Minggu, 06 September 2020
Silaturahmi Kasi Bimas Kab Malang di Kecamatan Pakisaji
Kamis, 03 September 2020
Meraih Keberkahan Dalam Acara Santunan
Berkaitan santunan ada 3 hal yang perlu menjadi renungan :
a. Makna Santunan
Dalam kamus bahasa Indonesia ada 2 yakni 1) uang yang diberikan sebagai pengganti kerugian karena kecelakaan, kematian, dan sebagainya contoh: 'keluarga korban gempa menerima santunan dari pemerintah daerah' yang ke 2) bermakna bantuan contoh: 'santunan yatim'
b. Keutamaan Shodaqoh
Memberikan sesuatu kepada orang lain termasuk shodaqoh. Shodaqoh paling tidak kita tahu keutamaannya dari dasar atau dalil Hadits Nabi Muhammad yang berbunyi : maa naqoso maalun min shodaqotin bal yazdad bal yazdad bal yazdad yang artinya Tidaklah berkurang harta benda bila dishodaqohkan tetapi akan bertambah tetapi akan bertambah tetapi akan bertambah. Terutama dalam masa pandemi seperti ini shodaqoh termasuk salah satu bagian untuk menjauhkan dari balak musibah sebagaimana Nabi Muhammad pernah bersabda Ashodaqotu lidaf'il balak yang artinya Adapun shodaqoh itu untuk menolak balak musibah. Tetapi dengan garis bawah harus ikhlas.
C. Saling Mendoakan
Doa merupakan senjata orang mukmin. dalam kegiatan apapun kita tak lepas daripada doa. Sebelum ataupun kegiatan kita wajib berdoa. Terutama saat kegiatan santunan mari saling mendoakan. Bagi yang telah menyantuni mendoakan agar yang disantuni menjadi generasi sholih - sholihah dan qurani. Juga bagi yang disantuni wajib pula mendoakan yang telah menyantuninya agar senantiasa barokah rezkinya sehat lahir batin dan panjang umurnya.
Semoga sedikit memberikan manfaat dan menjadikan ibadah diterima. Aaamiiin
Kebonagung, 3 September 2020
Jumat, 28 Agustus 2020
Menumbuhkan Semangat Kemerdekaan Serta Tahun Baru Islam Melalui Santunan Yatim Piatu Dan Dhuafa.
Pada tanggal 28 Agustus 2020 Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji dan Kepanjen bekerja sama dengan I donat serta pondok pesantren Arrosyidul Ulya mengadakan satu event yang cukup besar yakni santunan. Kegiatan santunan ini diikuti oleh 75 anak yatim piatu dan dhuafa yang disesuaikan dengan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75. Sebelum acara pada pagi harinya baik di KUA Kec. Pakisaji juga pondok pesantren arrosyidul ulya mengadakan khotmil quran.Pada siang hari sambil menunggu para tamu undangan datang ditampilkan pembacaan sholawat oleh grup al banjari di pondok pesantren.
Tepat pukul 13.30 acara pun dimulai dengan pembawa acara saudara Akbar Wicaksono yang termasuk salah satu Penyuluh Agama Islam di Kec. Pakisaji. Pembukaan adalah acara awal dengan dibacakannya surat Al Fatihah maka secara resmi acara sudah dibuka dan dimulai. Selanjutnya pembacaan ayat-ayat suci Al Quran yang disampaikan oleh Ust. Alvan yang berdomisi di desa Pakisaji. Dengan lantunan suara yang khas dan merdu Ust Alvan mampu menghentikan beberapa orang yang bersenda gurau sehingga dapat menyimak apa yang dibacanya. Selanjutnya untuk acara yang ketiga yakni sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Bapak Didik Purnomo selaku perwakilan dari warga setempat dan pengasuh pondok pesantren arrosyidul ulya. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan. Beliaupun meminta maaf apabila dalam memberi penghormatan ada yang kurang berkenan di hati para undangan.
Beralih pada sambutan kedua yang disampaikan oleh Bapak Drs. Saiful Mustofa selaku Kepala KUA. Kec. Pakisaji. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Ust Tamyiz selaku pengasuh pondok karena sudah berkenan sebagai tuan rumah. Kepala KUA Kec. Pakisaji mengucapkan permohonan maaf kepada hadirin apabila ada kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan karena semua masih proses belajar. Kegiatan seperti ini akan menjadi agenda tahunan sehingga tahun depan in sya Allah akan melaksanakan lagi dengan perbaikan dari kegiatan sekarang.
