Kamis, 05 Mei 2022

Konsumsilah Yang Halal Dalam Halal Bihalal

 




Nuansa Idul Fitri yang akrab dengan kita adalah istilah halal bihalal.  Benar Halal bihalal yang mempunyai arti saling meminta dan memberi maaf.  Secara teksnya bermakna meminta halal dari apa yang pernah kita perbuat kepada orang lain.  


Namun sering kali hanya sekedar bersalaman tanpa mengucapkan apapun.  Ada yang mengucapkan maaf hanya sekedar lisan.  Maaf seyogyanya juga diiringi keniatan dalam hati diucapkan dengan lisan serta tidak mengulangi perbuatannya.  


Selain daripada meminta maaf atau minta halal,  perhatikan juga makanan yang kita konsumsi.  Ketika sillaturahmi atau bertamu misalnya.  Saat tuan rumah belum mempersilahkan untuk menikmati hidangan kita tidak diperkenankan untuk menikmatinya.  Kemudian yang lebih penting adalah tidak membawa makanan keluar dari rumah yang dikunjungi tanpa izin pemiliknya.  Hal ini bisa dikategorikan mencuri karena tidak izin tuan rumah.  Benar sudah dihidangkan tetapi lebih sopannya dengan minta izin.  


Halal ternyata mencakup banyak hal.  Tak hanya ucapan,  berjabat tangan,  perbuatan tapi juga makanan yang dikonsumsi. Di luar bulan syawal umat Islam sangat ditekankan masalah makanan halal. Utama lagi di bulan Syawal dimana umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh.  


Marilah kita menjaga makanan yang kita konsumsi. Apapun yang masuk dalam tubuh kita wajib yang halal. Tapi juga diperhatikan gizi dan ukurannya.  Jangan sampai halal tapi tak bergizi.  Halal tetapi sampai berlebihan itu juga tidak baik.  


Semoga sedikit tulisan ini bisa mengingatkan kita akan kehalalan dari makanan yang dikonsumsi.  Melalui makanan halal hidup kita akan menjadi berkah.  Aaamiiin.  



Malang,  6 Mei 2022

Rabu, 04 Mei 2022

Jagalah Sillaturahmi Agar Lebih Bermakna

 



Idul Fitri tahun 2022 pemerintah memberikan cuti bersama yang berbeda dengan tahun lalu. Terhitung dari tanggal 28 April s/d 7 Mei 2022. Hal ini dikarenakan hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah melakukan vaksinasi. Baik vaksin ke 1 dan 2, juga mulai prosesnya diberbagai daerah vaksin booster. 


Libur beberapa hari ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dengan silaturahmi ke sanak family dan juga teman. Disebabkan hampir 2 tahun tidak ada anjang sana dari yang rumahnya jauh.  Tahun ini memulai tradisinya secara perlahan.  Yakni mudik ke kampung halaman bilamana ada yang bekerja di perkotaan sedangkan tempat tinggal di desa.  


Saat sillaturahmi ada 4 hal yang harus diperhatikan : Memahami makna sillaturahmi,  Niat,  Doakan dan Husnudzon. 


Pertama adalah memahami makna sillaturahmi itu sendiri. Sillaturahmi berasal dari kata sillatu berarti menyambung dan rohmi berarti kasih sayang. Sehingga sillaturahmi mempunyai arti menyambung kasih sayang atau persaudaraan.  Menyambung disini juga boleh diartikan dengan menjaga.  Bisa diartikan menyambung bila saudara tersebut tidak pernah atau sudah lama tidak dikunjungi.  Namun kita artikan menjaga saat sering kita kunjungi dengan harapan jalinan kasih sayang tetap terjaga.  


Kedua adalah niat.  Tentang niat sangatlah penting bagi setiap perbuatan.  Baik niat yang bertamu ataupun yang menerima tamu.  Niat bertamu saat lebaran harusnya meminta halal dari dosa yang telah dilakukan. Bukan niat-niat yang lain. Begitu pula tuan rumah harusnya mempunyai niat dalam memuliakan tamu. 


Ketiga adalah mendoakan.  Iya saling mendoakan. Orang yang sillaturahmi mendoakan agar kesalahan dan dosanya diampuni dimaafkan.  Orang yang memberi maaf juga mendoakan agar yang meminta maaf benar-benar bertaubat.  


Keempat adalah Husnudzon.  Husnudzon adalah berbaik sangka.  Mungkin ini yang lebih sulit.  Karena setiap manusia hampir 60% di dalam dirinya ada sifat suudzon.  Bagi pemberi maaf ya baik sangka agar apa yang diucapkan memang benar-benar penyesalan atas kesalahan.  Yang minta maaf juga sama harus baik sangka.  Allah dalam hadits qudsinya menegaskan yang artinya aku menurut prasangka hambaku. 


Mari kita memahami dan menjaga 4 hal di atas.  Sehingga sillaturahmi tidak hanya sekedar sillaturahmi namun lebih bermakna.  Semoga bermanfaat semoga kesalahan dan dosa kita senantiasa diampuni. Aaamiin.  



Malang,  5 Mei 2022 

Selasa, 03 Mei 2022

Atsar Idul Fitri Bagi Seorang Muslim

 



Sebagai umat Islam yang dibekali akal oleh Allah, maka seyogyanya dapat merenung dan bertafakkur atas segala kejadian. Misal pada momen Idul Fitri. Saat ini menuju kembali normal seperti sebelum adanya covid 19. Hal ini dibuktikan perjalanan di jalan raya terutama di daerah perkotaan mulai macet.


Ketika aktivitas hanya dilakukan lewat begitu saja, tanpa kita ambil hikmah dan pelajarannya maka kita tak akan mendapat atsar atau pengaruh bagi diri kita. Oleh karena itu, apa makna daripada idul fitri ? dan bagaimana cara saling memaafkan agar lebih bermakna ?


‘Idul fitri terdiri dari dua kalimat yang dijadikan satu. Yakni, kalimat ‘idun dan al fitri. ‘idun bermakna kembali dan al fitri bermakna suci. Secara keseluruhan berarti kembali pada kesucian awal. Kenapa ada kesucian awal ? karena kalimat al fitri di awali al, dimana al dalam kacamata pesantren disebut al ta’rif atau al yang menunjukkan isim ma’rifat dengan arti kekhususan.


Makna kembali pada kesucian awal berarti awal kita suci. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad yang berarti setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, maka orang tuanyalah yang menyebabkan ia menjadi yahudi, nasrani dan majusi.


Sebelum menjadi orang yang suci, Allah mewajibkan kepada umat Islam untuk melakukan puasa di bulan suci Romadhon. Nabi Muhammad menegaskan dalam sabdanya yang artinya barangsiapa yang berpuasa di bulan suci Romadhon dengan hati yang ikhlas dan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu.


Melalui logika makna hadits tersebut, setelah umat Islam menjalani ibadah puasa satu bulan penuh dengan ikhlas dan sungguh-sungguh maka Allah mengampuni dosanya. Bila dosa sudah diampuni maka seorang muslim tersebut tidak mempunyai dosa. Sehingga bisa dikatakan orang yang tidak mempunyai dosa disebut suci.


Dosa yang dilakukan manusia tak hanya kepada Allah namun utamanya sesame manusia. Oleh karena itu selain kita beribadah sebagai bentuk permohonan maaf dan penyucian diri kepada Allah juga diperkuat dengan saling memaafkan.  


Saling memaafkan tak hanya ramai di dunia nyata tapi juga di dunia maya dengan saling share ucapan saling meminta maaf. Memang ada sisi positif dengan adanya share media sosial, yakni memudahkan komunikasi apabila kita belum bisa mengunjungi atau silaturahmi dengan dibatasi jarak yang jauh. Namun selain share yang dapat dilakukan harusnya juga diiringi dengan niatan yang baik yaitu dengan saling mendoakan. Doa yang terbaik baik yang share maupun yang menerima share adalah meminta petunjuk agar senantiasa mendapat pertolongan dari Allah tidak mengulangi perbuatan dosanya.


