Rabu, 25 November 2020

Terima Kasih Tak Terhingga Untuk Guru

 




   Dalam proses pendidikan yang sangat diutamakan adalah peran seorang guru. Imam Ali pernah berkata yang dinamakan guru yaitu orang yang pernah mengajarkan kepada saya walaupun satu huruf. Jika ia menghendaki untuk menjual saya maka sayapun patuh. Berangkat dari definisi guru yang disampaikan oleh Imam Ali, kita dapat memahami bahwa siapapun orang yang telah mengajari kita ilmu meskipun itu satu huruf itulah disebut guru. Menurut pengertian dan pandangan orang pada umumnya adalah orang yang mempunyai tugas mengajarkan ilmu baik di lembaga pendidikan formal, non formal maupun informal. Tetapi mereka tidak merasa bahwa orang yang mengajari suatu ilmu tetapi tidak di dunia pendidikan tidak dianggap sebagai guru. Seperti contoh ada dua orang yang sedang berdiskusi dan salah satunya bertanya perihal yang tidak diketahuinya kemudian yang lain menjawab dengan pengetahuannya kemudian benar maka ia pun disebut guru.

 

   Kalimat guru adalah ungkapan bahasa Indonesia, bila kita lihat dari bahasa arab dikenal dengan ustadz atau kyai sedangkan bahasa inggris disebut teacher. Apapaun sebutannya tetap merekalah yang menjadi wakil Tuhan dalam menyampaikan ilmu. Diibaratkan dalam proses belajar mengajar guru adalah wadah ilmu, murid adalah penerima ilmu sedangkan yang memberikan pemahaman kepada murid adalah Tuhan yang Maha Berilmu. Sehingga perlu diperbaiki apabila ada guru yang mengaku bisa memahamkan suatu ilmu kepada muridnya, yang benar adalah guru sebagai perantara yang memberi pemahaman adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

   Guru tidak hanya profesi duniawi tetapi akherat pun ikut. Yang menjadi renungan untuk guru kalau ada yang mempunyai anggapan guru diberi upah oleh pemerintah tetapi dalam proses mengajar kurang memaksimalkannya. Saat guru belum diangkat menjadi pegawai negeri ada yang rajin dan tekun dalam mengajar tetapi saat setelah diterima menjadi pegawai menjadi renungan dalam penurunan kinerja. Guru mempunyai tanggungan akherat yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban apabila murid yang diajar tidak diberi pembelajaran yang baik dan benar.

 

   Banyak sekali ungkapan yang ditujukan kepada seorang guru sebagai motivasi dan dedikasi yang telah diberikannya kepada generasi penerus bangsa. Keberhasilan seorang guru dalam proses pendidikan dipengaruhi oleh beberapa pihak, yakni pribadi guru sendiri, orang tua murid, murid, teman dan lingkungannya. Yang pertama adalah guru sendiri, bagaimana guru mempunyai konsep sebelum menyampaikan ilmu kepada murid. Guru tidak hanya memberikan arahan bimbingan kepada para murid tetapi Ia juga harus mempunyai guru yang mengarahkannya dalam belajar mengajar. Sebagaimana ungkapan di atas langit pasti ada langit di atas guru pasti ada guru yang menuntunnya. Dalam dunia pesantren diibaratkan dengan rantai keilmuan yang sambung sampai dengan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan di dunia formal sebelum menjadi guru pastilah sudah memiliki syarat dalam mengajar yakni menempuh pendidikan Sarjana.


   Guru sangat diuji dalam proses mengajarnya apabila bertemu dengan murid yang beraneka ragam karakter dan perilakunya. Oleh karena itu guru yang baik adalah yang mau mendoakan murid-muridnya. Saat proses mengajar yang ia gunakan adalah hatinya bukan hanya lisan dan teori mengajarnya. Fenomena yang terjadi di masyarakat saat ada murid yang nakal kemudian guru tersebut memarahinya dengan emosi tidak dengan pendekatan hati. Meskipun memarahi tetapi dengan hati kasih sayang tidak dengan emosi in sya Allah murid yang nakal akan mendapat hidayah dari Yang Maha Kuasa.

 

   Faktor kedua yang mempengaruhi keberhasilan guru adalah orang tua murid. Sebaik mungkin guru dalam mendidik dan mengajar tetapi bila tidak diimbangi dengan dukungan orang tua maka pendidikan tidak akan berhasil. Anak yang mempunyai masalah dengan orang tuanya akan mempengaruhi saat proses belajar. Terkadang ia melamun, mengantuk saat di kelas bahkan enggan mengerjakan pr dari guru. Alangkah baiknya kalau orang tua mempunyai masalah dengan anaknya dapat menyelesaikannya dengan baik pula agar bisa terwujud peningkatan prestasi belajar peserta didik.

 

   Yang ketiga faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar adalah diri pribadi murid sendiri. Terutama pada masa pandemi covid 19 ini kesungguhan siswa dalam proses belajar sedang diuji. Meskipun orang tua dan guru sudah berusaha bila disertai kesungguhan seorang murid maka akan sempurna. Apabila guru sudah berusaha tetapi orang tua mempunyai masalah dengan anaknya namun anak sendiri mempunyai pendirian yang kuat dalam belajar maka tidak ada masalah. Yang menjadi keprihatinan adalah bila yang mempunyai kesungguhan hanyalah guru dan orang tua dan anaknya tidak ada kesungguhan maka yang terjadi adalah kegagalan dalam proses pembelajaran.

   Faktor yang terakhir adalah lingkungan dan teman sekitarnya. Hal inilah yang perlu diperhatikan karena lingkungan termasuk sebab pembentuk karakter anak. Saat di sekolah anak sudah diberi arahan guru dan saat di rumah diberi nasehat orang tuanya namun apabila tidak pandai memilih teman ia akan terpengaruhinya. Yang terjadi biasanya anak lebih patuh pada pembicaraan temannya daripada orang tua dan gurunya. Sehingga orang tua juga harus memperhatikan siapa sajakah yang menjadi temannya di lingkungan sekitar.





Selamat Hari Guru Nasional 2020

Malang, 25 November 2020

Penulis adalah

1. Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Wagir Kab. Malang

2. Mahasiswa Pasca sarjana Unira Malang

3.Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Pakisaji Kab. Malang

4.Anggota Gerakan Guru Menulis (GGM) Nusantara Unira

5.Kepala Madrasah Diniyah Nurul Hikmah Kebonagung

6.Pembina Pramuka di SMPN 1 Wagir

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...