Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitulah pepatah yang sudah familiar di masyarakat. Tetapi tidak banyak orang yang memahami bahwa saat pertemuan datang mau akan memanfaatkannya dengan baik pertemuannya itu, bahkan hanya sekedar mengugurkan kewajiban saja.
Sampai bila sudah ditinggalkan tidak ada pengaruh yang membekas sedikitpun.
Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan pada umat Islam agar mempunyai keinginan besar agar bisa masuk di bulan Romadhon karena sangat istimewa yang di dalamnya dilipatgandakannya pahala. Dari bulan Rojab Nabi Muhammad SAW mengajak untuk berdoa sebagai berikut Allahumma baariklanaa fii Rojaba wa Sya'banaa wa ballighnaa Romadhona, artinya : Ya Allah barokahi kami di bulan Rojab dan Sya'ban serta sampaikan kami di bulan Romadhon.
Tidak sedikit umat Islam yang hanya melewatkan bulan suci Romadhon begitu saja. Secara logika dari 2 bulan sebelum Romadhon yakni bulan Rojab kita sudah berdoa sesuai dari hadits Nabi Muhammad di atas, tetapi kenyataannya bila masuk dalam bulan suci Romadhon hanya beberapa Muslim yang efektif untuk menghidupkan malam-malam Romadhon. Kenyataan seperti ini merupakan suatu keprihatinan psikis yang harus diluruskan serta dibangkitkan ghiroh atau semangat dalam beribadah.
Nabi Muhammad SAW bersabda : Ad diinu huwal aqlu laa diina liman laa aqla lahu, yang artinya agama adalah untuk orang berakal, tidak beragama bagi yang tidak berakal. Dalam kajian biologi termasuk tanda hidupnya manusia yakni dengan menggunakan akalnya atau bisa dikatakan berfikir. Dalam proses berfikir ini merujuk daripada dua dalil di atas sehingga untuk menjadi manusia yang lebih baik dan bertaqwa harusnya menggunakan akalnya dengan baik pula.
Keterkaitan antara akal dan pembahasan perpisahan dengan bulan suci Romadhon yakni banyaknya umat Islam yang sudah faham akan kewajiban dan keutamaan di bulan suci Romadhon tetapi masih enggan giat ibadah dengan maksimal. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa saat bulan Romadhon syetan iblis dipenjara dalam api Neraka serta ditutupnya pintu Neraka dan dibuka pintu-pintu Surga. Sehingga dibenak fikiran kita pastilah ada pertanyaan kenapa masih banyak yang tidak puasa dan malas melakukan ibadah ? Maka jawabannya adalah karena keterbiasaan malas ibadah sebelum Romadhon terlebih kurang maksimalnya niat.
Solusi untuk peristiwa-peristiwa tersebut di atas adalah yang pertama meningkatkan belajar agama, kedua memberi sugesti atau meyakinkan diri sendiri untuk bisa menjalankan ibadah. Yang ketiga menata niat dalam hati. Yang keempat berdoa kepada Allah agar selalu mendapat hidayah dan pertolonganNya dan yang terkhir memaksakan diri untuk menajalankan ibadah.

Bismillah
BalasHapusAlhamdulilah
HapusSemoga Ramadhan kali ini berkah dan bisa bertemu ramadhan tahun depan. Amin.
BalasHapusAaamiin
HapusMantab Pak Ustadz Akbar... lanjutkan
BalasHapusMatur nuwun Pak
HapusSemoga semua amal kita di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT sehingga kita mendapat 3 bonus dari Allah SWT yakni Rahmah, Maghfirah dan Itqun minannaar. Dan semoga kita diberi kempatan lagi untuk berjumpa bulan Ramadhan mendatang....
BalasHapusAaamiin
HapusAamiin Aamiin
BalasHapusMatur nuwun
Hapus