Semoga tulisan sedikit ini dapat bermanfaat agar kita bisa mengambil hikmah daripada idul fitri. Semoga kita digolongkan dalam orang-orang yang kembali suci dan berbahagia. Aamiin.

 

Malang, 4 Mei 2022

 


Senin, 04 April 2022

Puasa Adalah Satu Bentuk Kepatuhan Pada Allah SWT.

 


Saat ini seluruh umat Islam sedang melaksanakan ibadah di bulan suci Romadhon.  Ibadah yang dinanti-nantikan sejak bulan Rojab sudah diminta kepada Allah SWT.  Tak heran bila sebagian banyak umat Islam mengisi dengan ibadah.  


Ibadah puasa adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap umat Islam dalam bulan Romadhon ini.  Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab suci Al Quran surat Al Baqoroh ayat 183 yang artinya wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa,  sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu.  Supaya kalian semua bertaqwa.  


Pada arti ayat tersebut sudah jelas,  hanya orang beriman sajalah yang diwajibkan untuk berpuasa.  Maka tingkatan keimanan seseorang adalah dalam hati mereka.  Orang yang beriman pastilah sudah memeluk Islam dan mulai mempelajarinya.  Namun bila orang yang baru masuk Islam otomatis kadar keimanannya masih tahap belajar.  


Merujuk dalam arti surat Al Baqoroh ayat 183, hal penting kita diwajibkan berpuasa adalah satu bentuk kepatuhan.  Bila perintah puasa bukanlah wajib,  mungkin diantara kita pastilah memilih untuk meninggalkannya atau sampai tidak dikerjakan. Ya, patuh.  Tidak hanya menahan lapar, dahaga dan sexsual tetapi bentuk mematuhi atas perintah Allah SWT.  Ibarat ada orang tua ysng menyuruh anaknya membantu pekerjaan rumah, lalu ia melaksanakan otomatis hati orang tua tersebut menjadi bahagia.  Begitu pula dengan ibadah puasa. 


Marilah kita menjalankan ibadah puasa dengan sebaik mungkin.  Supaya Dzat yang memerintahkan kita menjalankan ibadah puasa merasa senang.  Aamiin.  


Malang,  4 April 2022


Selasa, 22 Maret 2022

Jangan Bersedih Allah Bersama Kita

 


Sebagai insan yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa pastilah tak terlepas dari suatu masalah.  Apa yang dimaksud dengan masalah?  Masalah bila dilihat dari kacamata bahasa arab berarti pertanyaan (mas alatun). Pertanyaan atau mas alah memang seharusnya dijawab melalui langkah-langkah penyelesaian.  


Bagi orang yang sedang dalam masalah ada beberapa langkah agar tetap tegar dalam menyikapi suatu masalah,  yakni sebagai berikut : 

1. Sabar

2. Ibadah

3. Instrospeksi Diri 

4. Sugesti diri

5. Prasangka yang baik


Yang pertama adalah sabar. Sesuai dengan yang telah termaktub dalam Al Quran, Allah menegaskan mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat.  Sabar pada urutan pertama kemudian diiringi dengan sholat.  Ayat yang lain jangan susah Allah bersama kita.  Kemudian Allah juga menyampaikan bahwa Allah bersama dengan orang - orang yang sabar. 


Melalui dalil-dalil tersebut sangat jelas perilaku sabar sangatlah diperlukan dalam menjawab atau menyelesaikan masalah. Memang tidak mudah untuk sabar.  Namun kita harus tetap berusaha  untuk menjaga emosi dan fikiran kita. Tidak karena masalah belum selesai, kita jatuh sakit. Naudzubillah.  


