Sebagai
umat Islam yang dibekali akal oleh Allah, maka seyogyanya dapat merenung dan
bertafakkur atas segala kejadian. Misal pada momen Idul Fitri. Saat ini menuju
kembali normal seperti sebelum adanya covid 19. Hal ini dibuktikan perjalanan
di jalan raya terutama di daerah perkotaan mulai macet.
Ketika
aktivitas hanya dilakukan lewat begitu saja, tanpa kita ambil hikmah dan
pelajarannya maka kita tak akan mendapat atsar atau pengaruh bagi diri kita. Oleh
karena itu, apa makna daripada idul fitri ? dan bagaimana cara saling memaafkan
agar lebih bermakna ?
‘Idul
fitri terdiri dari dua kalimat yang dijadikan satu. Yakni, kalimat ‘idun dan al
fitri. ‘idun bermakna kembali dan al fitri bermakna suci. Secara keseluruhan
berarti kembali pada kesucian awal. Kenapa ada kesucian awal ? karena kalimat
al fitri di awali al, dimana al dalam kacamata pesantren disebut al ta’rif atau
al yang menunjukkan isim ma’rifat dengan arti kekhususan.
Makna
kembali pada kesucian awal berarti awal kita suci. Sebagaimana sabda Nabi
Muhammad yang berarti setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, maka orang
tuanyalah yang menyebabkan ia menjadi yahudi, nasrani dan majusi.
Sebelum
menjadi orang yang suci, Allah mewajibkan kepada umat Islam untuk melakukan
puasa di bulan suci Romadhon. Nabi Muhammad menegaskan dalam sabdanya yang
artinya barangsiapa yang berpuasa di bulan suci Romadhon dengan hati yang
ikhlas dan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu.
Melalui
logika makna hadits tersebut, setelah umat Islam menjalani ibadah puasa satu
bulan penuh dengan ikhlas dan sungguh-sungguh maka Allah mengampuni dosanya. Bila
dosa sudah diampuni maka seorang muslim tersebut tidak mempunyai dosa. Sehingga
bisa dikatakan orang yang tidak mempunyai dosa disebut suci.
Dosa
yang dilakukan manusia tak hanya kepada Allah namun utamanya sesame manusia. Oleh
karena itu selain kita beribadah sebagai bentuk permohonan maaf dan penyucian
diri kepada Allah juga diperkuat dengan saling memaafkan.
Saling
memaafkan tak hanya ramai di dunia nyata tapi juga di dunia maya dengan saling
share ucapan saling meminta maaf. Memang ada sisi positif dengan adanya share
media sosial, yakni memudahkan komunikasi apabila kita belum bisa mengunjungi
atau silaturahmi dengan dibatasi jarak yang jauh. Namun selain share yang dapat
dilakukan harusnya juga diiringi dengan niatan yang baik yaitu dengan saling
mendoakan. Doa yang terbaik baik yang share maupun yang menerima share adalah
meminta petunjuk agar senantiasa mendapat pertolongan dari Allah tidak
mengulangi perbuatan dosanya.
Semoga
tulisan sedikit ini dapat bermanfaat agar kita bisa mengambil hikmah daripada
idul fitri. Semoga kita digolongkan dalam orang-orang yang kembali suci dan
berbahagia. Aamiin.
Malang,
4 Mei 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar