Sabtu, 20 Maret 2021

Berhati - hati Dalam Menjalankan Posisi Yang Diberikan




  Pemahaman atas posisi diri sangatlah penting kita perhatikan. Bagaimana kita menempatkan diri kita dan pekerjaan apa yang akan kita kerjakan. Sebagaimana penulis alami. Ada beberapa posisi yang sedang dialami. Tinggal bagaimana kita menyikapi dan terutama lagi fokus.


  Posisi yang pertama dan paling utama adalah sebagai hamba Allah. Semua manusia pastilah menjadi posisi ini dimanapun kita berada. Kita tak bisa mengelak atas keberadaan kita. Selalu diawasi dimanapun berada karena Dia Yang Maha Melihat. Sebagai hamba mempunyai tugas mengabdi dan beribadah. Proses pengabdian ini memerlukan waktu yang tak singkat. Begitu pula ibadah.

 

 Posisi yang kedua adalah kepala rumah tangga. Setiap orang laki – laki  dimuka bumi ini yang sudah berkeluarga berkedudukan menjadi kepala rumah tangga. Kepala rumah tangga juga sebagai suami bagi istrinya. Keluarga yang menjadi pendidikan awal dan inti sebelum di sekolah umum. Kepala rumah tangga diharapkan mempunyai sifat pemimpin yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad. Sifat cerdas, dapat dipercaya, jujur serta ketegasan.


 Posisi ketiga sebagai guru. Seorang guru yang mempunyai murid. Pada masa pandemi seperti ini menjadi sebuah tantangan dan cerita tersendiri bagi seorang guru. Guru tidak hanya mengajarkan ilmu tetapi mendidik akhlak bagi peserta didik. Meskipun sulit dengan berusaha dan berdoa serta positif thingking in sya Allah berkah dan hasil.


 Posisi keempat sebagai penyuluh agama islam. Sebagaimana guru, penyuluh juga mempunyai tantangan tersendiri saat menunaikan tugasnya masa pandemi. Tuntutan kreatifitas dalam berdakwah sangat diperlukan. Dakwah dalam media sosial seperti youtube, facebook, instagram dan lainnya.


 Posisi kelima sebagai mahasiswa pascasarjana. Tholabul ilmi merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Utama lagi masih usia muda dan ada kesempatan. Mendapat keberkahan dapat kuliah di pascasarjana sangatlah beruntung. Oleh karena itu saya wajib bersungguh - sungguh sehingga ilmu yang saya dapat bisa manfaat dan barokah. 


 Posisi keenam menjadi pembina pramuka. Tak hanya di dunia akademis non akademis juga saya jalani salah satunya menjadi pembina pramuka di SMP N 1 Wagir. Karena ajaran agama dengan materi kepramukaan saling berkaitan. Apalagi kalau kita mau mengkaji dasa dharma pramuka dalam segi keislaman pastilah sangat dalam kandungannya. 


  Posisi ketujuh sebagai Kepala Madin, pengajar tpq dan pesantren. Di akhir zaman seperti ini pendidikan  yang sangat wajib diperhatikan adalah keagamaan. Hampir satu tahun anak tidak maksimal belajar di sekolah karena masa pandemi. Bila sudah seperti itu maka jalan satu - satunya pendidikan agama harus selamat, yakni dengan mengajikan di tpq atau madin dan pesantren. 


 Mungkin diantara tujuh posisi tersebut ada kemiripan di antara pembaca. Bila kita sudah dipercaya maka yang berat adalah menjalankan dan menjaga kepercayaan tersebut. Oleh karena itu yang kita minta setiap hari setiap saat adalah petunjuk dan pertolongan dari Yang Maha Kuasa agar kita bisa amanah. Semoga manfaat. 



Malang, 21 Maret 2021

Al faqir ila rohmatillah 

Akbar Wicaksono


2 komentar:

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...