Selasa, 01 Agustus 2023

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

 


          Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 10 Kepala Sekolah SMP dan 20 Guru Pendidikan Agama Islam di wilayah Kecamatan Wagir dan sekitarnya. Dari SMPN 1 Wagir yang mengikuti kegiatan ini diantaranya Ibu Rosita Dewi,S.Ag, Bapak Akbar Wicaksono,M.Pd dan Bapak Irfan Hadi Susanto,M.Pd. Ust Alifudin selaku kepala sekolah menyampaikan dalam sambutannya Penguatan Moderasi beragama ini bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang.


     Prof. Yusuf Hanafi,M.Fil.I sebagai Narasumber pertama menyampaikan materi Strategi Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara. Adapun point-point singkat yang disampaikan Prof Yusuf Hanafi sebagai berikut : Tantangan dan Acaman terhadap harmoni kehidupan bernegara, Proses penyebaran paham ekstrem dan radikal, strategi kelompok radikal, Bentuk paham ekstrem dan radikal, Karakteristik ideology dan gerakan radikal, Paradigma Moderasi Beragama, Nilai-nilai pokok Moderasi Beragama dan yang terakhir Rangkuman masalah dan tawaran solusi.


  Materi Menalar Keberagaman sebagai materi kedua disampaikan oleh Dr. H. Faris Khoirul Anam,Lc,MHI. Beliau mengawali materi dengan sambutan sebagai tuan rumah yakni Pengasuh Pondok Pesantren Darul Faqih. Adapun point-point yang disampaikan Dr. Faris sebagai berikut : Karena apa Negara kuat, Iceberg analisis dan U-Process dan membangun gerakan dengan Rethinking, Redesigning dan Reframing.

      Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara ini diakhiri pukul 13.00 dengan dibacakan doa oleh Prof.Yusuf Hanafi,MHi. Dokumentasi foto bersama merupakan acara paling akhir setelahnya kami saling berjabat tangan dan kembali ke lembaga masing-masing. Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat dan berkah serta dapat menerapkan komitmen Moderasi Beragama dan Bela Negara di masing-masing lembaga.


Malang, 1 Agustus  2023





Sabtu, 20 Mei 2023

Waktu Yang Sama Namun Efektifitas Berbeda

 


   Waktuyang dimiliki oleh setiap manusia sama yakni 24 jam dalam sehari semalam. Tinggal bagaimana kita mengisi dalam 24 jam tersebut. Imam Al Ghozali seorang ulama penyusun kitab Ihya Ulumuddin membagi waktu menjadi 3 bagian. Sepertiga untuk ibadah, seperiga kedua untuk bekerja dan sepertiga berikutnya untuk istirahat.

 

   Sepertiga yang pertama untuk Ibadah kepada Allah SWT. Andaikan kita hitung sholat dalam sehari semalam tidak kurang dari 1 jam. Seorang muslim yang melakukan satu kali sholat dengan durasi tidak kurang 5 menit. Bila 5 waktu berjumlah 25 menit. Menurut perhitungan Imam Al Ghozali sepertiga dari 24 jam yakni 8 jam untuk ibadah, sisa dari waktu sholat wajib bisa digunakan untuk membaca Al Quran, menambah Ilmu serta keimanan. 


   Sepertiga yang kedua untuk bekerja. Apabila anda masih tahapan belajar di sekolah waktu yang kedua ini bisa digunakan untuk belajar di sekolah dari pagi sampai siang. Bekerja merupakan tuntunan dari Nabi Muhammad SAW. Beliau pernah bersabda yang artinya : Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang bekerja. . Pekerjaan tentunya yang halal bukan yang dilarang oleh Syariat Agama Islam.


   Sepertiga yang ketiga yakni untuk istirahat. Maka sempatkan waktu disela-sela kesibukan kita untuk istirahat. Jasad, fikiran dan hati ini juga membutuhkan istirahat. Ibarat robot hanya dipakai saja lama kelamaan akan menjadi rusak, begitulah dengan manusia membutuhkan istirahat. 


   Tetap semangat dalam mengisi sisa umur ini agar lebih bermanfaat. Harus ada keseimbangan antara waktu untuk Tuhan, untuk bergaul dengan sesama manusia terlebih waktu untuk diri sendiri dalam kaitannya introspeksi diri sendiri. Apabila hal ini bisa terlaksana akan menjadi imbang dalam menjalani kehidupan.


Malang, 21 Mei 2023 

Akbar Wicaksono dalam renungan waktu

Sabtu, 06 Mei 2023

Bentuk Kepedulian NU Dalam Tanggap Musibah






  Pada hari Jum'at, tepatnya 5 Mei 2023 segenap Pengurus Ranting NU dan LAZISNU bertakziah di rumah almh. Ibu Tiwar RT 21 RW 04 Jatisari. Adapun Pengurus yang hadir diantaranya Ust Muhsinul Amin, Ust Zaenuri, Ust Akbar, Ustdzah Mukarromah, Bapak Yudi, Bapak Amir, Bapak Rodi, Ibu Chuzaimah dan Ibu Sutik bersama Ibundanya. 

  Ust Akbar selaku Ketua LAZISNU Ranting Jatisari  menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi program pentasyarufan ketika ada masyarakat yang meninggal dunia. Serta salah satu bentuk realisasi dari Gerakan KOIN NU. 

 Kegiatan Pentasarufan untuk orang meninggal dunia, terhitung dari bulan Januari sampai dengan Jum'at 5 Mei 2023 sudah yang ke 9 kalinya. Setiap ada masyarakat yang meninggal dunia melalui media sosial whatssapp pengurus Ranting langsung tanggap untuk memberitahukan dan segera respon. 

  Harapan dari kegiatan ini adalah bentuk kepeduliaan Ranting NU terhadap musibah yang melanda masyarakat. Semoga kegiatan ini senantiasa mendapat keberkahan baik pengurus maupun donatur yang telah menyisihkan rezkinya. 

Selasa, 15 November 2022

Spirit Hari Pahlawan Menumbuhkan Pendidikan Karakter Dalam Diri

 



    Setiap tahun dalam momen 10 November pasti semua lembaga pendidikan mengadakan peringatan hari Pahlawan. Kegiatan rutin yang dilaksanakan bisa berupa upacara dan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan. Ada juga dengan mengenakan pakaian adat sebagaimana yang dilaksanakan oleh para pendidik dan tenaga pendidikan di SMP Negeri 1 Wagir pada pecan yang lalu. 


