasa juga sulit untuk memulai. Apalagi menjadikan menulis sebagai hobi. Padahal belajar menulis sudah dimulai sejak usia dini sampai tak terbatas. Dikatakan tak terbatas kita dalam kehidupan sehari-hari usia yang tua sekalipun bisa menulis di gadget dengan media whatssapp. 


Membuat menulis menjadikan hobi membutuhkan proses yang tidak sebentar. Memerlukan perjuangan dari diri kita. Melalui banyak niatan, terpenting dapat melakukan aktivitas menulis yang menghasilkan manfaat dan berkah. Semoga kita dapat memilih dan memiliki hobi yang bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Aaamiin. 



Malang, 5 Juni 2021 


Rabu, 26 Mei 2021

The Power Silaturahmi

 


  Umat Islam zaman sekarang diuji oleh Allah perihal silaturahmi. Melalui adanya peraturan pemerintah dilarang mudik semakin bertambah kesabaran dan meningkatkan doa kepada yang biasa dikunjungi terutama orang tua. Mungkin pandemi ini tidak tahu kapan berakhirnya, namun usia orang tua kita sampai kapan bisa bertemu kembali dengan kita. 


  Menurut asli arti kalimat dari silaturahmi adalah menyambung kasih sayang. Kalimat menyambung mempunyai dua makna. Yang pertama menyambung karena putus dan kedua menyambung untuk memelihara persaudaraan. Menjadi pertama dan paling utama adalah menyambung karena putus dalam artian tidak pernah dikunjungi. Bahkan sampai hilang urutan saudaranya. 


 Pada umumnya di masyarakat sudah menjadi kebiasaan saling berkunjung satu sama lain. Bila sudah dikunjungi maka suatu saat nanti akan mengunjungi. Lebih dari itu, saat orang lain tidak pernah mengunjungi kita, sudah menjadi anjuran agama agar kita mengunjunginya. Memang berat menurut hati kita, dalam bahasa umumnya tidak pernah berkunjung kepada kita kenapa kita berkunjung kepada orang itu. 


  Makna kedua daripada silaturahmi seperti yang sudah disebutkan di atas adalah merawat persaudaraan. Semampang nuansa hari raya sebagai umat Islam mari menyempatkan untuk bersilaturahmi. Saat di luar hari raya kita disibukkan dengan pekerjaan. Berbeda dengan orang yang bisa membagi waktu antara pekerjaan dan silaturahmi. 


  Dengan demikian mari kita selalu menjaga silaturami. Semoga tulisan ini menjadi bermanfaat baik pembaca maupun penulis pribadi. Aamiin. 



Malang, 26 Mei 2021

Selasa, 25 Mei 2021

Perlu Adanya Keseimbangan Antara Berfikir dan Berdzikir

 



Sebagai pelaksana suatu kegiatan, tentunya kita mempunyai suatu rencana yang akan dikerjakan. Hal ini terkhusus untuk diri pribadi kita. Wujud kegiatan itu baik atau buruk terkadang kita tidak memikirkannya, terpenting adalah pelaksanaannya. Setelah pelaksanaan barulah muncul berbagai pelajaran yang wajibnya kita jadikan evaluasi untuk kegiatan berikutnya.


Pelaksanaan suatu perbuatan itu bermula dari proses berfikir kita. Dalam kaidah pembelajaran IPA pada jenjang sekolah, merupakan tanda kehidupan manusia yakni dengan berfikir. Proses berfikir seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Bisa jadi usia masih kecil karena di lingkungan keluarga yang menuntutnya menjadi seorang pemimpin, ia bisa lebih dewasa. Begitu sebaliknya usia dewasa, namun dalam lingungan anak – anak  ia akan terlambat dalam pendewasaan.


 Dalam dunia pesantren, santri mengenal para ulama’ yang ahli fikir dan dzikir. Suksesnya seorang santri dalam belajar yakni melalui adanya keseimbangan antara fikir dan dzikir. Tidak mudah kita bisa menyeimbangkan antara berfikir dan berdzikir. Oleh karena itu, setiap akan berfikir ataupun setelahnya wajib kita ingat pada yang membuat akal kita. Dengan mengingat akan pencipta kemampuan berfikir secara tidak langsung termasuk dzikir.

Mulai sekarang, marilah kita seimbangkan antara berfikir dan berdzikir. Berhati – hati dalam melakukan suatu kegiatan atau aktivitas di dunia ini, karena semua akan diminta pertanggungjawabannya. Melalui adanya fikir dan dzikir apapun yang kita kerjakan menjadi berkah dan terarah. Semoga bermanfaat dan lebih berhati – hati dalam proses menjalani kehidupan ini dengan berfikir dan berdzikir.

 

 

Malang, 25 Mei 2021


Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...