Lailatul Qodar merupakan malam yang sangat istimewa dan berharga yang sudah diberikan kepada umat Islam. Di Al Quran Allah telah menegaskan pada Surat Al Qodar ayat ketiga yang artinya lailatul qodar adalah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan. Suatu keberuntungan bagi umat Islam yang bisa mendapatkan atau menjumpai lailatul qodar ini. Serta menjadi angan - angan juga harapan mayoritas umat Islam dalam menggapai lailatul qodar ini. Satu hal yang menjadi alasan Allah memberikan keistimewaan ini pada umat Nabi Muhammad SAW yakni dengan diberikannya lailatul qodar.
Untuk mendapatkan atau menjumpai lailatul qodar ulama' zaman sekarang mempelajari dan mengambil ukuran daripada ulama salaf atau zaman dahulu yang sudah berusaha juga menjumpai lailatul qodar. Adapun usaha atau ikhtiyar yang dilakukan serta sudah berhasil oleh ulama salaf yakni dengan sholat tengah malam pada malam - malam ganjil di 10 terakhir pada bulan suci Romadhon. Sholat yang biasa dilakukan oleh Umat Islam pada malam-malam ganjil yakni sholat witir 11 rokaat, sholat tasbih dan sholat lailatul qodar yang diakhiri dengan dzikir- dzikir dan doa.
Ciri-ciri malam lailatul qodar menurut para ulama adalah malam yang sunyi tidak seperti malam-malam biasanya, langit cerah dan tidak ada suara binatang-binatang. Selanjutnya untuk orang yang sudah menjumpai lailatul qodarpun ada tanda-tandanya seperti halnya bila ada umat Islam yang menjalankan ibadah dengan ikhlas tanpa mengharapkan apapun, maka tanda yang nampak adalah mempunyai sikap dan perilaku yang lebih baik daripada sebelumnya juga dalam ibadah yang semakin rajin dan istiqomah.
Setiap cita-cita atau target yang akan dicapai otomatis membutuhkan perjuangan dan pengobanan yang tidak begitu mudah. Dalam peribahasa Indonesia berakit-rakit kehulu berenang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dalam Al Quran surat Al Insyiroh Allah menegaskan Maka, Sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan, Sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan.
Hikmah Allah meletakan Lailatul Qodar pada 10 hari terakhir di bulan suci Romadhon menjadi suatu tantangan bagi umat Islam. Dalam hadits Nabi Muhammad SAW telah masyhur bahwa bulan suci Romadhon dibagi menjadi 3 bagian, pada 10 hari pertama Allah menurunkan Rohmat, 10 hari kedua Allah menurunkan Ampunan dan 10 hari terakhir Allah membebaskan dari siksa api neraka. Fenomena di masyarakat bila sudah memasuki malam ke 21 maka jamaah sholat Tarowih akan maju atau berkurang. Dengan demikian akan nampak umat Islam yang benar-benar istiqomah dalam beribadah dan hanya menunaikan kewajiban saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar