Pada tahun 2015 awal saya diterima menjadi pembantu
Pembina ekstrakurikuler Kepramukaan di SMPN 1 Wagir sekaligus menjadi guru
Pendidikan Agama Islam. Disinilah saya dapat mempelajari dan memahami keterkaitan
pendidikan agama dan pendidikan kepramukaan. Banyak sekali materi kepramukaan
yang terkait dengan wawasan agama. Kala itu seorang pembantu Pembina yang belum
memiliki ilmu Pembina. Akhirnya pada akhir tahun 2015 saya diikutsertakan dalam
Kursus Mahir Dasar di Trawas Mojokerto. Kegiatan kursus tersebut berlangsung
selama seminggu. Setelah mengikuti kegiatan kursus Pembina saya pun menjadi
faham bagaimana sikap menjadi Pembina.
Belajar yang menjadi lebih baik dengan berusaha
membangun komunikasi yang baik pula itu menjadi keniatan pertama dalam membina
kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan. Sebelum saya masuk di SMPN 1 Wagir dengan
Pembina pramuka yang mempunyai konsep dalam membina berbeda dengan pangkalan
yang lainnya. Konsep tersebut yakni beliau mengajarkan akan kemandirian
terhadap anggota pramuka dan dewan kerja penggalang saat latihan rutin. Tetapi,
konsep kemandirian tersebut kurang sesuai dengan jenjang penggalang yang
seharusnya mandiri tetap Pembina mendampinginya. Akhirnya saat latihan dengan
tanpa Pembina banyak komentar dari bapak ibu guru kalau tidak ada Pembina yang
mendampinginya.
Sejak tahun 2015 hingga sekarang saya pun berusaha dengan sebaik mungkin dalam latihan kepramukaan untuk mendampingi anggota pramuka dan dewan penggalang. Akhirnya ada suasana yang berbeda saat Pembina mau mendampingi kegiatan latihan kepramukaan. Mereka pun bersemangat dan senang baik dari Dewan Kerja Penggalang dan anggota pramuka. Pada tahun 2017 kegiatan kursus Pembina yang kedua saya ikuti untuk dapat menjadi Pembina pramuka. Kegiatan tersebut dikenal dengan kursus mahir lanjutan bagi Pembina pramuka. Setelah mengikuti KML saya pun mempunyai hak untuk membina dan melantik anggota pramuka.
Malang, 22 November 2020
Penulis adalah Pembina Pramuka di Pangkalan SMP Negeri 1 Wagir Malang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar