Senin, 14 Februari 2022

Kisah Perjuangan Menyelesaikan Studi Pascasarjana


 

Ketika itu, bulan September tahun 2020 penulis mendaftarkan diri untuk melanjutkan studi S2. Sesuai arahan dari pengasuh Pondok Peantren PPAI Nurul Hikmah agar mendaftar di kampus Unversitas Raden Rahmat atau yang biasa disebut UNIRA. Kampus ini berlokasi di desa Mojosari Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Penulis mengambil formulir, dan mengisi di tempat.

Pendidikan studi S2 di UNIRA ditempuh 2 tahun. Selama 2 tahun terdiri 4 semeter dan pada semester ke 4 fokus mengerjakan tugas akhir atau yang disebut tesis. Semester pertama dimulai pada awal bulan oktober tahun 2020. Saat itu pula istri penulis akan proses melahirkan, yang pada akhirnya lahir putri pertama di bulan November 2020. 

 


Bulan berganti bulan. Tahun berganti tahun dan semester ilih berganti. Tak terasa proses studi S2 hampir mendekati selesai.  Penulis memasuki semester 4. SK judul tesis dan dosen pembimbing juga sudah keluar. Perjuangan dalam  proses menyelesaikan karya tuli akhir juga dimulai.

Penulis mulai mencari referensi, untuk melengkapi penyelesaian tesis. Saat bimbingan, banyak nasehat dan motivasi yang didapat dari dosen pembimbing. Waktu 5 bulan berlalu, proposal tesis juga siap untuk diujikan ke depan dosen pembimbing.

Seminar proposal tesis dilaksanakan seminggu sebelum ibadah Romadhon. Ada ungkapan menarik dari teman santri kala itu. Kang (pangilan akrab usia lebih tua dalam bahasa jawa) sampean ujian sempro jalur ziaroh. Kenapa ? tanya saya. Jawabnya, karena ujiannya tidak sampai selesai sudah ditunggu rombongan untuk ikut ziaroh. Alhamdulilah barokahnya ziaroh.  Hasil sempro dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan menyelesaikan tesis. 



 

Setelah sempro ada waktu 4 bulan penulis melakukan bimbingan dan menyelesaikan tesis. Tepatnya akhir Agustus tahun 2021, penulis mengikuti ujian tesis. Berbeda dengan sempro yang dilakukan terbuka, tetapi ujian tesis dilaksanakan tertutup. Di dalam tempat ujian hanya ada seorang peserta dan empat orang penguji. Setiap peserta hanya diberi waktu presentasi 10 menit dan 20 menit tanya jawab dengan penguji.

Melalui doa orang tua dan persiapan yang matang, penulis melalui ujian tesis dengan lancar. Meskipun masih banyak yang perlu direvisi.  Sebuah ungkapan yang masih teringat dari seorang penguji yang disampaikan kepada penulis. Alhamdulilah anda bisa sampai di ruangan ini, karena banyak mahasiswa ketika sampai di ujung perkuliahan atau ujian akhir tidak dapat menyelesaikan karya tulisnya.

Memang semua membutuhkan sebuah perjuangan dan keseriusan dalam proses mengerjakan karya tulis. Istilah lainnya yakni harus fokus, begitulah kata ketua prodi yang saat itu menguji tesis. Alhamdulilah ujian tesis dapat dilalui. Kemudian pada tanggal 9 bulan Oktober penulis mengikuti yudisium. Yudisium yang biasa dikenal dengan pengumuman kelulusan. Menurut prof Sunardji, kelulusan yang sebenarnya adalah saat yudisium sedangkan wisuda adalah resepsi atas kelulusan. 





 

Pada tiga bulan berikutnya, tepatnya pada tanggal 15 Januari 2022 penulis mengikuti wisuda. Wisuda ini  dilaksanakan di hotel aria kota malang dengan peserta wisuda terdiri dari mahasiswa strata satu dan mahasiswa strata dua. Kegiatan ini dimulai tepat pukul 07.30 dan selesai pukul 12.00.  Prosesi wisuda tidak hanya sekedar memindah tali kuncir dari kiri ke kanan tetapi membutuhkan suatu proses dan perjuangan.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut di atas. Kita dalam proses belajar sejak dini harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Dari cita-cita tersebut kita wajib ikhtiyar dan berdoa agar dapat tercapai. Semua memang sudah ada garis takdir. Tetapi bila kita usaha dan doa, pastilah Allah memberi yang terbaik. Terpenting dari itu semua adalah kemauan untuk teru belajar menjadi lebih baik. 

 

Semoga bermanfaat. Ingat, bertambahnya gelar bertambahnya amanah yang harus diemban dan wajib mempunyai sifat dan sikap ketawadhua’an. Penulis memohon doa restu dari para pembaca agar dapat amanah dalam mengemban suatu gelar yang disandang. Semoga senantiasa memdapat hidayah dan maunah dari Allah SWT.

