Rabu, 20 Mei 2020

PERJUANGAN MENGGAPAI KESUCIAN JIWA MELALUI ROMADHON






    Dalam satu tahun hijriyah Allah memilih satu bulan yang diberi keistimewaan daripada bulan lainnya. Dalam bulan ini ada lima (5) kegiatan yang rutin serta menjadi ciri khas bulan ini yang pada akhirnya masuk pada bulan selanjutnya mendapat gelar fitri atau suci.

     Bulan tersebut tidak lain adalah Bulan Suci Romadhon dengan bahasa jawanya yakni wulan poso. Dimana pada bulan ini seluruh umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Ibarat ulat yang akan menjadi kupu-kupu harus bertapa dahulu menjadi kepompong. Tanah liat agar mempunyai nilai jual yang tinggi maka agar menjadi patung yang bagus indah seharusnya tanah itu akan dipaksa dengan proses yang cukup lama serta berbagai alat yang dipakai sehingga jadilah patung. Begitu pula dengan umat Islam agar menjadi umat Islam yang bertaqwa maka Allah menjadikan bulan suci Romadhon sebagai kawah candra dimuka dalam pengemblengan umat Islam mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT. 

   Adapun kegiatan rutin dalam proses ketaqwaan kepada Allah SWT yang pada akhirnya menjadikan umat Islam meraih fitri atau kesucian ada 5 hal. Yang pertama adalah Puasa, Kedua Sholat Malam, Ketiga Tadarus Al Quran, Keempat Shodaqoh dan yang Kelima Zakat. 

    Yang pertama yakni puasa merupakan proses yang wajib dilakukan umat Islam saat memasuki bulan suci Romadhon. Dengan puasa kita mempunyai daya keterpaksaan dalam mengendalikan hawa nafsu. Yang kedua adalah sholat malam dimana ibadah ini merupakan khas daripada bulan suci Romadhon yakni tidak lain sholat tarowih. Dalam Sholat Tarowih umat Islam dilatih untuk sabar melihat makna tarowih sendiri adalah santai. Beberapa orang dalam pelaksanaan sholat tarowih yang kurang paham tentang sholat tarowih maka gerakannya bisa terlalu cepat, bila sudah terlalu cepat bukan lagi tarowih dan takjil yang bermakna cepat-cepat. 

     Proses Allah menjadikan Taqwa bagi umat Islam dalam bulan suci Romadhon yang ketiga yakni dengan bertadarus Al Quran. Penting kita bisa memahami perbedaan antara antara membaca Al Quran dengan cara Tadarus, Tilawah, Qiroah, Tahfidz dan Khotaman. Adapun yang dimaksud Tadarus adalah membaca Al Quran dengan 2 orang satu membaca satunya menyimak bacaannya. Yang kedua Tilawah yaitu membaca dengan Tartil sesuai kaidah tajwid. Ketiga Qiroah yaitu membaca Al Quran dengan dilagu. Keempat Tahfidz yaitu membaca Al Quran untuk dihafal dan yang terakhir adalah khotaman rata-rata orang membaca dengan khataman ini sistemnya cepat tapi harus tartil dan jelas makrojnya 

    Tahapan yang keempat yaitu Shodaqoh. Meskipun shodaqoh di luar Romadhon bisa dan umum tetapi bila di dalam bulan suci Romadhon pahalanya dilipatgandakan. Banyak dalil dalil baik naqli (Al Quran Hadits) maupun Aqli (akal) yang menegaskan pentingnya dan manfaat shodaqoh. Bila secara Aqliyah shodaqoh dalam bulan suci Romadhon akan lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui kegiatan sosial, semisal bagi-bagi takjil, memberi hidangan buka bersama, memberi hidangan bagi yang bertadarus dan lain sebagainya. 

    Proses yang kelima untuk menjadi orang bertaqwa melalui latihan dibulan suci Romadhon yakni dengan menunaikan zakat di akhir bulan suci Romadhon. Dalam hadits Nabi Muhammad SAW disampaikan bahwa orang yang berpuasa di bulan suci Romadhon namun tidak menunaikan zakat, maka amalnya tergantung di antara langit dan bumi. Selain itu hikmah ditunaikannya zakat bagi yang berpuasa adalah membersihkan jiwanya dari kotoran-kotoran yang telah mengrogoti hatinya semisal iri dengki, dendam, hasud dan lain sebagainya. 

2 komentar:

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...