    Peringatan tidaklah berlalu hanya lewat begitu saja. Namun harus ada yang berbekas di dalam pikiran dan perilaku kita. Minimal dapat memahami sejarah daripada Hari Pahlawan juga meniru bagaiamana para pahlawan dalam berjuang. Kalau para pahlawan berjuang melawan penjajah, maka kita berjuang melawan diri kita sendiri untuk menjadi diri lebih baik lagi. 


    Nabi Muhammad SAW selesai perang Badar menyatakan kita telah menyelesaikan perang yang kecil. Kemudian para sahabat bertanya apa yang lebih besar wahai Rosulullah ? Rosulullah menjawab perang yang lebih besar adalah memerangi diri kita sendiri. 


    Kita mudah memerangi orang lain, katakan musuh yang menghardik kita. Atau orang lain yang sering mendzolimi kita. Namun, ketika ada musuh di dalam diri kita semisal rasa malas, tidak percaya diri, rasa bosan. Maka ini lebih sulit.

 

    Dokter bisa menyembuhkan orang lain yang sakit, tapi untuk dirinya sendiri bagaimana. Guru dan motivator bisa memberi semangat kepada peserta didik dan orang lain tapi untuk dirinya sendiri bagaimana. Bahasa mudahnya adalah kita bisa membangunkan orang lain namun ketika kita sedang jatuh dalam kemalasan, maka itulah musuh terbesar kita harus dipaksakan untuk bangun. 


     Dr. Fakhrudin Fais salah seorang ahli ilmu Filsafat pernah menjelaskan kenapa kita malas ? karena kita memilih opsi malas. Andaikan kita memilih rajin ya kita rajin. Menurut alm Dr. Taufiqi motivator Nasional pernah mengungkapkan dalam bukunya yakni rasa malas, tidak percaya diri, minder sifat-sifat ini dinamakan mental block maknanya adalah penjara mental yang harus diperangi. 

     Alm Gus Fauzi Syifa salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum pernah bercerita. Ketika sudah mempunyai niat dalam bangun sholat malam, namun diri ini tidak segera bangun, maka resep yang dapat diterapkan adalah Allahumma tak pekso (Allahumma saya paksa diri ini). 

    Dengan demikian, marilah bersama berlatih menjadi pahlawan  untuk diri kita sendiri. Kita kalahkan diri ini agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Berkarakter mulia yang berlandaskan Iman dan taqwa. Sebagaimana yang telah dimiliki para pahlawan yang telah berjasa dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Merdeka.



Malang, 16 November 2022 

Cak Sono

Minggu, 25 September 2022

Memulai Dengan Pramuka, Semangat Berkarya Untuk Bangsa

 




Pagi yang cerah membuat semangat dalam berkarya. Berkarya dalam kegiatan kepramukaan. Sudah sekian lama mulai dari pandemi covid 19 SMP Negeri 1 Wagir tidak aktif aktualisasi pramuka. Pramuka yang merupakan ekstrakurikuler wajib di jenjang sekolah menengah dalam kurikulum baik tiga belas maupun merdeka.

Kegiatan kepramukaan dibagi menjadi tiga jenis. Pertama Pramuka Blog, kedua pramuka regular dan ketiga pramuka aktualisasi. Pertama pramuka blog. Kegiatan pramuka blog dikemas melalui perkemahan sabtu minggu atau persami. Pramuka Blog ini dilakukan satu tahun sekali biasanya menjadi penutup satu rangkaian dengan MPLS.

Kedua yaitu pramuka regular. Pramuka regular ini dikhususkan satu minggu sekali. Setiap sekolah berbeda penentuan hari latihan pramuka regguler. Seperti SMP Negeri 1 Wagir kegiatan Pramuka Reguler dilaksanakan setiap sabtu selesai pulang sekolah.

Ketiga yaitu aktualisasi pramuka, yakni dengan menerapkan mata pelajaran dengan system kepramukaan. Ambil saja contoh mata pelajaran IPA diaktualisasikan pramuka, maka kegiatannya menjadi kemasan materi IPA dengan game kepramukaan. Sehingga muncul rasa senang dan tertantang pada diri siswa dalam mengikuti kegiatan aktualisasi.

Apapun kegiatan kepramukaan, baik blog, regular maupun aktualisasi pada hakikatnya mendidik anggota pramuka atau siswa lebih mandiri, berperilaku religious, berkarakter baik melalui pengamalan tri satya dan dasa dharma.

Kegiatan latihan kepramukaan sabtu pada tanggal 24 September 2022 di SMP Negeri 1 Wagir diikuti oleh semua siswa. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok mempunyai satu kakak pembina. Durasi waktu yang diberikan oleh kurikulum dalam kegiatan kepramukaan ini selama 40 menit atau satu jam pelajaran. Kegiatan yang bisa dikatakan aktualisasi pramuka ini berjalan dengan baik karena didukung oleh semua pihak.

Harapan dari adanya kegiatan kepramukaan, sesuai dengan arti pramuka sendiri Praja Muda Karana yaitu seorang pemuda mulai berkarya. Ya berkarya setiap hari dalam pembenahan perilaku diri, serta berkaya menciptakan prestasi melalui penerapan kode kehormatan gerakan pramuka.

 


Wagir, 24 September 2022

Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Wagir


Senin, 19 September 2022

Ikhtiyar Mohon Perlindungan Akhir Shofar Dengan Benar

 



Sebuah perlindungan adalah harapan semua orang. Perlindungan dari balak musibah bencana dan penyakit yang mewabah. Semua orang pasti meminta perlindungan dari itu semua yang tersebut. Namun yang disayangkan ketika kita hanya ingat pada momen tertentu. Seperti halnya rabu terakhir di bulan shofar. 


Ya, Rabu wekasan. Rabu terakhir di bulan shofar atau sapar. Rabu wekasan dalam beberapa referensi yang pernah dibaca oleh penulis, yaitu Rabu terakhir di bulan shofar dimana Allah menurunkan balak atau penyakit sebesar 320.000. Amalan yang dikerjakan bisa sholat hajat dan sedekah sebagai sarana taqorrub kepada Allah serta minta perlindungan-Nya. 