Acara berikutnya yakni sambutan sekaligus mauidhotul hasanah dari Bapak Drs. Muhammad Shodiq,MA selaku Kepala KUA Kec. Kepanjen. Beliau menyampaikan tentang keutamaan shodaqoh dengan dasar hadis shodaqoh menarik rizki. Terutama shodaqoh kepada anak yatim piatu yang dilaksanakan saat momen 10 Muharrom. Beliau menguatkan penjelasannya dengan contoh - contoh dari pengalaman beliau saat memberikan tausiyah. Dapat disimpulkan dari cerita yang disampaikan beliau bahwa orang yang bershodaqoh wajib mempunyai hati yang ikhlas. Namun bila sudah karena manusia atau mengharap sesuatu, maka kekecewaanlah yang akan didapat.
Setelah beliau mengakhiri tausiyahnya acara pun dilanjutkan dengan prosesi santunan. Acara prosesi santunan dipandu oleh Kyai Marsidi dan Gus Atho' dengan yang memanggil nama anak - anak yatim yakni saudari Rahayu Nuril Insyiroh salah satu Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji. Acara santunan berjalan khidmat dengan diiringi sholawat suasanapun menjadi haru. Sampai pada akhir acara yakni doa yang disampaikan oleh Al Mukarrom KH Masdarul Fauzi dari Pakisaji. Seluruh panitia berharap semoga acara ini memberikan manfaat dan menjadi amal ibadah yang diterima serta tahun depan bisa melaksanakan lagi dengan lebih baik.
Pakisaji, 28 Agustus 2020
Senin, 24 Agustus 2020
DORA
DORA
Saat menjalani kegiatan kepramukaan bersama para pembina di Kabupaten Malang, ada sebuah rumus sukses dalam melakukan giat. Apa itu rumusnya ? Jawabnya adalah DORA, yakni singkatan dari Do, Observasi, Refleksi dan Aplication. Berikut untuk penjabaran dari masing - masing rumus sukses tersebut :
1. Do
Do mempunyai makna melakukan atau mengerjakan. Seiring makna ini, maka kita bila pernah mempelajari bahasa arab dengan kajian ilmu shorof melalui kitab amsilatut tashrifiyah kalimat yang pernah dilihat dan dipelajari adalah fa'ala yang bermakna berbuat. Dengan ini apapun rencana atau perintah yang sedang kita terima haruslah mau mengerjakan dahulu. Karena sebaik apapun rencana bila tidak dikerjakan maka akan sia-sia. Mengerjakan dengan semampu kita untuk memberi teladan bagi orang lain. Andaikan guru idealnya memang harus mengerti dan melakukan dahulu agar lebih afdhol. Bila tidak, maka seiring mengajarkan ilmu juga berusaha melakukannya.
2. Observasi
Tidak sekedar melakukan kegiatan yang dibutuhkan selanjutnya adalah observasi. Apa yang dimaksud observasi disini ? Yakni dengan mengamati saat melakukan kegiatan, ya melakukan juga mengamati apa yang kurang dari yang sedang dikerjakannya itu. Menulis pun juga seperti itu dalam proses pengerjaan suatu karya harus diamati apa yang masih kurang.
3. Refleksi
Selesai kegiatan langsung mengadakan refleksi atau biasa dikenal dengan evaluasi. Apa saja yang menjadi kekurangan ataupun kesalahan wajib untuk ditulis dalam buku agenda. Giat refleksi ini wajib ada selesai kegiatan apapun.
4. Aplication
Setelah dievaluasi langkah terakhir yakni diperbaiki untuk kegiatan berikutnya. Dalam bahasa seorang siswa dalam proses ujian yang mendapat nilai jelek harus diremidi atau diulang. Jangan sampai mengulangi kesalahan dua kali seperti pepatah mengatakan tidak boleh jatuh ke lubang yang sama. Tak ada yang melakukan suatu kegiatan tanpa satu kesalahan yang harus diperbaiki, sekecil apapun pastilah ada yang memberi komentar. Oleh karenanya kita harus sering perbaikan diri membenahi kesalahan untuk masa depan yang sukses.
