Ungkapan tentang waktu banyak
sekali kita dapatkan. Ada yang berpendapat waktu itu seperti uang. Sehingga harus
bisa memanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia. Namun tetap ada sebagian orang
tidak menggunakan waktunya dengan baik, terlena dalam kemalasannya.
Nabi Muhammad SAW pernah
mengungkapkan tentang waktu, beliau mengibaratkan waktu seperti emas. Emas adalah
suatu barang yang sangat berharga, sehingga harus mengisinya dengan baik. Saat kita
tidak menggunakan waktu dengan baik maka hakikatnya kita membuang emas
tersebut.
Ada pepatah arab mengungkapkan,
waktu seperti pedang. Barang siapa yang dapat menggunakan pedangnya (waktunya)
dengan baik maka ia berhasil dalam waktunya. Namun apabila tidak bisa
menggunakan waktu dengan baik, maka waktu itu yang akan menghunuskanmu.
Begitulah sangat berartinya
waktu. Oleh karenanya waktu yang sedang kita jalani harus dipergunakan sebaik
mungkin. Yang telah kita lewati sudah menjadi sejarah. Kemudian waktu yang
belum kita jalani belum tentu kita bisa menjalaninya. Karena tidak ada yang
bisa menjamin masa depan kita, kecuali kita bisa membuat rencana dan tawakal
kepada Allah disertai ikhtiyar lahir batin agar bisa terlaksana dengan baik.
Beberapa dari kita, ada yang
tidak menghiraukan waktu. Bagaimana pentingnya suatu waktu. Sampai hal
terjeleknya adalah menunda pekerjaan karena memastikan pasti bisa mengerjakan
di masa yang akan datang. Kita tidak boleh memastikan kegiatan yang akan
datang. Dianjurkan dalam agama agar berkata In sya Allah saya akan mengerjakan
disertai keniatan mengerjakan.
Allah menegaskan dalam Kitab Suci
Al Qur’an surat Al Ashr yang artinya demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam
kerugian, kecuali orang – orang yang beriman dan beramal sholih serta saling
menasehati mengingatkan dalam hal kebaikan dan sabar. Berangkat dari surat
inilah, dapat diambil sedikit renungan bahwa Allah menghubungkan waktu Ashar
dengan manusia.
Waktu ashar adalah waktu
menjelang gelapnya alam. Bila dihubungkan dengan manusia, saat manusia sudah
tua usianya banyak yang merasa menyesali akan masa mudanya yang tidak
bersungguh-sungguh dalam ibadah. Hal ini termasuk kategori kerugian yang amat
besar karena tidak menggunakan waktunya dengan baik.
Marilah kita menggunakan waktu
yang sedang kita jalani dengan sebaik mungkin. Waktu lampau yang sudah dilewati
tidak akan kembali, tetapi wajib bagi kita mengambil pelajaran dan hikmahnya. Waktu
yang akan datang kita harus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan yang
sama dari waktu lalu. Semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang
merugi sehingga tidak menyesal dikemudian hari.
Malang, 20 November 2021
Semangat mengisi waktu dengan sebaik mungkin
Mantap... Terima kasih selalu mengingatkan.. Sukses selalu dalam rudhiNya.. Aamiin
BalasHapusJazakumullah ahsanal jaza, mugi panjeenggan juga sukses
BalasHapusTerima kasih sudah mengingatkan
BalasHapusSami2 Prof mohon doanya supaya bisa tetap semangat
HapusSmg kita bisa memanfaatkan waktu dengan baik
BalasHapusEnggeh kyai Aamiin
Hapus