Disetiap momen keagamaan pastilah ada yang mau memperingati dan tidak. Muslim yang memperingati punya satu dasar hukum juga mempunyai imam. Bila tidak punya dasar hukum paling tidak punya imam yang punya dasar hukum. Kemudian yang tidak memperingati kemungkinan mereka mempunyai imam yang tidak menganjurkan pelaksanaan tersebut atau tidak mempunyai imam juga tidak mengetahui akan adanya rabu wekasan. 


Pelaksanaan satu ritual dalam Islam alangkah baiknya ada gurunya tidak langsung bersandar pada media sosial. Bila kita menerima informasi Rabu wekasan ini hanya membaca media sosial tidak bertabayyun pada seorang guru maka bisa berbahaya. Bahaya untuk dirinya maupun orang lain. Karena ibadah harus ada yang menuntun. Minimal kita bila tidak faham dan ketika membaca informasi tentang turunnya balak maka seharusnya kita segera meminta perlindungan kepada Allah SWT. 


Semua orang pastinya mempunyai keinginan selamat dunia dan akhirat. Namun langkah yang ditempuh harusnya ada yang menuntun dengan jelas. Semoga bermanfaat dan senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT. Aaaamiin. 


Senin, 09 Mei 2022

Indahnya Saling Memaafkan

 



Masih dalam nuansa idul fitri. Pastilah saat kita bertemu dengan orang lain mengucapkan permintaan. Tidak tahu apakah kita punya salah atau tidak pada orang tersebut, kita ucapkan maaf. Tradisi seperti ini sudah berjalan dari tahun ke tahun namun perlu pengkajian dan penguatan, agar apa yang kita kerjakan lebih bermakna. 

Hari ini seluruh siswa sudah mulai masuk sekolah. kegiatan awal yakni halal bihalal saling memaafkan. Kepala sekolah menyampaikan kalimat maaf baik di saat apel bersama siswa maupun di ruang guru. Wali kelas mengajak siswa - siswinya saling bermaafan di kelas masing-masing. Penulis juga sebagai wali kelas menyalami satu persatu siswa kelas dengan cara yang berbeda dari kelas lainnya. Setiap siswa menghadap satu persatu dan menyampaikan maaf atas kesalahannya juga berjanji tidak akan mengulanginya lagi. 

Halal bihalal dilanjutkan di ruang guru bersama kepala sekolah. Penulis sebagai pemberi taushiyah memberikan beberapa pesan tentang pentingnya kalimat maaf. Bahwa kalimat maaf tidak hanya sekedar diucapkan. Tetapi kalimat maaf juga dihayati dalam hati serta mewujudkan perubahan tingkah laku sebagai wujud maaf. 

Penulis sebagai Guru Pendidikan Agama Islam juga menyampaikan sabda Nabi Muhammad yang artinya setiap anak turun Nabi Adam (manusia) mempunyai kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat. Berangkat dari hadits ini kita harus mempunyai keyakinan sebagai orang yang bertaubat yakni dengan meminta maaf. 

Halal bihalal ditutup dengan doa bersama. Penulis mengajak semua yang hadir di ruang guru untuk saling memaafkan di dalam hati. Beberapa orang dapat menetekan air matanya karena teringat kesalahan kepada orang tua dan saudara-saudaranya. Acara berjalan dengan khidmat diakhiri dengan ramah tamah bersama. 

Semoga bermanfaat. Mari kita saling memberi maaf. 


Malang, 9 Mei 2022 

  

Sabtu, 07 Mei 2022

Filter Apa Yang Viral Sehingga Terjaga Diri Kita

 



Saat ini sedang viral istilah investasi bodong. Ketika penulis membaca status wa banyak yang share istilah ini.  Kalimatnya kurang lebih seperti ini,  ketika anak diberi uang lebaran lalu dititipkan kepada orang tuanya kemudian dikembalikan dua ribuan itulah investasi bodong.  


Memang terkadang kita boleh menjadikan hal yang ini tidak serius. Tapi nantinya si anak akan bertanya-tanya.  Padahal maksudnya juga baik.  Ada satu lagi yang viral, yakni dana kenakalan. Kenapa harus diistilahkan dengan kenakalan?  Padahal maksud daripada yang memberikan juga baik.  


Oleh karena itu dalam momen hari raya seperti ini,  kita harus menjaga apa yang kita ucapkan terlebih dalam hati kita.  Benar, dalam hati itu tak nampak. Tapi berawal dari ucapan nantinya akan menjadi kebiasaan.  


Hal yang sering kita dengar akan hafal dengan sendirinya tanpa dihafal. Misal dalam agama tentang bacaan al fatihah.  Secara tidak sengaja kita bisa hafal karena sering dibaca dan didengar. Begitu pula dengan kata-kata yang sedang viral.  Kalau tidak dikendalikan maka akan menghantam sopan santun.  


Pengendalinya ada diri kita sendiri.  Orang lain akan mengingatkan.  Kita harus bisa memilah dan memilih mana yang kalimat pantas digunakan untuk sejawat dan mana yang lebih tua. Jangan sampai kita sama ratakan dan pada akhirnya tidak sopan terjadi.  


Semoga sedikit tulisan ini dapat bermanfaat.  Khususnya bagi diri pribadi penulis dan umumnya kepada pembaca sekalian.  Mari kita jaga diri kita agar tumbuh sikap sifat sopan santun kepada sesama manusia.  



Malang,  7 Mei 2022

Kamis, 05 Mei 2022

Konsumsilah Yang Halal Dalam Halal Bihalal

 




Nuansa Idul Fitri yang akrab dengan kita adalah istilah halal bihalal.  Benar Halal bihalal yang mempunyai arti saling meminta dan memberi maaf.  Secara teksnya bermakna meminta halal dari apa yang pernah kita perbuat kepada orang lain.  


Namun sering kali hanya sekedar bersalaman tanpa mengucapkan apapun.  Ada yang mengucapkan maaf hanya sekedar lisan.  Maaf seyogyanya juga diiringi keniatan dalam hati diucapkan dengan lisan serta tidak mengulangi perbuatannya.  