 

Malang, 14 Februari 2022

 

 

Jumat, 04 Februari 2022

Hakikat Ilmu Yang Harus Dipelajari

 



Kita sebagai manusia yang berakal di anjurkan untuk belajar.  Belajar dalam istilah lain mencari atau menuntut ilmu.  Ilmu secara bahasa mempunyai arti pengetahuan. 


Ilmu dalam sudut pandang agama ada dua macam,  yakni ilmu yang bersifat fardhu ain dan fardhu kifayah.  Ilmu yang bersifat fardhu ain mempunyai makna semua orang wajib mencari dan mempelajarinya.  Contoh daripada ilmu yang bersifat fardhu ain adalah ilmu ibadah dan  ilmu tentang ketuhanan. 


Ilmu ibadah wajib semua orang mempelajari dikarenakan bila seseorang menjalankan ibadah tanpa ada ilmunya maka kurang sempurna. Pada hakikatnya proses ibadah itu dikerjakan difahami sah dan tidaknya dan berhati-hati agar ibadah kita bisa diterima oleh Yang Maha Kuasa.  


Ilmu tentang Ketuhanan pastilah wajib semua orang yang beragama.  Hal ini dikarenakan bila seseorang tidak mempelajari ilmu ini pastilah kurang sempurna imannya.  Oleh karena itu ketika ada orang non muslim masuk  Islam harus meyakini adanya Allah.  Istilah ilmu yang  mempelajari  tentang ketuhanan biasanya disebut ilmu aqidah, ilmu tauhid dan ilmu kalam.  


Selanjutnya ilmu yang bersifat kifayah yakni dalam mencarinya cukup beberapa orang namun bila satu wilayah tidak ada yang mencari ilmu tersebut hukumnya dosa.  Contoh daripada ilmu ini adalah ilmu Bahasa Arab,  Ilmu Hadits,  Ilmu Sejarah dan lain sebagainya.  


Ilmu sangatlah penting.  Sebagai upaya mengasah otak dan meningkatkan wawasan serta menambah keimanan.  Ada sebuah ibarat setan senang melihat orang meninggalkan ibadah tetapi setan lebih senang melihat orang yang enggan mencari ilmu. Dalam sebuah kitab ta'lim disebutkan setan lebih takut orang alim yang tidur daripada orang  satu masjid  beribadah tanpa mengerti ilmu sholat. 


Oleh karena itu marilah kita senantiasa mengasah otak dan meningkatkan keimanan dengan mencari ilmu.  Semoga bermanfaat.  



Penyuluh Agama Islam Kec.  Pakisaji 

Kabupaten Malang Jawa Timur 


Malang,  5 Februari 2022 M

                3 Rojab 1433 H

Persiapan Menuju Romadhon Dengan Doa Awal Rojab

 


Saat ini sebagian umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa sunah.  Tepatnya puasa sunah awal Rojab. Memang tidak seluruhnya berpuasa.  Hal ini dikarenakan antara tingkat pengetahuan dan kemauan dalam bidang ibadah masih minim. 


Seorang Muslim menjalankan ibadah dengan berbagai landasan alasan.  Begitu pula sebaliknya yang tidak mengerjakan juga berbagai alasan.  Terpenting dari itu semua adalah tidak saling menyalahkan dan seharusnya saling menghormati satu sama lain.  


Memasuki bulan Rojab memang salah satu kesunahannya dengan berpuasa.  Selain puasa masih ada ibadah lainnya seperti memperbanyak membaca istighfar, shodaqoh dan lain sebagainya.  Hal ini sebagai upaya mempersiapkan diri memasuki bulan suci Romadhon.  


Nabi Muhammad mengajarkan kepada para sahabat ketika datang bulan Rojab dengan membaca doa.  Doa yang artinya Ya Allah berikan barokah kepada kami di bulan Rojab dan Sya'ban serta sampaikan kami di bulan Romadhon.  Doa ini oleh masyarakat Nahdliyin biasa dibaca dengan lagu setelah adzan di masjid dan musholla.  


Sebagai persiapan memasuki bulan Romadhon sejak bulan Rojab kita sudah diajarkan untuk berdoa.  Oleh karena itu, marilah kita mulai menata segalanya dari fisik dan niat serta senantiasa berdoa agar usia kita sampai di bulan Romadhon.  Aaamiiin. 



Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji 

Kabupaten Malang Jawa Timur

Malang,  4 Februari 2022

                2 Rojab 1433 H




 


Jumat, 21 Januari 2022

Penyuluh Agama Islam Bergerak Dalam Kordinasi Bersama Penyuluh Pakisaji Dan Wagir

 


Pada hari Jum’at, 21 Januari 2022 Penyuluh Agama Islam Pakisaji dan Wagir melaksanakan kordinasi bersama. Kordinasi ini dimulai pada pukul 13.30 WIB, bertempat di Kantor Urusan Agama Kec. Wagir.

Acara dibuka oleh Penyuluh Agama Islam Kec. Wagir dengan membaca surat Al Fatihah. Acara berikutnya dilanjutkan dengan pembacaan istghosah oleh Bapak Akbar Wicaksono dari Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji.

Setelah pembacaan istighosah, sambutan – sambutan sebagai acara ketiga. Sambutan yang pertama oleh Penyuluh Agama Islam Kec. Wagir. Dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji yang telah datang dengan anggota lengkap dalam memenuhi undangan dari wagir. Kemudian beliau menyampaikan maaf apabila dalam memberi penghormatan ada yang kurang berkenan.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji. Dalam sambutannya Bapak Abbas menyampaikan terima kasih dan maaf kepada Penyuluh Agama Islam Kec. Wagir sehingga dapat menerima dengan baik kedatangan Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji.

Setelah sambutan – sambutan, acara dilanjutkan dengan pembinaan dan kordinasi. Kordinasi disampaikan oleh Bapak Kyai Marsidi,M.Pd sebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Wagir dan Pakisaji. Adapun rangkuman daripada pembinaan Bapak Marsidi sebagai berikut :

1.      Pelaporan kinerja Online melalui E-PAI

2.      Pertemuan dan pembinaan PAH KAWEDANAN hari Rabu 26 jam 8 bersama Bpk KEMENAG

3.       Penyuluh diharapkan mensosialisasikan WAKAF kepada masyarakat.

4.      Kegiatan Kampung Moderasi Tgl 9-10 Maret 2022. Diharapkan keikutsertaan setiap penyuluh

5.      Keaktifan media sosial dalam kegiatan Penyuluhan untuk menunjukkan intensitas kinerja.

6.      Memperluas wilayah kegiatan penyuluhan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

7.      Untuk Laporan Ofline paling lambat setiap Tgl 2 pada setiap bulan dan di sertakan Absensi manual dimulai bulan Februari 2022

 

Doa yang disampaikan Ust Alvan sebagai penutup acara kordinasi dan pertemuan kedua oleh Penyuluh Agama Islam Pakisaji dan Wagir. Semoga bermanfaat dan tetap solid dalam mengemban amanah. Aaamiin.

 

Jum’at, 21 Januari 2022


Berdakwah di Media Sosial Dengan Bijak

 


Siapa yang tak kenal dengan buat status di whatsapp. Hampir setiap orang faham akan hal ini. Namun yang menjadi renungan kita bagaimana menjadi pelaku share status dan penerima atau pembaca status yang bijak. 


 Sebagai pelaku pembuat status ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama niat membuat status. Tidak hanya sekedar membuat status, maka harus ditata niatnya. Niat yang baik pada umumnya dalam berbagi status adalah berbagi kebaikan. Ingat yang dibagi adalah hal baik bukan info hoax. 


 Yang kedua pelaku share status juga melihat siapakah yang akan membaca status kita. Mungkin istilah ini lebih akrab dengan privasi atau dirahasiakan kepada beberapa orang. Tidak semua orang boleh melihat status kita kecuali kalau itu hal umum. Yang ketiga perhatikan yang dishare. Tidak semua yang kita alami dan rasakan kita share. Usahakan hal yang menyenangkan bagi kita. Kemudian menjauhi share hal yang negatif atau kesusahan kita. 


 Sebagai pembaca status apa yang sebaiknya kita lakukan. Ada beberapa hal dalam menyikapi saat kita membaca status orang lain, yang pertama kendalikan fikiran kita. Pengendalian fikiran agar bersikap positif. Sering kali kita melihat status orang lain dengan fikiran sinis atau negatif. Hal seperti ini kita buang jauh - jauh. 


  Yang kedua saat yang dishare orang lain berupa bacaan yang mengandung ilmu usahakan membacanya. Membaca berarti kita sudah memberi ladang pahala bagi penulis, apalagi bisa memberi komentar. Yang ketiga doakan orang yang membuat status. Doa agar senantiasa penbuat status mendapat hidayah dari Yang Maha Kuasa sehingga yang dishare bisa bermanfaat. 


 Dengan demikian marilah kita menjadi pembuat status dan penerima status yang bijak. Bersikap positif dan selalu menghargai setiap yang dibuat oleh orang lain melalui statusnya. Semoga bermanfaat dan barokah. Aaamiin. 



Malang, 03 Januari 2022

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...