Saat ini apa yang sedang kita kerjakan adalah hasil daripada keputusan yang telah kita buat. Dalam membuat keputusan seorang manusia sering kali dipengaruhi oleh 4 hal, yakni fikiran, nafsu, hati nurani dan orang lain. Sehingga kita harus bisa lebih berhati-hati dalam bertindak agar lebih bijak.
Pengaruh yang pertama adalah fikiran kita. Karena fikiran menentukan yang pertama dan utama. Bila seseorang sudah lama dalam berfikir otomatis ia akan lama dalam mengambil keputusan. Sampai orang lain menganggap ia tidak tegas, lemot dan sebagainya. Agar fikiran bisa mengambil keputusan yang cepat dan cerdas, maka satu-satunya cara melatih berfikir cerdas dan cepat juga.
Yang kedua keputusan dapat dipengaruhi oleh nafsu. Ada yang mengibaratkan nafsu seperti anak-anak. Ia memiliki sifat ingin ini dan ingin itu, manja dan malas melakukan sesuatu. Dalam hal agama kejelekan kemaksiatan seseorang pada hakikatnya dipengaruhi oleh nafsunya sendiri, meskipun terkadang ada syaitan yang mempengaruhi. Untuk menanggulangi sifat nafsu yang seperti ini, maka dianjurkan untuk didoakan setelah sholat nafsu yang ada di dalam diri kita. Dengan barokah doa yang kita panjatkan nafsu akan dikendalikan dengan sendirinya.
Selanjutnya ketiga adalah hati nurani yang dapat mempengaruhi keputusan yang kita buat. Pada masa pandemi seperti ini langkah yang paling tepat adalah mengikuti hati nurani. Jangan sampai hati nurani kita merasa ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Bila terjadi ragu-ragu dalam hati, segeralah untuk meyakinkan diri karena saat itu kita sedang dipengaruhi syaitan.
Yang terakhir pengaruh orang lain dalam mengambil keputusan. Saat kita sedang berfikir mengambil keputusan, datanglah orang lain yang sedang menghasud kita. Pada hakikatnya boleh bermusyawarah dan diskusi pada yang lebih tua atau ahli. Tetapi kita harus bisa membedakan antara saran yang akan berdampak pada kemaslahatan kita dan orang lain pada umumnya tidak hanya pribadi dan oknum tertentu.
Malang, 19 Oktober 2020

Semangaaat....teruslah berkarya
BalasHapusMatur nuwun kyai
BalasHapus