Selain daripada meminta maaf atau minta halal,  perhatikan juga makanan yang kita konsumsi.  Ketika sillaturahmi atau bertamu misalnya.  Saat tuan rumah belum mempersilahkan untuk menikmati hidangan kita tidak diperkenankan untuk menikmatinya.  Kemudian yang lebih penting adalah tidak membawa makanan keluar dari rumah yang dikunjungi tanpa izin pemiliknya.  Hal ini bisa dikategorikan mencuri karena tidak izin tuan rumah.  Benar sudah dihidangkan tetapi lebih sopannya dengan minta izin.  


Halal ternyata mencakup banyak hal.  Tak hanya ucapan,  berjabat tangan,  perbuatan tapi juga makanan yang dikonsumsi. Di luar bulan syawal umat Islam sangat ditekankan masalah makanan halal. Utama lagi di bulan Syawal dimana umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh.  


Marilah kita menjaga makanan yang kita konsumsi. Apapun yang masuk dalam tubuh kita wajib yang halal. Tapi juga diperhatikan gizi dan ukurannya.  Jangan sampai halal tapi tak bergizi.  Halal tetapi sampai berlebihan itu juga tidak baik.  


Semoga sedikit tulisan ini bisa mengingatkan kita akan kehalalan dari makanan yang dikonsumsi.  Melalui makanan halal hidup kita akan menjadi berkah.  Aaamiiin.  



Malang,  6 Mei 2022

Rabu, 04 Mei 2022

Jagalah Sillaturahmi Agar Lebih Bermakna

 



Idul Fitri tahun 2022 pemerintah memberikan cuti bersama yang berbeda dengan tahun lalu. Terhitung dari tanggal 28 April s/d 7 Mei 2022. Hal ini dikarenakan hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah melakukan vaksinasi. Baik vaksin ke 1 dan 2, juga mulai prosesnya diberbagai daerah vaksin booster. 


Libur beberapa hari ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dengan silaturahmi ke sanak family dan juga teman. Disebabkan hampir 2 tahun tidak ada anjang sana dari yang rumahnya jauh.  Tahun ini memulai tradisinya secara perlahan.  Yakni mudik ke kampung halaman bilamana ada yang bekerja di perkotaan sedangkan tempat tinggal di desa.  


Saat sillaturahmi ada 4 hal yang harus diperhatikan : Memahami makna sillaturahmi,  Niat,  Doakan dan Husnudzon. 


Pertama adalah memahami makna sillaturahmi itu sendiri. Sillaturahmi berasal dari kata sillatu berarti menyambung dan rohmi berarti kasih sayang. Sehingga sillaturahmi mempunyai arti menyambung kasih sayang atau persaudaraan.  Menyambung disini juga boleh diartikan dengan menjaga.  Bisa diartikan menyambung bila saudara tersebut tidak pernah atau sudah lama tidak dikunjungi.  Namun kita artikan menjaga saat sering kita kunjungi dengan harapan jalinan kasih sayang tetap terjaga.  


Kedua adalah niat.  Tentang niat sangatlah penting bagi setiap perbuatan.  Baik niat yang bertamu ataupun yang menerima tamu.  Niat bertamu saat lebaran harusnya meminta halal dari dosa yang telah dilakukan. Bukan niat-niat yang lain. Begitu pula tuan rumah harusnya mempunyai niat dalam memuliakan tamu. 


Ketiga adalah mendoakan.  Iya saling mendoakan. Orang yang sillaturahmi mendoakan agar kesalahan dan dosanya diampuni dimaafkan.  Orang yang memberi maaf juga mendoakan agar yang meminta maaf benar-benar bertaubat.  


Keempat adalah Husnudzon.  Husnudzon adalah berbaik sangka.  Mungkin ini yang lebih sulit.  Karena setiap manusia hampir 60% di dalam dirinya ada sifat suudzon.  Bagi pemberi maaf ya baik sangka agar apa yang diucapkan memang benar-benar penyesalan atas kesalahan.  Yang minta maaf juga sama harus baik sangka.  Allah dalam hadits qudsinya menegaskan yang artinya aku menurut prasangka hambaku. 


Mari kita memahami dan menjaga 4 hal di atas.  Sehingga sillaturahmi tidak hanya sekedar sillaturahmi namun lebih bermakna.  Semoga bermanfaat semoga kesalahan dan dosa kita senantiasa diampuni. Aaamiin.  



Malang,  5 Mei 2022 

Selasa, 03 Mei 2022

Atsar Idul Fitri Bagi Seorang Muslim

 



Sebagai umat Islam yang dibekali akal oleh Allah, maka seyogyanya dapat merenung dan bertafakkur atas segala kejadian. Misal pada momen Idul Fitri. Saat ini menuju kembali normal seperti sebelum adanya covid 19. Hal ini dibuktikan perjalanan di jalan raya terutama di daerah perkotaan mulai macet.


Ketika aktivitas hanya dilakukan lewat begitu saja, tanpa kita ambil hikmah dan pelajarannya maka kita tak akan mendapat atsar atau pengaruh bagi diri kita. Oleh karena itu, apa makna daripada idul fitri ? dan bagaimana cara saling memaafkan agar lebih bermakna ?


‘Idul fitri terdiri dari dua kalimat yang dijadikan satu. Yakni, kalimat ‘idun dan al fitri. ‘idun bermakna kembali dan al fitri bermakna suci. Secara keseluruhan berarti kembali pada kesucian awal. Kenapa ada kesucian awal ? karena kalimat al fitri di awali al, dimana al dalam kacamata pesantren disebut al ta’rif atau al yang menunjukkan isim ma’rifat dengan arti kekhususan.


Makna kembali pada kesucian awal berarti awal kita suci. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad yang berarti setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, maka orang tuanyalah yang menyebabkan ia menjadi yahudi, nasrani dan majusi.


Sebelum menjadi orang yang suci, Allah mewajibkan kepada umat Islam untuk melakukan puasa di bulan suci Romadhon. Nabi Muhammad menegaskan dalam sabdanya yang artinya barangsiapa yang berpuasa di bulan suci Romadhon dengan hati yang ikhlas dan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu.


Melalui logika makna hadits tersebut, setelah umat Islam menjalani ibadah puasa satu bulan penuh dengan ikhlas dan sungguh-sungguh maka Allah mengampuni dosanya. Bila dosa sudah diampuni maka seorang muslim tersebut tidak mempunyai dosa. Sehingga bisa dikatakan orang yang tidak mempunyai dosa disebut suci.


