Pada tahun ini ada dua hal yang sangat Istimewa bila
kita mau merenung sejenak. Tepatnya dalam bulan Agustus 2020 ada dua momen yang
hampir bersamaan. Momen tersebut yakni peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia
pada tanggal 17 Agustus dan Tahun Baru Islam pada tanggal 20 Agustus. Dalam
selisih 3 hari antara kemerdekaan dan pergantian Tahun Hijriyah patutlah kita
ambil hikmahnya.
A. Kemerdekaan
Pertama kita renungkan dahulu tentang kemerdekaan.
Kemerdekaan tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan. Baik yang disebut itu
pahlawan proklamator yakni Bapak Ir. Soekarno dan Bapak Moh. Hatta, maupun
Pahlawan Nasional pada umumnya. Mungkin kita pun pernah mendengar bahwa bangsa
yang besar yakni bangsa yang mampu menghargai perjuangan para pahlawannya.
Sehingga munculah pertanyaan bagaimana cara kita menghargai perjuangan para
pahlawan melalui peringatan kemerdekaan ? Jawabnya bagi kita sebagai generasi
penerus mari kita senantiasa mengisi peringatan kemerdekaan dengan berziarah ke
makam para pahlawan yang mampu kita kunjungi. Namun bila tidak ya wajib untuk
mendoakannya untuk mengenang jasa dan perjuangan mereka.
Di daerah pedesaan yang masih menjadi tradisi dalam
mengisi kemerdekaan yakni dengan dilaksanakannya kegiatan Bari’an atau
tasyakuran kemerdekaan. Ada pula yang menyebutnya Malam tirakatan dengan maksud
menirakati atau mengenang para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.
Selanjutnya dalam mengisi kemerdekaan yang menjadi inti adalah dengan upacara
detik – detik proklamasi saat jam 10.00. Upacara tahun ini berbeda dengan tahun
– tahun sebelumnya. Di karenakan Negara Indonesia masih dalam ujian wabah covid
– 19. Meskipun begitu tidak menyurutkan semangat bangsa Indonesia dalam
memperingati Kemerdekaan.
B. Tahun Baru Islam
Kedua tentang Tahun Baru Hijriyah yang jatuh pada
tanggal 20 Agustus 2020. Tahun Baru Hijriyah ini dalam bahasa jawa dikenal dengan wulan suro.
Bulan dimana para Nabi dan Rosul banyak yang menang dalam melawan musuh-musuhnya
pada tanggal 10 Muharrom. Sehingga pada tanggal tersebut umat Islam di sunahkan
untuk berpuasa selama 2 hari. Meskipun ada sebagian pemahaman dari umat Islam
yang tidak menganjurkan berpuasa pada tanggal tersebut dengan alasan tertentu.
Tetap kita tumbuhkan toleransi dalam beribadah agar kerukunan terwujud di
masyarakat.
Tahun Baru Hijriyah ini dihitung sejak Nabi Muhammad
SAW hijrah dari kota Mekkah ke Kota Madinah. Berbeda dengan Tahun Baru Masehi
dihitung sejak kelahiran Nabi Isa. Sedangkan dari kajian ilmu pengetahuan
Kalender Masehi perhitungannya dengan perputaran Matahari. Untuk Kalender Islam
menurut perputaran bulan sehingga disebut juga dengan tahun atau kalender
qomariyah.
C. Keterkaitan antara Kemerdekaan dengan Tahun Baru Islam
Ada hal yang menjadi kesamaan dalam dua peristiwa
tersebut. Yakni sama – sama perlu adanya perjuangan untuk menggapai suatu
tujuan. Dalam berjuang pun harus bekerja keras agar yang menjadi harapan dapat
terpenuhi. Setelah Peringatan Kemerdekaan Indonesia disambung dengan Peringatan
Tahun Baru Islam yang hakikatnya sama, yakni saat Tahun baru Islam para Nabi
dan Rosul telah merdeka atau menang dari para musuh.
Penulis :
Mahasiswa Pasca sarjana UNIRA, Anggota GGM Nusantara
Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji, Kepala MADIN Nurul Hikmah
Pembina Pramuka dan Guru PAI SMPN 1 Wagir,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar