Rabu, 04 Mei 2022

Jagalah Sillaturahmi Agar Lebih Bermakna

 



Idul Fitri tahun 2022 pemerintah memberikan cuti bersama yang berbeda dengan tahun lalu. Terhitung dari tanggal 28 April s/d 7 Mei 2022. Hal ini dikarenakan hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah melakukan vaksinasi. Baik vaksin ke 1 dan 2, juga mulai prosesnya diberbagai daerah vaksin booster. 


Libur beberapa hari ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dengan silaturahmi ke sanak family dan juga teman. Disebabkan hampir 2 tahun tidak ada anjang sana dari yang rumahnya jauh.  Tahun ini memulai tradisinya secara perlahan.  Yakni mudik ke kampung halaman bilamana ada yang bekerja di perkotaan sedangkan tempat tinggal di desa.  


Saat sillaturahmi ada 4 hal yang harus diperhatikan : Memahami makna sillaturahmi,  Niat,  Doakan dan Husnudzon. 


Pertama adalah memahami makna sillaturahmi itu sendiri. Sillaturahmi berasal dari kata sillatu berarti menyambung dan rohmi berarti kasih sayang. Sehingga sillaturahmi mempunyai arti menyambung kasih sayang atau persaudaraan.  Menyambung disini juga boleh diartikan dengan menjaga.  Bisa diartikan menyambung bila saudara tersebut tidak pernah atau sudah lama tidak dikunjungi.  Namun kita artikan menjaga saat sering kita kunjungi dengan harapan jalinan kasih sayang tetap terjaga.  


Kedua adalah niat.  Tentang niat sangatlah penting bagi setiap perbuatan.  Baik niat yang bertamu ataupun yang menerima tamu.  Niat bertamu saat lebaran harusnya meminta halal dari dosa yang telah dilakukan. Bukan niat-niat yang lain. Begitu pula tuan rumah harusnya mempunyai niat dalam memuliakan tamu. 


Ketiga adalah mendoakan.  Iya saling mendoakan. Orang yang sillaturahmi mendoakan agar kesalahan dan dosanya diampuni dimaafkan.  Orang yang memberi maaf juga mendoakan agar yang meminta maaf benar-benar bertaubat.  


Keempat adalah Husnudzon.  Husnudzon adalah berbaik sangka.  Mungkin ini yang lebih sulit.  Karena setiap manusia hampir 60% di dalam dirinya ada sifat suudzon.  Bagi pemberi maaf ya baik sangka agar apa yang diucapkan memang benar-benar penyesalan atas kesalahan.  Yang minta maaf juga sama harus baik sangka.  Allah dalam hadits qudsinya menegaskan yang artinya aku menurut prasangka hambaku. 


Mari kita memahami dan menjaga 4 hal di atas.  Sehingga sillaturahmi tidak hanya sekedar sillaturahmi namun lebih bermakna.  Semoga bermanfaat semoga kesalahan dan dosa kita senantiasa diampuni. Aaamiin.  



Malang,  5 Mei 2022 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...