Dosa yang dilakukan manusia tak hanya kepada Allah namun utamanya sesame manusia. Oleh karena itu selain kita beribadah sebagai bentuk permohonan maaf dan penyucian diri kepada Allah juga diperkuat dengan saling memaafkan.  


Saling memaafkan tak hanya ramai di dunia nyata tapi juga di dunia maya dengan saling share ucapan saling meminta maaf. Memang ada sisi positif dengan adanya share media sosial, yakni memudahkan komunikasi apabila kita belum bisa mengunjungi atau silaturahmi dengan dibatasi jarak yang jauh. Namun selain share yang dapat dilakukan harusnya juga diiringi dengan niatan yang baik yaitu dengan saling mendoakan. Doa yang terbaik baik yang share maupun yang menerima share adalah meminta petunjuk agar senantiasa mendapat pertolongan dari Allah tidak mengulangi perbuatan dosanya.


Semoga tulisan sedikit ini dapat bermanfaat agar kita bisa mengambil hikmah daripada idul fitri. Semoga kita digolongkan dalam orang-orang yang kembali suci dan berbahagia. Aamiin.

 

Malang, 4 Mei 2022

 


Senin, 04 April 2022

Puasa Adalah Satu Bentuk Kepatuhan Pada Allah SWT.

 


Saat ini seluruh umat Islam sedang melaksanakan ibadah di bulan suci Romadhon.  Ibadah yang dinanti-nantikan sejak bulan Rojab sudah diminta kepada Allah SWT.  Tak heran bila sebagian banyak umat Islam mengisi dengan ibadah.  


Ibadah puasa adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap umat Islam dalam bulan Romadhon ini.  Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab suci Al Quran surat Al Baqoroh ayat 183 yang artinya wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa,  sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu.  Supaya kalian semua bertaqwa.  


Pada arti ayat tersebut sudah jelas,  hanya orang beriman sajalah yang diwajibkan untuk berpuasa.  Maka tingkatan keimanan seseorang adalah dalam hati mereka.  Orang yang beriman pastilah sudah memeluk Islam dan mulai mempelajarinya.  Namun bila orang yang baru masuk Islam otomatis kadar keimanannya masih tahap belajar.  


Merujuk dalam arti surat Al Baqoroh ayat 183, hal penting kita diwajibkan berpuasa adalah satu bentuk kepatuhan.  Bila perintah puasa bukanlah wajib,  mungkin diantara kita pastilah memilih untuk meninggalkannya atau sampai tidak dikerjakan. Ya, patuh.  Tidak hanya menahan lapar, dahaga dan sexsual tetapi bentuk mematuhi atas perintah Allah SWT.  Ibarat ada orang tua ysng menyuruh anaknya membantu pekerjaan rumah, lalu ia melaksanakan otomatis hati orang tua tersebut menjadi bahagia.  Begitu pula dengan ibadah puasa. 


Marilah kita menjalankan ibadah puasa dengan sebaik mungkin.  Supaya Dzat yang memerintahkan kita menjalankan ibadah puasa merasa senang.  Aamiin.  


Malang,  4 April 2022


Selasa, 22 Maret 2022

Jangan Bersedih Allah Bersama Kita

 


Sebagai insan yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa pastilah tak terlepas dari suatu masalah.  Apa yang dimaksud dengan masalah?  Masalah bila dilihat dari kacamata bahasa arab berarti pertanyaan (mas alatun). Pertanyaan atau mas alah memang seharusnya dijawab melalui langkah-langkah penyelesaian.  


Bagi orang yang sedang dalam masalah ada beberapa langkah agar tetap tegar dalam menyikapi suatu masalah,  yakni sebagai berikut : 

1. Sabar

2. Ibadah

3. Instrospeksi Diri 

4. Sugesti diri

5. Prasangka yang baik


Yang pertama adalah sabar. Sesuai dengan yang telah termaktub dalam Al Quran, Allah menegaskan mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat.  Sabar pada urutan pertama kemudian diiringi dengan sholat.  Ayat yang lain jangan susah Allah bersama kita.  Kemudian Allah juga menyampaikan bahwa Allah bersama dengan orang - orang yang sabar. 


Melalui dalil-dalil tersebut sangat jelas perilaku sabar sangatlah diperlukan dalam menjawab atau menyelesaikan masalah. Memang tidak mudah untuk sabar.  Namun kita harus tetap berusaha  untuk menjaga emosi dan fikiran kita. Tidak karena masalah belum selesai, kita jatuh sakit. Naudzubillah.  


Yang kedua, yakni ibadah.  Ibadah adalah cara kedua yang juga dikerjakan bersamaan dengan sabar dalam menyikapi suatu masalah. Tidak hanya sabar, kita harus ingat bahwa masalah itu adalah makhluk ciptaan Allah.  Melalui masalah kita harusnya lebih dekat kepada Allah tidak bertambah jauh kepada Allah.  Namun bila sudah selesai satu masalah kita pun tetap beribadah untuk mensyukuri masalah yang sudah terselesaikan.  Sehingga tidak hanya ada masalah kita giat beribadah.  


Yang ketiga adalah Instrospeksi diri. Kita perlu menanyakan pada diri kita atas kekurangan dan kelemahan.  Hal ini biasa disebut dengan evaluasi.  Diri kita sering peka terhadap kekurangan orang lain,  namun sedikit yang peka atas kekurangan diri kita sendiri.  Apalagi saat Allah menguji kita dengan dinampakkan kesalahan orang lain. Dapatkah mendoakan agar mendapat hidayah atau bahkan larut dalam masalah tersebut.  


Yang keempat adalah sugesti diri.  Yaqinkan pada diri anda bahwa Allah tidak akan memberi masalah kepada salah seorang hambah,  kecuali Allah memberikan kekuatan hamba tersebut dalam menyelesaikan.  Orang lain mungkin bisa menasehati dan mengingatkan tetapi dikembalikan pada diri pribadi.  Ibarat orang sakit,  siapapun yang menjenguk serta memberi nasehat dalam kesembuhan akan bermanfaat bila si sakit punya semangat sembuh.  


Kelima yakni prasangka yang baik. Prasangka baik kepada Allah maupun pada sesama manusia. Kepada Allah kita yaqin dengan masalah kita lebih ingat kepada Allah.  Sedangkan kepada sesama manusia kita menganggap dan mendoakan orang itu menjadi baik.  Karena ketika orang lain melihat kesalahan atau kejelekkan kita kemudian tidak sengaja untuk menyampaikan pada orang lain,  maka saat itu kita diuji tentang prasangka kita. Baikkah atau buruk atas tanggapan orang tersebut.  


Demikian semoga bermanfaat.  Marilah kita menyikapi suatu masalah dengan tetap ingat kepada Allah serta menjalankan dari salah satu resep di atas.  Terima kasih dan mohon maaf.  


Malang,  23 Maret 2022 

Edisi Muhasabah diri. 


Selasa, 15 Maret 2022

Belajar Bijaksana

 


Waktu yang tepat untuk membahas ilmu adalah saat santai dengan ditemani secangkir kopi dan sajian-sajian ringan.  Kemudian penulis memulai percakapan dengan salah seorang guru juga tim bekerja di SMPN 1 Wagir. Tema yang akan dibahas yakni tentang menjadi pribadi yang bijak di masa kini. 


Tema ini sesuai dengan pendalaman nama dari penulis sendiri.  Akbar Wicaksono yang berarti Besar Kebijaksanaanya.  Banyak di masyarakat yang sering berselisih argumen sampai adanya pertengkaran hanya karena ingin benar sendiri.  Dan tidak mau mengalah atau melihat sisi kebenaran dari orang lain.  


Oleh karena itu, bijak sana.  Bijak itu di sana (orang lain) bukan bijak di sini (diri sendiri). Bila kita masih mengangap kita yang segalanya maka disebut bijak sini,  seharusnya kita lihat orang lain dari sisi kebaikan hingga muncul bijak sana.  


Memang manusia tak terlepas dari kesalahan.  Sengaja atau tidak sengaja pasti pernah melakukan kesalahan.  Juga kita dihadapkan dengan satu masalah sesuai diskusi kami menyepakati harusnya ada yang mengalah.  Orang yang bijak mau mengalah dan tidak merasa benar sendiri.  


Tahapan yang utama dalam mencapai bijaksana adalah kita mulai mengendalikan ego kita. Ego tidak sama dengan nafsu.  Ego cenderung kepada pengakuan diri sendiri.  Bangga atas dirinya yang berlebihan.  Tidak ada yang benar kecuali dirinya.  


Bagaimana langkah awal untuk mencapai bijak sana?  Yakni dengan berusaha selalu ingat pada Allah. Berusaha mengalah.  Mengembalikan segala masalah kepada Allah.  Tidak ada yang dapat menyelesaikan masalah dan mengubah karakter seseorang kecuali hanyalah Allah.  


Marilah tetap semangat bersyukur bersabar berbaik sangka pada Allah.  Selanjutnya paling utama berusaha mendoakan yang terbaik untuk sahabat bahkan guru kita sekalipun untuk mendapat pentunjuk dan pertolongan dari Allah SWT. Aamiin. 


Malang,  15 Maret 2022

Minggu, 06 Maret 2022

Semangat Untuk Menjaga Hikmah Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW

 



Saat ini telah memasuki bulan Sya’ban. Namun hal yang terpenting adalah jangan sampai kegiatan atau aktivitas bulan Rojab hanya berlalu begitu saja. Lebih-lebih pada momen peringatan Isro’ Mi;roj Nabi Muhammad SAW yang diperingati kemarin pada tanggal 27 Rojab.

Mungkin sebagian besar umat Islam dapat memperingati Isro’ Mi’roj. Namun tidak banyak yang dapat mengambil hikmah yang kemudian diwujudkan dengan melaksanakan sholat dengan sepenuh hati sesuai  tuntunan. Tuntunan dan ajaran yang telah disampaikan oleh para guru di lembaga pendidikan seperti Sekolah, TPQ dan Madrasah Diniyah maupun Pondok Pesantren.

Hikmah daripada Isro’ Mi’roj yang harus tetap dikenang dan berusaha untuk melaksanakannya adalah sholat. Iya, sholat lima waktu sehari semalam. Sholat wajib tersebut diantaranya sholat subuh, sholat dzuhur, sholat Ashar, Sholat Maghrib dan Sholat Isya’.

Sholat dalam referensi kitab fiqih Fathul Muin dijelaskan bahwa gerakan ucapan yang diawali dengan takbirotul ihrom dan diakhiri dengan salam. Sholat tidak hanya sebagai rukun Islam kedua saja, tetapi dalam Al Qur’an surat Adzariyat Allah menciptakan jin dan manusia mempunyai satu tujuan yakni beribadah (sholat).

Sholat lima waktu tidak membutuhkan waktu berjam – jam, lebih banyak waktu kita untuk selain sholat. Dalam gerakan sholatpun tidak ada yang sifatnya memaksa, semua gerakan sholat santai dan menyehatkan. Sholat merupakan satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT Sang Pencipta Segala-galanya. Dan sholat yang nantinya ditanya pertama kali saat manusia di padang mahsyar pada proses penghitungan amal.

Begitu pentingnya sholat, bagaimanapun keadaan kita tetap dianjurkan untuk sholat. Dalam ilmu fiqih mengatakan saat sholat tidak mampu berdiri, maka harus duduk. Saat duduk tidak mampu, maka harus berbaring. Ketika berbaring saja tidak mampu maka harus memakai isyarat. Saat sakit bila tidak diperkenankan untuk tersentuh air maka memakai debu disebut tayamum. Kemudian bila tidak mungkin dengan wudhu dan tayamum, maka sholatlah hormat waktu.

Marilah kita memperbaiki sholat. Sholat yang hanya sekedar mengerjakan, maka sekarang belajarlah untuk mengetahui ilmu tentang sholat. Ilmu sholat yang meliputi syarat wajib, syarat sah, rukun sholat, hal yang memabatalkan sholat dan lain sebagainya.

Semoga sedikit tulisan ini dapat bermanfaat. Khususnya kepada penulis dan pada pembaca sekalian. Aamiin yaa robbal alamiin.