Yang kedua, yakni ibadah.  Ibadah adalah cara kedua yang juga dikerjakan bersamaan dengan sabar dalam menyikapi suatu masalah. Tidak hanya sabar, kita harus ingat bahwa masalah itu adalah makhluk ciptaan Allah.  Melalui masalah kita harusnya lebih dekat kepada Allah tidak bertambah jauh kepada Allah.  Namun bila sudah selesai satu masalah kita pun tetap beribadah untuk mensyukuri masalah yang sudah terselesaikan.  Sehingga tidak hanya ada masalah kita giat beribadah.  


Yang ketiga adalah Instrospeksi diri. Kita perlu menanyakan pada diri kita atas kekurangan dan kelemahan.  Hal ini biasa disebut dengan evaluasi.  Diri kita sering peka terhadap kekurangan orang lain,  namun sedikit yang peka atas kekurangan diri kita sendiri.  Apalagi saat Allah menguji kita dengan dinampakkan kesalahan orang lain. Dapatkah mendoakan agar mendapat hidayah atau bahkan larut dalam masalah tersebut.  


Yang keempat adalah sugesti diri.  Yaqinkan pada diri anda bahwa Allah tidak akan memberi masalah kepada salah seorang hambah,  kecuali Allah memberikan kekuatan hamba tersebut dalam menyelesaikan.  Orang lain mungkin bisa menasehati dan mengingatkan tetapi dikembalikan pada diri pribadi.  Ibarat orang sakit,  siapapun yang menjenguk serta memberi nasehat dalam kesembuhan akan bermanfaat bila si sakit punya semangat sembuh.  


Kelima yakni prasangka yang baik. Prasangka baik kepada Allah maupun pada sesama manusia. Kepada Allah kita yaqin dengan masalah kita lebih ingat kepada Allah.  Sedangkan kepada sesama manusia kita menganggap dan mendoakan orang itu menjadi baik.  Karena ketika orang lain melihat kesalahan atau kejelekkan kita kemudian tidak sengaja untuk menyampaikan pada orang lain,  maka saat itu kita diuji tentang prasangka kita. Baikkah atau buruk atas tanggapan orang tersebut.  


Demikian semoga bermanfaat.  Marilah kita menyikapi suatu masalah dengan tetap ingat kepada Allah serta menjalankan dari salah satu resep di atas.  Terima kasih dan mohon maaf.  


Malang,  23 Maret 2022 

Edisi Muhasabah diri. 


Selasa, 15 Maret 2022

Belajar Bijaksana

 


Waktu yang tepat untuk membahas ilmu adalah saat santai dengan ditemani secangkir kopi dan sajian-sajian ringan.  Kemudian penulis memulai percakapan dengan salah seorang guru juga tim bekerja di SMPN 1 Wagir. Tema yang akan dibahas yakni tentang menjadi pribadi yang bijak di masa kini. 


Tema ini sesuai dengan pendalaman nama dari penulis sendiri.  Akbar Wicaksono yang berarti Besar Kebijaksanaanya.  Banyak di masyarakat yang sering berselisih argumen sampai adanya pertengkaran hanya karena ingin benar sendiri.  Dan tidak mau mengalah atau melihat sisi kebenaran dari orang lain.  


Oleh karena itu, bijak sana.  Bijak itu di sana (orang lain) bukan bijak di sini (diri sendiri). Bila kita masih mengangap kita yang segalanya maka disebut bijak sini,  seharusnya kita lihat orang lain dari sisi kebaikan hingga muncul bijak sana.  


Memang manusia tak terlepas dari kesalahan.  Sengaja atau tidak sengaja pasti pernah melakukan kesalahan.  Juga kita dihadapkan dengan satu masalah sesuai diskusi kami menyepakati harusnya ada yang mengalah.  Orang yang bijak mau mengalah dan tidak merasa benar sendiri.  


Tahapan yang utama dalam mencapai bijaksana adalah kita mulai mengendalikan ego kita. Ego tidak sama dengan nafsu.  Ego cenderung kepada pengakuan diri sendiri.  Bangga atas dirinya yang berlebihan.  Tidak ada yang benar kecuali dirinya.  