Malang, 24 Agustus 2020
Penulis adalah Pembina Pramuka SMPN 1 Wagir, anggota Gerakan Guru Menulis Nusantara, Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji dan Kepala Madrasah Diniyah Nurul Hikmah
Sabtu, 22 Agustus 2020
MULAILAH SAUDARAKU
Dalam hal ini sengaja penulis menyapa dengan kalimat saudara. Kalimat Saudara sebagai perekat dan lebih dekat dalam bersosial masyarakat. Pada hakikatnya semua manusia adalah saudara. Hal ini disebabkan seluruh umat manusia merupakan satu kesatuan di muka bumi ini dengan tanda kutip sama-sama hidup di dunia. Beragam keyakinan yang dianut oleh manusia, baik itu Islam, kristen, hindu, budha dan lain sebagainya. Dalam hidup sosial kita harus menjaga kerukunan bagaimanapun juga sebagai saudara.
Saudara yang satu dengan lainnya mempunyai satu hak yang secara tidak disengaja, mau tidak mau harus melakukan. Apa yang dikehendaki dengan hak itu yakni mengingatkan baik dalam suka maupun duka. Bila dalam suka atau keadaan yang menyenangkan kita mengingatkan agar selalu bersyukur dan tidak sombong. Saudara bila mempunyai cita - cita atau target untuk meraih masa depan, maka yang dilakukan oleh sesama saudara adalah membantu menyukseskannya. Tidak hanya berencana atau mempunyai cita-cita, supaya tercapai wajib hukumnya untuk memulainya. Karena segala sesuatu bila tidak segera dimulai akan terbuang waktunya sia-sia dan hanya sebagai gambaran di dalam angan-angannya saja.
Ada rumus yang pernah disampaikan oleh KH Abdullah Gymnastiar atau lebih akrab disapa Aa'gym. Beliau pernah menyampaikan bahwa agar menjadi orang sukses harus mengamalkan 3 M. Apa sajakah 3 M itu ? yang pertama Mulailah dari diri sendiri, kedua Mulailah dari sekarang dan Mulailah dari hal terkecil.
1. Mulailah Dari Diri Sendiri
Segala perbuatan seyogyanya memang diri sendiri dahulu mengawali. Ada satu kaidah berbunyi ibda' binafsika yang artinya mulailah dengan dirimu. Dalam bahasa dakwah kita memberikan teladan pada diri kita maka secara tidak langsung orang lain akan mengikuti. Memang tantangan yang terberat dalam berdakwah adalah memberi teladan. Fenomena yang dimasyarakat ada beberapa orang yang bisa menyampaikan dakwahnya tetapi bagi dirinya sendiri belum melaksanakan.
2. Mulailah Dari Sekarang
Ya sekarang, bukan nanti ataupun besok. Salah satu penyakit manusia dalam mengerjakan tugas yang diterima adalah menunda. Namun apabila pekerjaan itu bisa dikerjakan segera, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh dan berdoa agar mendapat hasil yang baik dan manfaat. Andaikan belum bisa mengerjakan sekarang, maka tulis di dalam buku kegiatan kapan akan diselesaikan.
3. Mulailah Dari Hal Terkecil
Tak ada usaha yang langsung sukses. Semua diawali dari hal terkecil terendah termudah. Begitu pula dengan menulis, mulai dari yang mudah yakni pengalaman apa saja. Baik senang ataupun duka, dari sekedar menulis sampai sesuai kaidah penulisan yang baik dan benar. Penulis buku sekalipun pernah memulai dari yang tulisannya sedikit beberapa paragraf sampai jadi buku.
Demikian sedikit tulisan semoga bermanfaat bagi pembaca dan penulis sendiri. Dengan harapan menjadi pengugah semangat sehingga menjadikan ilmu manfaat dan barokah dunia akhirat. Aaamiiin
Malang, 22 Agustus 2020
Penulis adalxah Mahasiswa Pasca Sarjana UNIRA, Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji, Guru Pendidikan Agama Islam dan Pembina Pramuka di SMPN 1 Wagir, Kepala Madrasah Diniyah Nurul Hikmah.
Jumat, 21 Agustus 2020
Renungan Kemerdekaan Dengan Tahun Baru Islam
Pada tahun ini ada dua hal yang sangat Istimewa bila
kita mau merenung sejenak. Tepatnya dalam bulan Agustus 2020 ada dua momen yang
hampir bersamaan. Momen tersebut yakni peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia
pada tanggal 17 Agustus dan Tahun Baru Islam pada tanggal 20 Agustus. Dalam
selisih 3 hari antara kemerdekaan dan pergantian Tahun Hijriyah patutlah kita
ambil hikmahnya.