 

Malang, 7 Maret 2022 M

              4 Sya’ban 1433 H  

      


Senin, 21 Februari 2022

Produk Halal, Antara Gaya Hidup dan Sadar Halal

 



Produk halal telah menjadi bagian dari bisnis dunia yang nilainya sangat besar dan menjanjikan. Bukan hanya negara-negara Islam (Islamic countries) yang peduli produk halal, negara-negara “sekuler” dan minoritas muslim pun menjadikan isu halal ini sebagai competitive advantage. Jepang, misalnya, menjadi salah satu negara paling berambisi menjadi role model produk halal dunia. Pemerintah Jepang sangat gencar membangun berbagai fasilitas untuk mengembangkan bisnis produk halal. Satu kota di Jepang, yaitu Fuji, sudah mendeklarasikan diri sebagai kota halal.
Peluang bisnis makanan halal cukup menjanjikan di negara-negara minoritas muslim seperti Thailand, Selandia Baru, Korea Selatan, China, Australia, Prancis, Amerika Serikat, dan Eropa. Pasar atau konsumen halal tak melulu warga asing muslim. Pertumbuhan penduduk muslim di negara-negara tersebut turut memicu kebutuhan konsumsi halal. Sebagai gambaran, populasi muslim dunia diperkirakan mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030 atau 23% populasi dunia. Dari jumlah itu terbanyak berada di Asia-Pasifik, lalu Timur Tengah, Afrika Subsahara, Eropa, hingga Amerika Utara dan Latin.

Asia-Pasifik sebagai kawasan terbesar populasi muslim dunia, mencapai 62% umat Islam, menjadi pasar potensial produk halal. Tercatat Indonesia, India, Pakistan, dan Bangladesh sebagai penyumbang terbesar populasi. Selain itu, di negara-negara minoritas muslim pasarhalaltumbuhsecarasignifikan. Thailand jauh-jauh hari mempromosikan diri sebagai pusat pangan halal, buffer zone halal kitchen of the world. Selandia Baru menjadi negara pengekspor daging halal terbesar di dunia, menyalurkan 65% daging halal ke negara-negara nonmuslim. China menempatkan diri sebagai the highest modest (halal) clothing export, sementara Korea Selatan berobsesi menjadi destinasi wisata halal terkemuka.

Eropa sebagai kawasan populasi muslim terbesar keempat dunia juga berpeluang besar sebagai pasar produk halal. Permintaan produk halal di Eropa meningkat rerata 15% per tahun. Era Baby-Boom Du Halal yang melanda Prancis satu dasawarsa lalu, memicu pertumbuhan besar-besaran produk halal. Pasar daging menempati permintaan tertinggi di antara makanan halal lainnya di negeri yang terkenal dengan Menara Eiffel-nya ini. 

Pertumbuhan pasar dan pro- duk halal dunia itu memicu gaya hidup halal yang berskala dunia atau global halal lifestyle. Pada level personal, tren gaya hidup halal ditandai makin mem- baiknya kesadaran halal (halal awareness) masyarakat (bukan hanyamuslim)yangdipengaruhi cara pandang, prinsip, dan nilai yang dianut seseorang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Di Indonesia, fenomena konsumen memilih makanan halal, berbelanja produk halal, mengenakan pakaian muslimah, rekreasi ke destinasi yang ramah muslim (muslim friendly), atau bertransaksi menggunakan produk-produk syariah bukan hal yang ganjil. Semua perilaku itu bisa disebut gaya hidup halal karena dilandasi kesadaran bahwa halal bukan saja karena perintah agama, tetapi baik dan berguna bagi kehidupan.

Kesadaran individual untuk berperilaku halal ini diikuti gerakan kolektif membangun kehidupan yang lebih baik dengan standar, prinsip, dan nilai yang relevan dengan tuntutan syariat Islam. Muncullah kemudian bentuk-bentuk kesalehan baru bagaimana orang Islam hidup, bekerja, bertingkah laku, mengonsumsi makanan dan minuman, mengenakan busana, perawatan tubuh, menyalurkan minat, dan bagaimana membelanjakan uang serta mengalokasikan waktunya. 

Tak dinyana kesadaran ini membuka peluang baru di sektor produk halal yang meluas. Sektor pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti kuliner, fashion, farmasi, personal care products, media, pariwisata, pendidikan, ibadah haji dan umrah, zakat/infak/sedekah/ wakaf, hingga preferensi keuangan syariah, bahkan properti, hotel, dan rumah sakit kini bergeliat menjadi lahan bisnis halal yang menantangdan menjanjikan.

Pada sektor-sektor ini Indonesia adalah ceruk pasar halal yang masih terbuka.

Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2020, Indonesia masuk barisan tiga besar negara dengan nilai investasi tertinggi untuk produk-produk halal yang mencapai USD6,3 miliar atau tumbuh 219% dari tahun sebelumnya. Belum lagi dengan keuntungan demografik, 209,1 juta jiwa penduduk muslim, Indonesia menjadi the big opportunity dalam pengembangan Industri halal.

Pangsa pasar halal food berada di kisaran Rp2.300 triliun, sementara Islamic fashion mempunyai potensi hingga Rp190 triliun. Pariwisata halal diperkirakan Rp135 triliun, potensi haji dan umrah sebesar Rp120 triliun, dan pendidikan sudah merangkak ke angka Rp40 triliun. Jadi, hanya bermain pada local market saja, sebenarnya cukup bagi Indonesia untuk memenangkan persaingan industri halal dunia.

Atmosfer industri halal makin kondusif setelah pemberlakuan Undang- Undang Nomor 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal yang beberapa pasalnya direvisi dengan UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja. Pelaku industri yang bergerak di bidang halal kini menyadari pentingnya sertifikat dan label halal untuk menjamin kepastian kehalalan produk yang dihasilkan. Selain makanan dan minuman, kategori produk yang terkena kewajiban besertifikat halal meliputi barang dan jasa. Obat,kosmetik,produkbiologi, produk kimiawi, rekayasa genetika, penyembelihan hewan, logistik, hingga barang gunaan seperti peralatan rumah tangga dan alat kesehatan, di samping transaksi perbankan maupun nonperbankan.