Bagaimana langkah awal untuk mencapai bijak sana?  Yakni dengan berusaha selalu ingat pada Allah. Berusaha mengalah.  Mengembalikan segala masalah kepada Allah.  Tidak ada yang dapat menyelesaikan masalah dan mengubah karakter seseorang kecuali hanyalah Allah.  


Marilah tetap semangat bersyukur bersabar berbaik sangka pada Allah.  Selanjutnya paling utama berusaha mendoakan yang terbaik untuk sahabat bahkan guru kita sekalipun untuk mendapat pentunjuk dan pertolongan dari Allah SWT. Aamiin. 


Malang,  15 Maret 2022

Minggu, 06 Maret 2022

Semangat Untuk Menjaga Hikmah Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW

 



Saat ini telah memasuki bulan Sya’ban. Namun hal yang terpenting adalah jangan sampai kegiatan atau aktivitas bulan Rojab hanya berlalu begitu saja. Lebih-lebih pada momen peringatan Isro’ Mi;roj Nabi Muhammad SAW yang diperingati kemarin pada tanggal 27 Rojab.

Mungkin sebagian besar umat Islam dapat memperingati Isro’ Mi’roj. Namun tidak banyak yang dapat mengambil hikmah yang kemudian diwujudkan dengan melaksanakan sholat dengan sepenuh hati sesuai  tuntunan. Tuntunan dan ajaran yang telah disampaikan oleh para guru di lembaga pendidikan seperti Sekolah, TPQ dan Madrasah Diniyah maupun Pondok Pesantren.

Hikmah daripada Isro’ Mi’roj yang harus tetap dikenang dan berusaha untuk melaksanakannya adalah sholat. Iya, sholat lima waktu sehari semalam. Sholat wajib tersebut diantaranya sholat subuh, sholat dzuhur, sholat Ashar, Sholat Maghrib dan Sholat Isya’.

Sholat dalam referensi kitab fiqih Fathul Muin dijelaskan bahwa gerakan ucapan yang diawali dengan takbirotul ihrom dan diakhiri dengan salam. Sholat tidak hanya sebagai rukun Islam kedua saja, tetapi dalam Al Qur’an surat Adzariyat Allah menciptakan jin dan manusia mempunyai satu tujuan yakni beribadah (sholat).

Sholat lima waktu tidak membutuhkan waktu berjam – jam, lebih banyak waktu kita untuk selain sholat. Dalam gerakan sholatpun tidak ada yang sifatnya memaksa, semua gerakan sholat santai dan menyehatkan. Sholat merupakan satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT Sang Pencipta Segala-galanya. Dan sholat yang nantinya ditanya pertama kali saat manusia di padang mahsyar pada proses penghitungan amal.

Begitu pentingnya sholat, bagaimanapun keadaan kita tetap dianjurkan untuk sholat. Dalam ilmu fiqih mengatakan saat sholat tidak mampu berdiri, maka harus duduk. Saat duduk tidak mampu, maka harus berbaring. Ketika berbaring saja tidak mampu maka harus memakai isyarat. Saat sakit bila tidak diperkenankan untuk tersentuh air maka memakai debu disebut tayamum. Kemudian bila tidak mungkin dengan wudhu dan tayamum, maka sholatlah hormat waktu.

Marilah kita memperbaiki sholat. Sholat yang hanya sekedar mengerjakan, maka sekarang belajarlah untuk mengetahui ilmu tentang sholat. Ilmu sholat yang meliputi syarat wajib, syarat sah, rukun sholat, hal yang memabatalkan sholat dan lain sebagainya.

Semoga sedikit tulisan ini dapat bermanfaat. Khususnya kepada penulis dan pada pembaca sekalian. Aamiin yaa robbal alamiin.

 

Malang, 7 Maret 2022 M

              4 Sya’ban 1433 H  

      


Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...