A. Kemerdekaan
Pertama kita renungkan dahulu tentang kemerdekaan.
Kemerdekaan tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan. Baik yang disebut itu
pahlawan proklamator yakni Bapak Ir. Soekarno dan Bapak Moh. Hatta, maupun
Pahlawan Nasional pada umumnya. Mungkin kita pun pernah mendengar bahwa bangsa
yang besar yakni bangsa yang mampu menghargai perjuangan para pahlawannya.
Sehingga munculah pertanyaan bagaimana cara kita menghargai perjuangan para
pahlawan melalui peringatan kemerdekaan ? Jawabnya bagi kita sebagai generasi
penerus mari kita senantiasa mengisi peringatan kemerdekaan dengan berziarah ke
makam para pahlawan yang mampu kita kunjungi. Namun bila tidak ya wajib untuk
mendoakannya untuk mengenang jasa dan perjuangan mereka.
Di daerah pedesaan yang masih menjadi tradisi dalam
mengisi kemerdekaan yakni dengan dilaksanakannya kegiatan Bari’an atau
tasyakuran kemerdekaan. Ada pula yang menyebutnya Malam tirakatan dengan maksud
menirakati atau mengenang para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.
Selanjutnya dalam mengisi kemerdekaan yang menjadi inti adalah dengan upacara
detik – detik proklamasi saat jam 10.00. Upacara tahun ini berbeda dengan tahun
– tahun sebelumnya. Di karenakan Negara Indonesia masih dalam ujian wabah covid
– 19. Meskipun begitu tidak menyurutkan semangat bangsa Indonesia dalam
memperingati Kemerdekaan.
B. Tahun Baru Islam
Kedua tentang Tahun Baru Hijriyah yang jatuh pada
tanggal 20 Agustus 2020. Tahun Baru Hijriyah ini dalam bahasa jawa dikenal dengan wulan suro.
Bulan dimana para Nabi dan Rosul banyak yang menang dalam melawan musuh-musuhnya
pada tanggal 10 Muharrom. Sehingga pada tanggal tersebut umat Islam di sunahkan
untuk berpuasa selama 2 hari. Meskipun ada sebagian pemahaman dari umat Islam
yang tidak menganjurkan berpuasa pada tanggal tersebut dengan alasan tertentu.
Tetap kita tumbuhkan toleransi dalam beribadah agar kerukunan terwujud di
masyarakat.
Tahun Baru Hijriyah ini dihitung sejak Nabi Muhammad
SAW hijrah dari kota Mekkah ke Kota Madinah. Berbeda dengan Tahun Baru Masehi
dihitung sejak kelahiran Nabi Isa. Sedangkan dari kajian ilmu pengetahuan
Kalender Masehi perhitungannya dengan perputaran Matahari. Untuk Kalender Islam
menurut perputaran bulan sehingga disebut juga dengan tahun atau kalender
qomariyah.
C. Keterkaitan antara Kemerdekaan dengan Tahun Baru Islam
Ada hal yang menjadi kesamaan dalam dua peristiwa
tersebut. Yakni sama – sama perlu adanya perjuangan untuk menggapai suatu
tujuan. Dalam berjuang pun harus bekerja keras agar yang menjadi harapan dapat
terpenuhi. Setelah Peringatan Kemerdekaan Indonesia disambung dengan Peringatan
Tahun Baru Islam yang hakikatnya sama, yakni saat Tahun baru Islam para Nabi
dan Rosul telah merdeka atau menang dari para musuh.
Penulis :
Mahasiswa Pasca sarjana UNIRA, Anggota GGM Nusantara
Penyuluh Agama Islam Kec. Pakisaji, Kepala MADIN Nurul Hikmah
Pembina Pramuka dan Guru PAI SMPN 1 Wagir,
Sabtu, 15 Agustus 2020
Dompet Yang Kembali Pada Sang Pemilik
Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara
Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...
-
Melek teknologi, ya istilah inilah yang membuming masa - masa sekarang. Bila tidak mengikuti perkembangan zaman atas teknologi yang ber...
-
Ujian terberat bagi seorang pelajar bukanlah saat mengerjakan ujian tertulis maupun praktek pada akhir pembelajaran. Tetapi ujian yang...
-
Semangat merupakan fondasi awal dalam suatu aktivitas. Dalam menuntut ilmu semangat merupakan resep kedua setelah murid menyadari atas kec...





