Pemahaman atas posisi diri sangatlah penting kita perhatikan.
Bagaimana kita menempatkan diri kita dan pekerjaan apa yang akan kita kerjakan.
Sebagaimana penulis alami. Ada beberapa posisi yang sedang dialami. Tinggal
bagaimana kita menyikapi dan terutama lagi fokus.
Posisi yang pertama dan paling utama adalah sebagai hamba Allah.
Semua manusia pastilah menjadi posisi ini dimanapun kita berada. Kita tak bisa
mengelak atas keberadaan kita. Selalu diawasi dimanapun berada karena Dia Yang
Maha Melihat. Sebagai hamba mempunyai tugas mengabdi dan beribadah. Proses
pengabdian ini memerlukan waktu yang tak singkat. Begitu pula ibadah.
Posisi yang kedua adalah kepala rumah tangga. Setiap orang laki –
laki dimuka bumi ini yang sudah
berkeluarga berkedudukan menjadi kepala rumah tangga. Kepala rumah tangga juga
sebagai suami bagi istrinya. Keluarga yang menjadi pendidikan awal dan inti
sebelum di sekolah umum. Kepala rumah tangga diharapkan mempunyai sifat
pemimpin yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad. Sifat cerdas, dapat dipercaya,
jujur serta ketegasan.
Posisi ketiga sebagai guru. Seorang guru yang mempunyai murid.
Pada masa pandemi seperti ini menjadi sebuah tantangan dan cerita tersendiri
bagi seorang guru. Guru tidak hanya mengajarkan ilmu tetapi mendidik akhlak
bagi peserta didik. Meskipun sulit dengan berusaha dan berdoa serta positif
thingking in sya Allah berkah dan hasil.
Posisi keempat sebagai penyuluh agama islam. Sebagaimana guru,
penyuluh juga mempunyai tantangan tersendiri saat menunaikan tugasnya masa
pandemi. Tuntutan kreatifitas dalam berdakwah sangat diperlukan. Dakwah dalam
media sosial seperti youtube, facebook, instagram dan lainnya.
Posisi kelima sebagai mahasiswa pascasarjana. Tholabul ilmi merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Utama lagi masih usia muda dan ada kesempatan. Mendapat keberkahan dapat kuliah di pascasarjana sangatlah beruntung. Oleh karena itu saya wajib bersungguh - sungguh sehingga ilmu yang saya dapat bisa manfaat dan barokah.
Posisi keenam menjadi pembina pramuka. Tak hanya di dunia akademis non akademis juga saya jalani salah satunya menjadi pembina pramuka di SMP N 1 Wagir. Karena ajaran agama dengan materi kepramukaan saling berkaitan. Apalagi kalau kita mau mengkaji dasa dharma pramuka dalam segi keislaman pastilah sangat dalam kandungannya.
Posisi ketujuh sebagai Kepala Madin, pengajar tpq dan pesantren. Di akhir zaman seperti ini pendidikan yang sangat wajib diperhatikan adalah keagamaan. Hampir satu tahun anak tidak maksimal belajar di sekolah karena masa pandemi. Bila sudah seperti itu maka jalan satu - satunya pendidikan agama harus selamat, yakni dengan mengajikan di tpq atau madin dan pesantren.
Mungkin diantara tujuh posisi tersebut ada kemiripan di antara pembaca. Bila kita sudah dipercaya maka yang berat adalah menjalankan dan menjaga kepercayaan tersebut. Oleh karena itu yang kita minta setiap hari setiap saat adalah petunjuk dan pertolongan dari Yang Maha Kuasa agar kita bisa amanah. Semoga manfaat.
Malang, 21 Maret 2021
Al faqir ila rohmatillah
Akbar Wicaksono

Sukses selalu
BalasHapusAaamiin matur nuwun kyai
Hapus