Industri halal memiliki peluang sangat besar untuk terus berkembang. Lebih-lebih masa pandemi Covid-19 membuat penerapan gaya hidup halal sebagai rutinitas sehari-hari menemukan relevansinya. Menjaga imunitas tubuh misalnya membuka peluang produk-produk makanan, minuman, obat, dan vaksin halal. Kebiasaan seorang muslim mandi dan mencuci tangan, berkumur-kumur dan mencuci hidungnya minimal lima kali sehari saat berwudu minimal membutuhkan sabun mandi, hand sanitizer, pasta gigi atau produk perawatan gigi, sampo, lotion, krem, tabir surya, wewangian, dan barang-barang rumah tangga. Kebiasaan baru ini kemudian memunculkan gaya hidup bersih,rapi,ramah lingkungan, peduli terhadap kesehatan pribadi yang relevan dengan prinsip gaya hidup halal. 

Hikmah Covid-19 mendorong kreativitas tanpa henti. Malaysia lebih progresif menginovasi logistik halal,salah satunya produk sabun yang mengandung tanah. Seperti diketahui, menurut hukum fikih, apabila barang terkena najis mughalladhah (najis kategori berat) harus dicuci (samak) tujuh kali, salah satunya dicampur dengan tanah (turab) . Penemuan mutakhir menyebutkan bahwa dalam unsur tanah terdapat tetracycline, jenis antibiotik yang mampu membunuh bakteri dan kuman.

 (Dikutip dari artikel Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama Republik Indonesia)

Senin, 14 Februari 2022

Kisah Perjuangan Menyelesaikan Studi Pascasarjana


 

Ketika itu, bulan September tahun 2020 penulis mendaftarkan diri untuk melanjutkan studi S2. Sesuai arahan dari pengasuh Pondok Peantren PPAI Nurul Hikmah agar mendaftar di kampus Unversitas Raden Rahmat atau yang biasa disebut UNIRA. Kampus ini berlokasi di desa Mojosari Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Penulis mengambil formulir, dan mengisi di tempat.

Pendidikan studi S2 di UNIRA ditempuh 2 tahun. Selama 2 tahun terdiri 4 semeter dan pada semester ke 4 fokus mengerjakan tugas akhir atau yang disebut tesis. Semester pertama dimulai pada awal bulan oktober tahun 2020. Saat itu pula istri penulis akan proses melahirkan, yang pada akhirnya lahir putri pertama di bulan November 2020. 

 


Bulan berganti bulan. Tahun berganti tahun dan semester ilih berganti. Tak terasa proses studi S2 hampir mendekati selesai.  Penulis memasuki semester 4. SK judul tesis dan dosen pembimbing juga sudah keluar. Perjuangan dalam  proses menyelesaikan karya tuli akhir juga dimulai.

Penulis mulai mencari referensi, untuk melengkapi penyelesaian tesis. Saat bimbingan, banyak nasehat dan motivasi yang didapat dari dosen pembimbing. Waktu 5 bulan berlalu, proposal tesis juga siap untuk diujikan ke depan dosen pembimbing.

Seminar proposal tesis dilaksanakan seminggu sebelum ibadah Romadhon. Ada ungkapan menarik dari teman santri kala itu. Kang (pangilan akrab usia lebih tua dalam bahasa jawa) sampean ujian sempro jalur ziaroh. Kenapa ? tanya saya. Jawabnya, karena ujiannya tidak sampai selesai sudah ditunggu rombongan untuk ikut ziaroh. Alhamdulilah barokahnya ziaroh.  Hasil sempro dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan menyelesaikan tesis. 



 

Setelah sempro ada waktu 4 bulan penulis melakukan bimbingan dan menyelesaikan tesis. Tepatnya akhir Agustus tahun 2021, penulis mengikuti ujian tesis. Berbeda dengan sempro yang dilakukan terbuka, tetapi ujian tesis dilaksanakan tertutup. Di dalam tempat ujian hanya ada seorang peserta dan empat orang penguji. Setiap peserta hanya diberi waktu presentasi 10 menit dan 20 menit tanya jawab dengan penguji.

Melalui doa orang tua dan persiapan yang matang, penulis melalui ujian tesis dengan lancar. Meskipun masih banyak yang perlu direvisi.  Sebuah ungkapan yang masih teringat dari seorang penguji yang disampaikan kepada penulis. Alhamdulilah anda bisa sampai di ruangan ini, karena banyak mahasiswa ketika sampai di ujung perkuliahan atau ujian akhir tidak dapat menyelesaikan karya tulisnya.

Memang semua membutuhkan sebuah perjuangan dan keseriusan dalam proses mengerjakan karya tulis. Istilah lainnya yakni harus fokus, begitulah kata ketua prodi yang saat itu menguji tesis. Alhamdulilah ujian tesis dapat dilalui. Kemudian pada tanggal 9 bulan Oktober penulis mengikuti yudisium. Yudisium yang biasa dikenal dengan pengumuman kelulusan. Menurut prof Sunardji, kelulusan yang sebenarnya adalah saat yudisium sedangkan wisuda adalah resepsi atas kelulusan. 





 

Pada tiga bulan berikutnya, tepatnya pada tanggal 15 Januari 2022 penulis mengikuti wisuda. Wisuda ini  dilaksanakan di hotel aria kota malang dengan peserta wisuda terdiri dari mahasiswa strata satu dan mahasiswa strata dua. Kegiatan ini dimulai tepat pukul 07.30 dan selesai pukul 12.00.  Prosesi wisuda tidak hanya sekedar memindah tali kuncir dari kiri ke kanan tetapi membutuhkan suatu proses dan perjuangan.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut di atas. Kita dalam proses belajar sejak dini harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Dari cita-cita tersebut kita wajib ikhtiyar dan berdoa agar dapat tercapai. Semua memang sudah ada garis takdir. Tetapi bila kita usaha dan doa, pastilah Allah memberi yang terbaik. Terpenting dari itu semua adalah kemauan untuk teru belajar menjadi lebih baik. 

 

Semoga bermanfaat. Ingat, bertambahnya gelar bertambahnya amanah yang harus diemban dan wajib mempunyai sifat dan sikap ketawadhua’an. Penulis memohon doa restu dari para pembaca agar dapat amanah dalam mengemban suatu gelar yang disandang. Semoga senantiasa memdapat hidayah dan maunah dari Allah SWT.

 

Malang, 14 Februari 2022

 

 

Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara

            Senin, 31 Juli 2023 Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara di aula SMP Darul Faqih In...