Hanya kekuatan cinta yang dapat menggerakkan segalanya. Seperti anak muda yang sedang bercinta tak memperdulikan keadaan. Baik keadaan panas, dingin, jauh, dekat bagaimanapun kondisinya akan tetap dilakukan. Menjadi tujuannya adalah menyenangkan bagi orang yang disenanginya. Dengan ketulusan hati semua akan dijalaninya juga melalui komitmen yang telah dibangun diawal.
Ada satu kaidah mengatakan barangsiapa yang mencintai sesuatu maka pada hakikatnya ia menjadi hambanya. Sehingga hakikat cinta sebenarnya hanya kepada Yang Maha Segala - galanya. Bila kita mencintai seseorang otomatis akan merasa resah bila berpisah dengannya. Namun apabila cinta itu didasari atas Yang Maha Kasih sayang, maka akan diberi kelanggengan ketabahan dalam menjalaninya. Manusia mempunyai kewajiban untuk berusaha tetap Allah yang menentukan terbaik untuk hambanya.
Rasa sayang dan kasih wajib kita tumbuhkan dari dalam diri kita. Sebelum kita memberikan kepada orang lain dan lingkungan sekitar paling tidak sudah berusaha semaksimal mungkin untuk diri sendiri. Tidak sedikit orang yang mencintai orang lain tapi tidak bisa merawat diri sendiri. Kekuatan kasih sayang akan tumbuh juga bersemi apabila mau mendengarkan dari guru atau orang tua yang menuntun pada kebenaran hakiki.
Benar pengalaman setiap orang tidak sama, setidaknya bisa memaklumi memahami dan senantiasa mendoakan yang terbaik serta berprasangka baik. Menjadi penting dalam menjalin kasih sayang sesama manusia untuk mengendalikan ego masing - masing individu. Baik di organisasi, masyarakat luas khususnya di lingkup keluarga. Semua akan terjalin dengan baik apabila dalam hati mempunyai rasa kasih sayang dengan pengendalian ego maupun diri juga berprasangka baik. Hal yang paling mendasar adalah ikutkan Yang Maha Kuasa disetiap kondisi kita. Apabila sedang susah maka ingat Allah sedang menguji kita kesabaran maupun rasa syukur. Begitupun dengan saat senang Allah juga menguji kita kesabaran agar tidak sombong dan rasa syukur bahwa semua dari Yang Maha Kuasa.
Malang, 14 September 2020

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDhuh Gusti... alhamdulillah.
BalasHapus