Selasa, 03 Mei 2022

Atsar Idul Fitri Bagi Seorang Muslim

 



Sebagai umat Islam yang dibekali akal oleh Allah, maka seyogyanya dapat merenung dan bertafakkur atas segala kejadian. Misal pada momen Idul Fitri. Saat ini menuju kembali normal seperti sebelum adanya covid 19. Hal ini dibuktikan perjalanan di jalan raya terutama di daerah perkotaan mulai macet.


Ketika aktivitas hanya dilakukan lewat begitu saja, tanpa kita ambil hikmah dan pelajarannya maka kita tak akan mendapat atsar atau pengaruh bagi diri kita. Oleh karena itu, apa makna daripada idul fitri ? dan bagaimana cara saling memaafkan agar lebih bermakna ?


‘Idul fitri terdiri dari dua kalimat yang dijadikan satu. Yakni, kalimat ‘idun dan al fitri. ‘idun bermakna kembali dan al fitri bermakna suci. Secara keseluruhan berarti kembali pada kesucian awal. Kenapa ada kesucian awal ? karena kalimat al fitri di awali al, dimana al dalam kacamata pesantren disebut al ta’rif atau al yang menunjukkan isim ma’rifat dengan arti kekhususan.


Makna kembali pada kesucian awal berarti awal kita suci. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad yang berarti setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, maka orang tuanyalah yang menyebabkan ia menjadi yahudi, nasrani dan majusi.


Sebelum menjadi orang yang suci, Allah mewajibkan kepada umat Islam untuk melakukan puasa di bulan suci Romadhon. Nabi Muhammad menegaskan dalam sabdanya yang artinya barangsiapa yang berpuasa di bulan suci Romadhon dengan hati yang ikhlas dan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu.


Melalui logika makna hadits tersebut, setelah umat Islam menjalani ibadah puasa satu bulan penuh dengan ikhlas dan sungguh-sungguh maka Allah mengampuni dosanya. Bila dosa sudah diampuni maka seorang muslim tersebut tidak mempunyai dosa. Sehingga bisa dikatakan orang yang tidak mempunyai dosa disebut suci.


Dosa yang dilakukan manusia tak hanya kepada Allah namun utamanya sesame manusia. Oleh karena itu selain kita beribadah sebagai bentuk permohonan maaf dan penyucian diri kepada Allah juga diperkuat dengan saling memaafkan.  


Saling memaafkan tak hanya ramai di dunia nyata tapi juga di dunia maya dengan saling share ucapan saling meminta maaf. Memang ada sisi positif dengan adanya share media sosial, yakni memudahkan komunikasi apabila kita belum bisa mengunjungi atau silaturahmi dengan dibatasi jarak yang jauh. Namun selain share yang dapat dilakukan harusnya juga diiringi dengan niatan yang baik yaitu dengan saling mendoakan. Doa yang terbaik baik yang share maupun yang menerima share adalah meminta petunjuk agar senantiasa mendapat pertolongan dari Allah tidak mengulangi perbuatan dosanya.


Semoga tulisan sedikit ini dapat bermanfaat agar kita bisa mengambil hikmah daripada idul fitri. Semoga kita digolongkan dalam orang-orang yang kembali suci dan berbahagia. Aamiin.

 

Malang, 4 Mei 2022

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...